c) Hak berpolitik.
Nah,disini yang sering menjadi polemik bangsa
dan masyarakat Islam pada umumnya terutama di Zaman
sekarang,apalagi disaat-saat sebelum diangkatnya
Presiden Megawati menjadi Presiden Republik Indonesia.
Kalau sekedar menjadi Menteri,kepala
sekolah,dllnya,banyak yang menyetujuinya,meskipun
masih ada juga sebagian pendapat yang kurang
menyetujuinya,atau tidak menyetujuinya.sama
sekali.tetapi kebanyakan Ummat Islam disaat genting
itu,tidak menyetujui adanya perempuan yang menjadi
"Presiden".Apa alasan mereka?
1.Yang menjadi landasan mereka adalah mengenai
ayat Al Qur'an surah Annisaa ayat 34 itu.(Arrijalu
qawwamuuna'alnnisaa")"Lelaki adalah pemimpin bagi kaum
wanita ".
2. Hadist yang menyatakan bahwa akal wanita
kurang cerdas dibandingkan dgn akal kaum
lelaki,keberagamaannyapun demikian.
3.Ayat Al Qur'an "Waqarna fi buyutikunna"Dan
hendaklah kamu kaum wanita menetap(berdiam
)dirumah-rumah kamu.
4.Hadist yang mengatakan
"laayuflihulqauma,wallaw amrahum imraah"(Tidak akan
berbahagia suatu kaum,bila saja mereka menyerahkan
urusan mereka kepada wanita).
Ayat dan hadist-hadist diatas,menurut sebagian
golongan berpendapat bahwa Kepemimpinan hanya boleh
diserahkan kepada kaum lelaki..
Mari kita sama-sama mencoba menelaah alasan yang
pertama.Ayat yang mengatakan bahwa "Lelaki itu adalah
pemimpin kaum wanita,sebenarnya yang dimaksud disana
adalah pemimpin didalam Rumah tangga,karena melihat
kandungan ayat sesudahnya,juga,ceritanya.(lihat
kembali surah Annisa)
Pada Alasan yang kedua,mengenai Hadist yang
mengatakan bahwa agama wanita itu setengah
dibandingkan dgn lelaki,begitupun akalnya.
Sebenarnya yang dimaksud hadist,wanita itu
setengah agamanya,dikarenakan wanita ada halangan yang
membuat ia tidak dapat tiap hari Shalat,maupun
puasa,Baca Qur'an.dllnya.karena dalam diri wanita ada
yang disebut dgn "Tamu bulanan"yang datang setiap
bulan,membuat mereka tak dapat melaksanakan ibadah
tsb,tetapi jangan langsung disalah
artikan,bahwa,pahala lelaki lebih besar ketimbang
wanita.belum tentu.Sang istripun bisa langsung masuk
Syorga bila shalatnya tak pernah tinggal,begitupun
ibadah puasanya,dimana ia juga mentaati
suaminya.Segala pekerjaan rumah tangganya bila
dilakukan dgn ikhlas akan medapat ganjaran dari
Allah,yang tiada taranya.
Kita lihat lagi alasan ketiga.Ayat yang mengatakan
bahwa wanita itu harus berdiam dirumah saja..Ayat yang
dimaksud itu sebenarnya adalah,wanita dilarang keluar
rumah,kecuali dalam urusan yang penting.Betapa
banyaknya di zaman rasulullah wanita bekerja,coba
dibayangkan,bila suaminya kurang mampu,atau sama
sekali tak mampu lagi dalam mencari nafkah,tentu tak
ada jalan keluar yang lain,kecuali sang istri keluar
rumah utk bekerja.Begitupun bila wanita ingin
belajar,ke mesjid,berkunjung kerumah orang
tuanya.Memandang agama itu janganlah sampai terlalu
picik sekali,tidak pula terlalu ringan hukum-hukum
itu,dikarenakan adanya keringanan �keringanan dalam
agama..
Alasan keempat,mengenai Kepresidenan
wanita..Pertama Hadist diatas,tidaklah bersikap
umum,tetapi tertju pada masyarakat Persia ketika
itu,bukan terhadap semua masyarakat dan semua
urusan.Bagaimana pula jadinya,bila dalam satu
wilayah,atau negara di suatu tempat,yang berpotensi
utk itu hanyalah ada seorang wanita?Oh..katanya
tidakkan bahagia..?Memangnya Presiden dipegang oleh
kaum Lelaki Makmur Rakyat itu..?Belum tentu.!
Tetapi perlu digaris bawahi disini.Bila saya
ditanya,secara Hukum saya akan menjawab,"Boleh-boleh
saja,asalkan jangan sampai melalaikan tugas
pokoknya.Dan Bila menjurus lagi pertanyaan itu pada
masalah pribadi,maka akan saya Jawab"saya tidakkan mau
jadi Presiden,Menteri,ataupun yang setingkat dgn
itu.Kenapa..?Jawabannya tidak lain dan tidak bukan
adalah,"Karena saya sudah keenakan jadi istri yang
sederhana,tinggal dirumah,bekerjapun Cuma
mengajar,mendidik orang,dapat pahala lagi,selagi masih
ada lelaki,pasti saya lebih cenderung menyerahkannya
pada lelaki.Karena bagaimanapun saya pribadi mengakui
keunggulan lelaki itu dari beberapa segi.
Disamping saya juga menghindarkan Mudharatnya yang
lebih banyak kediri saya ketimbang manfaatnya.
Dan keunggulan serta kelebihan itu bukan berarti
wanita harus diremehkan,dan dianggap rendah,betapa
banyaknya sejarah mencatat akan keberhasilan kaum
wanita.Imam Syafi'i sendiri salah satu gurunya seorang
wanita (Fakhr Al-Nisa ).Istri Nabi A'isyah,yang sangat
termasyur sebagai salah seorang kritikus,sampai-sampai
ada ungkapan terkenal yang dinisbahkan oleh sebagian
Ulama kepada A'isyah,yaitu pernyataan
Rasulullah"Ambillah setengah pengetahuan agama kalian
dari Al Humaira"Yakni A'isyah.
Demikian dulu dari saya,Wallahua'lam bissawaab
c) Hak berpolitik.
Nah,disini yang sering menjadi polemik bangsa
dan masyarakat Islam pada umumnya terutama di Zaman
sekarang,apalagi disaat-saat sebelum diangkatnya
Presiden Megawati menjadi Presiden Republik Indonesia.
Kalau sekedar menjadi Menteri,kepala
sekolah,dllnya,banyak yang menyetujuinya,meskipun
masih ada juga sebagian pendapat yang kurang
menyetujuinya,atau tidak menyetujuinya.sama
sekali.tetapi kebanyakan Ummat Islam disaat genting
itu,tidak menyetujui adanya perempuan yang menjadi
"Presiden".Apa alasan mereka?
1.Yang menjadi landasan mereka adalah mengenai
ayat Al Qur'an surah Annisaa ayat 34 itu.(Arrijalu
qawwamuuna'alnnisaa")"Lelaki adalah pemimpin bagi kaum
wanita ".
2. Hadist yang menyatakan bahwa akal wanita
kurang cerdas dibandingkan dgn akal kaum
lelaki,keberagamaannyapun demikian.
3.Ayat Al Qur'an "Waqarna fi buyutikunna"Dan
hendaklah kamu kaum wanita menetap(berdiam
)dirumah-rumah kamu.
4.Hadist yang mengatakan
"laayuflihulqauma,wallaw amrahum imraah"(Tidak akan
berbahagia suatu kaum,bila saja mereka menyerahkan
urusan mereka kepada wanita).
Ayat dan hadist-hadist diatas,menurut sebagian
golongan berpendapat bahwa Kepemimpinan hanya boleh
diserahkan kepada kaum lelaki..
Mari kita sama-sama mencoba menelaah alasan yang
pertama.Ayat yang mengatakan bahwa "Lelaki itu adalah
pemimpin kaum wanita,sebenarnya yang dimaksud disana
adalah pemimpin didalam Rumah tangga,karena melihat
kandungan ayat sesudahnya,juga,ceritanya.(lihat
kembali surah Annisa)
Pada Alasan yang kedua,mengenai Hadist yang
mengatakan bahwa agama wanita itu setengah
dibandingkan dgn lelaki,begitupun akalnya.
Sebenarnya yang dimaksud hadist,wanita itu
setengah agamanya,dikarenakan wanita ada halangan yang
membuat ia tidak dapat tiap hari Shalat,maupun
puasa,Baca Qur'an.dllnya.karena dalam diri wanita ada
yang disebut dgn "Tamu bulanan"yang datang setiap
bulan,membuat mereka tak dapat melaksanakan ibadah
tsb,tetapi jangan langsung disalah
artikan,bahwa,pahala lelaki lebih besar ketimbang
wanita.belum tentu.Sang istripun bisa langsung masuk
Syorga bila shalatnya tak pernah tinggal,begitupun
ibadah puasanya,dimana ia juga mentaati
suaminya.Segala pekerjaan rumah tangganya bila
dilakukan dgn ikhlas akan medapat ganjaran dari
Allah,yang tiada taranya.
Kita lihat lagi alasan ketiga.Ayat yang mengatakan
bahwa wanita itu harus berdiam dirumah saja..Ayat yang
dimaksud itu sebenarnya adalah,wanita dilarang keluar
rumah,kecuali dalam urusan yang penting.Betapa
banyaknya di zaman rasulullah wanita bekerja,coba
dibayangkan,bila suaminya kurang mampu,atau sama
sekali tak mampu lagi dalam mencari nafkah,tentu tak
ada jalan keluar yang lain,kecuali sang istri keluar
rumah utk bekerja.Begitupun bila wanita ingin
belajar,ke mesjid,berkunjung kerumah orang
tuanya.Memandang agama itu janganlah sampai terlalu
picik sekali,tidak pula terlalu ringan hukum-hukum
itu,dikarenakan adanya keringanan �keringanan dalam
agama..
Alasan keempat,mengenai Kepresidenan
wanita..Pertama Hadist diatas,tidaklah bersikap
umum,tetapi tertju pada masyarakat Persia ketika
itu,bukan terhadap semua masyarakat dan semua
urusan.Bagaimana pula jadinya,bila dalam satu
wilayah,atau negara di suatu tempat,yang berpotensi
utk itu hanyalah ada seorang wanita?Oh..katanya
tidakkan bahagia..?Memangnya Presiden dipegang oleh
kaum Lelaki Makmur Rakyat itu..?Belum tentu.!
Tetapi perlu digaris bawahi disini.Bila saya
ditanya,secara Hukum saya akan menjawab,"Boleh-boleh
saja,asalkan jangan sampai melalaikan tugas
pokoknya.Dan Bila menjurus lagi pertanyaan itu pada
masalah pribadi,maka akan saya Jawab"saya tidakkan mau
jadi Presiden,Menteri,ataupun yang setingkat dgn
itu.Kenapa..?Jawabannya tidak lain dan tidak bukan
adalah,"Karena saya sudah keenakan jadi istri yang
sederhana,tinggal dirumah,bekerjapun Cuma
mengajar,mendidik orang,dapat pahala lagi,selagi masih
ada lelaki,pasti saya lebih cenderung menyerahkannya
pada lelaki.Karena bagaimanapun saya pribadi mengakui
keunggulan lelaki itu dari beberapa segi.
Disamping saya juga menghindarkan Mudharatnya yang
lebih banyak kediri saya ketimbang manfaatnya.
Dan keunggulan serta kelebihan itu bukan berarti
wanita harus diremehkan,dan dianggap rendah,betapa
banyaknya sejarah mencatat akan keberhasilan kaum
wanita.Imam Syafi'i sendiri salah satu gurunya seorang
wanita (Fakhr Al-Nisa ).Istri Nabi A'isyah,yang sangat
termasyur sebagai salah seorang kritikus,sampai-sampai
ada ungkapan terkenal yang dinisbahkan oleh sebagian
Ulama kepada A'isyah,yaitu pernyataan
Rasulullah"Ambillah setengah pengetahuan agama kalian
dari Al Humaira"Yakni A'isyah.
Demikian dulu dari saya,Wallahua'lam bissawaab
c) Hak berpolitik.
Nah,disini yang sering menjadi polemik bangsa
dan masyarakat Islam pada umumnya terutama di Zaman
sekarang,apalagi disaat-saat sebelum diangkatnya
Presiden Megawati menjadi Presiden Republik Indonesia.
Kalau sekedar menjadi Menteri,kepala
sekolah,dllnya,banyak yang menyetujuinya,meskipun
masih ada juga sebagian pendapat yang kurang
menyetujuinya,atau tidak menyetujuinya.sama
sekali.tetapi kebanyakan Ummat Islam disaat genting
itu,tidak menyetujui adanya perempuan yang menjadi
"Presiden".Apa alasan mereka?
1.Yang menjadi landasan mereka adalah mengenai
ayat Al Qur'an surah Annisaa ayat 34 itu.(Arrijalu
qawwamuuna'alnnisaa")"Lelaki adalah pemimpin bagi kaum
wanita ".
2. Hadist yang menyatakan bahwa akal wanita
kurang cerdas dibandingkan dgn akal kaum
lelaki,keberagamaannyapun demikian.
3.Ayat Al Qur'an "Waqarna fi buyutikunna"Dan
hendaklah kamu kaum wanita menetap(berdiam
)dirumah-rumah kamu.
4.Hadist yang mengatakan
"laayuflihulqauma,wallaw amrahum imraah"(Tidak akan
berbahagia suatu kaum,bila saja mereka menyerahkan
urusan mereka kepada wanita).
Ayat dan hadist-hadist diatas,menurut sebagian
golongan berpendapat bahwa Kepemimpinan hanya boleh
diserahkan kepada kaum lelaki..
Mari kita sama-sama mencoba menelaah alasan yang
pertama.Ayat yang mengatakan bahwa "Lelaki itu adalah
pemimpin kaum wanita,sebenarnya yang dimaksud disana
adalah pemimpin didalam Rumah tangga,karena melihat
kandungan ayat sesudahnya,juga,ceritanya.(lihat
kembali surah Annisa)
Pada Alasan yang kedua,mengenai Hadist yang
mengatakan bahwa agama wanita itu setengah
dibandingkan dgn lelaki,begitupun akalnya.
Sebenarnya yang dimaksud hadist,wanita itu
setengah agamanya,dikarenakan wanita ada halangan yang
membuat ia tidak dapat tiap hari Shalat,maupun
puasa,Baca Qur'an.dllnya.karena dalam diri wanita ada
yang disebut dgn "Tamu bulanan"yang datang setiap
bulan,membuat mereka tak dapat melaksanakan ibadah
tsb,tetapi jangan langsung disalah
artikan,bahwa,pahala lelaki lebih besar ketimbang
wanita.belum tentu.Sang istripun bisa langsung masuk
Syorga bila shalatnya tak pernah tinggal,begitupun
ibadah puasanya,dimana ia juga mentaati
suaminya.Segala pekerjaan rumah tangganya bila
dilakukan dgn ikhlas akan medapat ganjaran dari
Allah,yang tiada taranya.
Kita lihat lagi alasan ketiga.Ayat yang mengatakan
bahwa wanita itu harus berdiam dirumah saja..Ayat yang
dimaksud itu sebenarnya adalah,wanita dilarang keluar
rumah,kecuali dalam urusan yang penting.Betapa
banyaknya di zaman rasulullah wanita bekerja,coba
dibayangkan,bila suaminya kurang mampu,atau sama
sekali tak mampu lagi dalam mencari nafkah,tentu tak
ada jalan keluar yang lain,kecuali sang istri keluar
rumah utk bekerja.Begitupun bila wanita ingin
belajar,ke mesjid,berkunjung kerumah orang
tuanya.Memandang agama itu janganlah sampai terlalu
picik sekali,tidak pula terlalu ringan hukum-hukum
itu,dikarenakan adanya keringanan �keringanan dalam
agama..
Alasan keempat,mengenai Kepresidenan
wanita..Pertama Hadist diatas,tidaklah bersikap
umum,tetapi tertju pada masyarakat Persia ketika
itu,bukan terhadap semua masyarakat dan semua
urusan.Bagaimana pula jadinya,bila dalam satu
wilayah,atau negara di suatu tempat,yang berpotensi
utk itu hanyalah ada seorang wanita?Oh..katanya
tidakkan bahagia..?Memangnya Presiden dipegang oleh
kaum Lelaki Makmur Rakyat itu..?Belum tentu.!
Tetapi perlu digaris bawahi disini.Bila saya
ditanya,secara Hukum saya akan menjawab,"Boleh-boleh
saja,asalkan jangan sampai melalaikan tugas
pokoknya.Dan Bila menjurus lagi pertanyaan itu pada
masalah pribadi,maka akan saya Jawab"saya tidakkan mau
jadi Presiden,Menteri,ataupun yang setingkat dgn
itu.Kenapa..?Jawabannya tidak lain dan tidak bukan
adalah,"Karena saya sudah keenakan jadi istri yang
sederhana,tinggal dirumah,bekerjapun Cuma
mengajar,mendidik orang,dapat pahala lagi,selagi masih
ada lelaki,pasti saya lebih cenderung menyerahkannya
pada lelaki.Karena bagaimanapun saya pribadi mengakui
keunggulan lelaki itu dari beberapa segi.
Disamping saya juga menghindarkan Mudharatnya yang
lebih banyak kediri saya ketimbang manfaatnya.
Dan keunggulan serta kelebihan itu bukan berarti
wanita harus diremehkan,dan dianggap rendah,betapa
banyaknya sejarah mencatat akan keberhasilan kaum
wanita.Imam Syafi'i sendiri salah satu gurunya seorang
wanita (Fakhr Al-Nisa ).Istri Nabi A'isyah,yang sangat
termasyur sebagai salah seorang kritikus,sampai-sampai
ada ungkapan terkenal yang dinisbahkan oleh sebagian
Ulama kepada A'isyah,yaitu pernyataan
Rasulullah"Ambillah setengah pengetahuan agama kalian
dari Al Humaira"Yakni A'isyah.
Demikian dulu dari saya,Wallahua'lam bissawaab
Sumber bacaan :
Al Qur'anul karim
Munjid
Mu'jam al mufahras
Eksistensi Wanita (abu Saqr)
Wawasan Al Qur'an (Quraish Shihab)
Dlll.
Wassalam Rahimarahim
__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================