kasus terbakar nya pasar senen dan pasar tanah abang ,dimana banyak
dunsanak awak yg terkena akibatnya, menimbulkan berbagai dugaan dan
pertanyaan . bahkan ada isu isu lain mengenai akan terbakar nya pula
beberapa pasar lain di jakarta, di mana komunitas pedagang minang nya
banyak , entah isu apa lagi yg akan bermain , setelah tahun lalu banyak
timbul keributan antara orang madura dan betawi yg salah satu nya bermula
di pasar dan terminal.

anyway , apa pun yg sebenarnya terjadi , kita melihat bahwa posisi dunsanak
awak yg berdagang di pasar tsb, berada pada posisi tawar politis yg lemah .
ketika sebelum terbakar , mereka sering jadi objek pemerasan preman pasar
atau oknum pemda , setelah pasar terbakar , mereka pun sulit mendapatkan
hak mereka . Bahkan isu renovasi pasar dan penggusuran yg mengemuka.

disini saya melihat bahwa mungkin dari sisi ekonomi / bisnis mereka punya
kekuatan , tapi dari sisi politis - power mereka lemah adanya.
kebetulan saya ada kenalan , pedagang cina yg berdagang di suatu pasar ,ia
bercerita bahwa biasanya ia telah dapat informasi rahasia duluan , kalau
bakal ada terjadi sesuatu ( seperti kebakaran dll ) , sehingga ia bisa
menyelamatkan dulu barang dagangannya. Ia dapat info tsb karena ada link dg
sumber informasi dan kekuasaan ( tak tahu apakah relasi preman atau oknum
tertentu ) , tapi yg pasti ia punya relasi dg power atau kekuatan politik
tertentu.

Sebagai bandingan , orang yahudi di amerika, selain memiliki kekuatan
bisnis yg dahsyat ia memiliki pula link politik yg kuat , sehingga antara
bisnis dan politik/power saling melengkapi.

Nampaknya link ini lah , yg belum dimiliki urang awak, khususnya para
pedagang pasar.
kasus terbakar nya pasar senen dan tanah abang , kita bisa melihat bahwa
sekian ribu pedagang yg kebanyakan rang awak tsb , tak memiliki power atau
bargaining power yg solid, bahkan cenderung masing masing jadinya.
kasus terbakarnya pasar tanah abang ,menimbulkan persoalan tak hanya bisnis
semata tapi juga politis.

Sebagai ilustrasi , dg kasus spin off PT Semen Padang pun , kita seolah
dipermainkan, betapa terlihat lemah nya orang minang , dalam pandangan
orang lain...

kita bisa belajar banyak dari kasus yg menimpa orang madura di beberapa
tempat , beberapa tahun yg lalu , ternyata salah satu masalah nya juga
ialah bahwa orang Madura sendiri susah bersatu membangun suatu kekuatan
politis yg disegani , mereka cenderung sendiri sendiri pula .

Link politik dan power yg kuat dari orang China perantauan di penjuru dunia
dan orang Yahudi, yg membuat mereka kuat dari sisi ekonomi dan politis ,
mungkin bisa jadi pelajaran berharga bagi kita.

Mungkin dari berbagai hal tsb , ada hikmah yg bisa diambil, bahwa sudah
saat nya sekarang ini , orang minang mempunyai kekuatan - power - politis
yg kuat , baik berupa suatu entitas politik atau link power yg kuat .
Karena nampaknya yah memang orang awak sendiri lah yg paling peduli dengan
awak basamo, kita susah untuk bisa mengharapkan orang lain , janganlah
sampai " bergantung pada akar lapuk".

sehingga dunsanak awak nan manggaleh di pasa , nan mambuka lapau nasi ,
bisa mencari nafkah dg aman, dan akan banyak anak kamanakan awak nan bisa
hiduik tanang.

sakian dulu , kopi pagi nyo

wassalam

Hendra m
jkt




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke