Senin, 27 Januari 2003
Rencana Jaringan Kereta Api Sumatera Masuki Tahap DED

JAMBI -- Rencana pembangunan sistem jaringan kereta api Sumatera atau Trans
Sumatera Railway mulai dimatangkan. Jalur kereta api yang nantinya
membentang dari Provinsi Lampung sampai Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam
(NAD) pembahasannya telah memasuki tahap detail engineering design (DED).

''Setelah melalui beberapa tahap pembicaraan dan pembahasan kini rencana
pembangunan sistem jaringan kereta api se-Sumatera pada tahun 2003 memasuki
tahap Detail Engineering Design,'' kata Ketua Bappeda Provinsi Lampung, Ir
Harris Hasyim, MA, kepada Republika di Jambi saat mengikuti rapat koordinasi
gubernur se-Sumatera, akahir pekan lalu.

Harris mengatakan, pemerintah Provinsi Lampung yang ditunjuk sebagai
koordinator program telah menyusun rencana tindak lanjut program
pengembangan kereta api di Sumatera.

Dia mengaku kecewa karena penandatanganan kesepakatan kerja sama antara
pemerintah provinsi se-Sumatera dengan PT Kereta Api Indonesia dan
Departemen Perhubungan untuk pengembangan jaringan kereta api, gagal. Namun
demikian, lanjut Harris Hasyim, bukan berarti program ini dihentikan. ''Kita
telah memiliki hasil studi pengembangan jalan kereta api di Sumatera yang
dilakukan Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan dan
Telekomunikasi. Dari hasil studi itu itu, terdapat lintasan dengan proritas
tinggi, lintasan dengan prioritas sedang, dan rendah,'' jelasnya.

Untuk lintasan prioritas tinggi adalah lintasan antara Muaro-Dumai yang
menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau, lintasan Muaro
Bungo-Jambi di Provinsi Jambi, lintasan Simpang-Tanjung Api-api di Provinsi
Sumatera Selatan, lintasan Betung-Palembang North di Provinsi Sumatera
Selatan, lintasan Rantau Prapat-Dumai yang menghubungkan Provinsi Sumatera
Utara dengan Provinsi Riau, dan lintasan Solok-Padang di Provinsi Sumatera
Barat.

Sementara itu Pemerintah Provinsi Lampung selama tahun 2003-2008 akan
melakukan pengembangan jaringan kereta api di daerahnya. ''Pemerintah
Provinsi Lampung mulai tahun 2003 ini akan melakukan studi pemindahan jalan
kereta api dalam kota ke luar kota yaitu antara Rejosari-Tarahan sepanjang
30 km. Jalur baru ini untuk menghindari kemacetan dan polusi udara akibat
angkutan kereta api batubara rangkaian panjang,'' terang Harris Hasyim.

Juga akan dilakukan studi angkutan penumpang dan barang kereta api antara
Bakauheni-Bandarlampung-Sumbagsel untuk memprediksi angkutan penumpang dan
barang serta kemungkinan membangun partial double track
Bandarlampung-Palembang. Serta studi kelayakan dry port Provinsi Lampung
untuk mengoptimalkan jalan kereta api menuju pelabuhan Panjang terutama
untuk angkutan komoditi dari sentra produksi Lampung serta untuk mengurangi
kepadatan lalu lintas jalan raya.

Sementara itu, dari hasil studi rencana tata ruang wilayah Sumatera yang
disusun Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah bersama Departemen
Kelautan dan Perikanan, tercatat bahwa jaringan kereta api di Pulau Sumatera
perlu dikembangkan sehingga membentuk suatu sistem yang mantap untuk
menunjang pengembangan perekonomian pulau tersebut.

Studi tata ruang yang dipaparkan pada rapat kooardinasi gubernur se-Sumatera
pekan lalu, juga memberikan acuan bahwa tujuan pembangunan Trans Sumatera
Railway sebagai kombinasi dan prasarana jaringan jalan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan perkembangan ekonomi wilayah melalui dukungan
terhadap proses produksi, distribusi, dan pemasaran komoditi unggulan daerah
dan peningkatan peluang pengembangan industri. oed



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke