Dari milis lain, mungkin bermanfaat
Is

Subject: [katgama] Bahagia vs Sukses 1 : Dimensi Bahagia


Bahagia vs Sukses 1
Dimensi Bahagia




Ada sebuah pertanyaan mengusik. Apakah sukses membuat orang berbahagia ?
Atau, apakah orang2 yang berbahagia lebih mudah menggapai sukses ? Ibarat
telor dan ayam, mana yang lebih dulu ? Bahagia dulu baru sukses atau sukses
dulu baru bahagia ?

Tiga Dimensi
Suatu koper seberat 20 Kg punya tiga dimensi bobot.

Bobot Riil adalah bobot fisis = +/- 20 Kg
Bobot Relatip adalah bobot menurut pandangan pengamat
Bobot Subyektip adalah bobot menurut pandangan yang bersangkutan

Bobot Relatip koper 20 Kg bagi pemuda adalah enteng. Biasa saja bagi orang
dewasa. Dan terasa berat bagi anak2 atau orang jompo.

Bobot subyektip itu serasa ber-ton2 bagi seorang pemuda karena ia harus
membawa koper pacarnya yang dibencinya. Terasa sebagai beban standar bagi
kuli2 PJKA. Serasa ringan bagi seorang bapak separuh baya yang sedang bangga
menggotong koper itu demi mengunjungi anaknya yang sedang wisuda Pasca
Sarjana.

Bobot Riil bagi Tommy, Rahardi Ramelan, Bob Hasan dan Amrozi tidak sama
karena ada yang hanya bulanan, tahunan atau menghadapi pidana mati. Dari
pandangan kita, barangkali bobot relatip untuk Tommy adalah yang paling
ringan karena ia menikmati fasilitas2 istimewa. Bobot Subyektip masing2
pribadi juga tidak sama. Mungkin bagi Amrozi, bobot subyektipnya adalah
ringan walau bobot Riilnya adalah yang terberat. Yang tahu persis hanya ybs.

Dimensi Bahagia
Bahagia juga memiliki tiga dimensi

Bahagia Riil adalah bahagia fisis, medis dan psikis
Bahagia Relatip adalah bahagia menurut pandangan pengamat
Bahagia Subyektip adalah bahagia menurut pandangan yang bersangkutan
Dimensi pertama tidak kita bicarakan karena ini bidang para pakar. Samar2
kita tahu bahwa orang2 yang kurang berbahagia menderita trauma, paranoia,
stress, insomnia, dst. Tidak ada jaminan bahwa orang2 yang berbahagia secara
fisik, medis, dan psikis memiliki kebahagiaan Relatip maupun Subyektip.

Bahagia dimensi kedua didefinisikan secara umum sebagai terpenuhinya
keinginan2. Semakin banyak keinginan seseorang yang terpenuhi, makin besar
rasa bahagia ybs. Ada dua komponen dalam definisi ini : sukses & keinginan.
Semakin banyak kita berhasil mendapatkan yang diingini makin besar rasa
bahagia. Makin banyak keinginan, makin sulit kita mencapai bahagia.

A ingin 100 tetapi yang dimilikinya 80, maka index bahagia relatip ybs
adalah 80/100 = 80%. B ingin 1000 tetapi yang dimilikinya hanya 640, maka
index bahagia relatip ybs adalah 640/1000 = 64%. Sehingga, walau hasil B
delapan kali lipat, bisa jadi A yang relatip lebih bahagia.

Jika begitu kebahagiaan relatip dapat diperoleh dengan dua cara :

Meningkatkan Sukses
Mengatur keinginan agar sesuai dengan kapasitas kita.
Lantas, apakah kebahagiaan identik dengan sukses ? Apakah jika kita sukses
kita akan bahagia ? Ataukah, bahagia menyebabkan kita sukses ? Ini menjadi
teka teki ayam dan telor, mana yang lebih dulu ? Bahagia baru sukses, atau
sukses baru bahagia ? Apakah kita harus menurunkan keinginan agar bahagia ?
Lebih rumit lagi, bagaimana caranya bahagia ? Yang benar bahagia dan sukses
saling terkait satu sama lain tetapi jika kita dipaksa memilih salah satu,
mana yang lebih dulu ?

Untuk mencari jawaban itu, kita gunakan pendekatan sederhana, dengan
mengkaji beberapa kata2 mutiara dan menarik benang merah diantaranya.


Bahagia vs Sukses 2
Keyakinan2




Perhatikan beberapa opini kaum cendekia :

---------------------------------------
Mari kita jadikan segalanya lebih baik



Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke