Thanks & regards
Rezie
PT. Riau Andalan Pulp & Paper
Finance & Acc. Dept
Telp 0761 - 491230
> -----Original Message-----
> From: rani [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 10 Februari 2003 9:48
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [AKTUNAND94] Fw: shalat idul adha
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Syaifuddin Zuhri" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Saturday, February 08, 2003 11:55 PM
> Subject: shalat idul adha
>
>
> > Depan > Berita > Aspirasi
> >
> > Kapan Seharusnya Kita Shalat 'Idul Adlha?
> > Publikasi 07/02/2003 19:00 WIB
> >
> > Setelah perbedaan penentuan Idul Fithri dua bulan lalu, kini
> > kita kembali "dibingungkan" dengan penentuan Idul Adlha. Ada
> > fihak yang menentukan hari Selasa, bertepatan dengan tanggal 11
> > Februari dan ada fihak yang menetapkan baru besoknya, yaitu
> > hari Rabu 12 Februari. Barangkali ada yang sampai tak habis
> > pikir, bagaimana ini bisa terjadi?
> > 'Idul Fithri berbeda, Idul Adlha juga berbeda! Dalam soal
> > penentuan Idul Fithri, barangkali masih punya dalil yang bisa
> > diterima untuk berbeda karena perhitungan-perhitungan matla'
> > antar wilayah yang bisa berbeda di samping pedoman hisab dan
> > rukyah yang sulit dipertemukan, meskipun jelas menurut jumhurul
> > ulama (selain madzab Syafi'i) ummat Islam sedunia hendaknya
> > marayakan Idul Fithri pada hari yang sama. (Lihat Alfiqhul
> > Islami waadillatuh, Wahbah Zuhaili). Tapi dalam persoalan
> > penentuan 'Idul Adlha ini ada pedoman yang seharusnya
> > menjadikannya sangat jelas yaitu rangkaian ibadah haji yang
> > diikuti oleh seluruh jama'ah dari berbagai penjuru dunia tanpa
> > ada perselisihan di antara mereka khususnya dalam menetapkan
> > kapan Wuquf di Arafah dan hari penyembilihan kurban (yaumun
> > nahr). "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,
> > niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan
> > mengedarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru
> > yang jauh." (Al-Haj: 27).
> > Perlu dimaklumi bersama bahwa pelaksanaan Shalat 'Idul Adha
> > adalah dilakukan pada hari "Nahr" yaitu pada saat jama'ah haji
> > melakukan penyembelihan hewan qurban di Mina pada tanggal 10
> > Dzulhijjah, sepulang dari 'Arafah. Hal ini sesuai dengan hadits
> > Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari 'Aisyah ra. bahwa
> > Rasulullah saw pernah bersabda: "Hari ('Idul) Fithr kamu adalah
> > pada hari kamu berbuka (selesai Ramadhan), dan hari ('idul)
> > Adlha kamu adalah saat kamu menyembelih hewan qurban, dan hari
> > (wukuf di) 'Arafah kamu pada hari yang kamu ketahui."
> > Penjelasan Nabi ini bersifat umum; mengenai semua orang yang
> > hidup di zaman beliau maupun setelahnya, juga semua ummat Islam
> > yang berada di tempat manasik haji maupun di daerah lain.
> > Sedang puasa 'arafah yaitu sehari sebelum hari raya, sudah
> > barang tentu bertepatan dengan jam'ah haji sedang wukuf di
> > Arafah. Oleh karena itu, puasa arafah ini hanya sunnah bagi
> > yang tidak sedang haji, adapun bagi yang sedang haji, maka pada
> > hari 'arafah mereka wukuf di 'arafah justru tak boleh berpuasa.
> > Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayat dari Abu Hurairah,
> > bahwa Rasulullah melarang berpuasa pada hari 'Arafah di
> > 'Arafah. Puasa 'arafah disunnahkan bagi yang tidak sedang
> > menunaikan ibadah haji, sangat jelas hikmahnya, yaitu agar
> > seakan turut serta merasakan suasana wukuf di 'arafah itu.
> > Dengan demikian, di zaman yang sangat canggih seperti ini, di
> > mana jadwal dan kegiatan jama'ah haji di Makkah sana bisa kita
> > ikuti beritanya setiap saat bahkan setiap detik jika kita mau,
> > maka adalah suatu kenaifan bila kita dalam menentukan puasa
> > arafah dan juga Idul Adlha punya jadwal sendiri seakan tak ada
> > kaitan dan tak mau tahu dengan pelaksanaan ibadah haji oleh
> > kaum muslimin yang sedang berlangsung.
> > Dengan memperhatikan jadwal pelaksanaan ibadah haji tahun ini,
> > yang dengan jelas telah diumumkan bahwa wuquf di arafah adalah
> > jatuh pada hari Senin bertepatan dengan tanggal 10 Februari dan
> > hari raya 'Idul Adlha adalah jatuh pada hari Selasa bertepatan
> > dengan tnggal 11 Februari, maka bila kita berhari haya pada
> > hari Rabu, 12 Februari, berarti kita telah lewat sehari. Dan
> > lebih tidak sinkron lagi, ketika kemarennya (hari Selasa) kita
> > berpuasa 'Arafah mereka sudah selesai wukuf di 'Arafah dan
> > melakukan penyembelihan hewan kurban di Mina.
> > Maka yang tepat dengan tata-turutan pelaksanaan ibadah haji
> > yang sekarang sedang berlangsung adalah bila kita berpuasa
> > arafah pada hari Senin ketika mereka pada hari Senin itu
> > benar-benar sedang wukuf di 'Arafah dan kita besoknya melakukan
> > shalat Idul Adlha dan memotong hewan korban karena pada hari
> > itulah yang disebut sebagai hari nahr yang artinya
> > penyembelihan. Dan silakan untuk dilanjutkan pemotongan hewan
> > korban itu pada tiga hari setelah itu, yang dikenal dengan
> > hari-hari tasyriq.
> > Hari raya dan 3 hari tasyriq itu kita tidak boleh berpuasa.
> > Dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin
> > Hudzaifah berkeliling Mina (agar mengumumkan), "Janganlah
> > kalian puasa pada hari-hari ini (yaumun nahr dan 3 hari tasyriq
> > berikutnya), karena ini adalah hari-hari makan dan minum dan
> > dzikir kepada Allah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
> > Dengan penjelasan ini, penulis berharap, kita tak bisa lagi
> > "dibingungkan" dengan adanya dua pengumuman; kapan seharusnya
> > kita shalat Idul Adlha, termasuk puasa 'arafah, ikut yang
> > pertama atau ikut yang kedua? Kini persoalan sudah sangat
> > jelas, karena pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan oleh
> > saudara-saudara kita bisa kita saksikan langsung.
> > Sekarang problematika memang sangat komplek, sebagaimana dalam
> > banyak hal yang kita hadapi selalu saja kita dihapankan kepada
> > persoalan-persoalan yang itu semua menguji kita agar kita tetap
> > berani memilih pilihan yang jelas-jelas tepat, meskipun kadang
> > tampak melawan arus.
> > Nah, masihkah ada yang bingung untuk memilih kapan idul Adlha?
> > Wallahu a'lam.
> > Muhammad Syamlan, Lc.
> > Pimpinan Lembaga Da'wah dan Ilmu Pengetahuan Islam Ma'had
> > Rabbani Bengkulu Sekum MUI Prop. Bengkulu
> > E-mail:[EMAIL PROTECTED]
> >
> > http://www.eramuslim.com/berita/aspirasi/302/07190013,5292,1,v.html
> >
> >
>
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================