Dari http://www.posmetropadang.com
Murid SD Disekap,Diperkosa Berkali-kali
Jumat, 28-Februari-2003,
PAINAN, METRO
Mungkin dunia ini sudah demikian edannya, sehingga manusia yang menghuninya
tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Buktinya �Wr�
(27) seorang petani di Kenagarian Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir
Selatan, tega menyekap dan memperkosa Noni 11 tahun (nama samaran) seorang murid
kelas V SD berkali-kali.
Akibat perbuatan biadabnya, bocah ingusan itu pingsan selama 24 jam. Hal itu
diungkapkan Kapolres Pesisir Selatan AKBP Drs. Nasrullah SA melalui Kaur bin
Ops Sat Reskrim Iptu Beni Kusworo, kepada POSMETRO di Kantornya Kamis (27/2).
Menurut Kapolres, kasus pemerkosaan yang tergolong sadis itu terjadi Rabu
pekan lalu disebuah pondok sawah milik warga setempat yang sudah lama kosong.
Setelah rayuan terhadap korban tidak mempan, pelaku langsung menyeret korban
ke tengah sawah yang berjarak sekitar dua kilometer dari sekolah korban.
Kronologis peristiwanya menurut Kapolres, bermula ketika pukul 13.00 Wib korban
pulang dari sekolah yang berjarak sekitar 3 Km dari rumahnya di Kenagarian Kambang.
Untuk sampai ke rumah, korban hanya berjalan kaki sendirian. Di tengah teriknya
panas matahari siang itu, korban yang nampak berjalan sendirian oleh �Wr� ditawari
jasa untuk mengantarkannya pulang. Sebab, petani itu sedang mengendarai sepeda
motor jenis Suzuki Shogun.
Mendapat tawaran yang begitu menggiurkan, korban mau saja ketika disuruh naik
sepeda motor milik tersangka tanpa menaruh curiga sedikitpun. Dalam perjalanan
pulang dari sekolah itu, melihat Noni yang cantik, dengan rok tersingkap dengan
kulit putih dan mulus, serta diiringi dengan badan lebih subur dan lebih montok
dari teman-temannnya yang lain walau korban masih pelajar kelas V SD, ternyata
bikin syur lelaki bejat tersebut.
Noni yang semula dijanjikan akan diantarkan pulang, tiba-tiba dibelokkan �Wr�
kesebuah pondok di tengah sawah. Karena �Wr� membelokkan sepeda motornya, korban
minta diturunkan saja, �Disiko sajo awak da, bialah awak pulang sajo jalan kaki�,
ujar korban seperti ditirukan Kapolres. Tapi karena �Wr� sudah berniat tidak
baik, Noni dicoba dirayunya dengan berbagai cara. Namun tak mempan, korban tetap
saja bersikeras minta turun dan melanjutkan perjalanan ke rumahnya yang masih
tinggal sekitar 1 Km dari pondok itu. Karena nafsu pelaku sudah sampai ke ubun-ubun,
melihat buruannya tidak mempan dirayu, pelaku jadi nekad. Korban diseret ke
tengah sawah untuk sampai ke pondok kosong tersebut. Korban juga diancam akan
dibunuh jika berani berbuat macam-macam.
Karena korban merasa takut, akhirnya korban terpaksa menuruti langkah pelaku
ke pondok yang lantainya sudah bolong-bolong itu. Di pondok tengah sawah itulah,
korban diperkosa berkali-kali. Sebab, begitu usai ronde pertama, pelaku tidak
serta merta melepaskan korban pergi begitu saja, akan tetapi justru tetap menyekap
korban dalam pondok yang jauh dari perkampungan penduduk itu. Korban sempat
menjerit minta tolong, ketika pakaiannya dilucuti, tapi tidak ada yang mendengar.
Dalam sekapan itu, korban akhirnya diperkosa berulang kali hingga akhirnya
korban pingsan. Melihat korbannya tergeletak tak sadarkan diri, lelaki bejat
itu bukannya kasihan, akan tetapi justru pergi begitu saja dan meninggalkan
korban dalam keadan pingsan itu. Akan halnya orangtua korban, setelah Noni
tidak pulang sampai sore, orangtuanya jadi risau. Sebab tidak biasanya korban
tidak pulang. Warga tempat tinggal korban akhirnya berusaha mencarinya kian
kemari, namun tidak juga ditemukan.
Barulah Kamis (20/2), sekitar pukul 13.00 Wib, salah seorang petani yang menambatkan
kerbaunya menemukan korban masih dalam kondisi pingsan tergeletak di pondok
sawah. Warga yang tidak disebutkan namanya oleh Kapolres itu segera memberi
tahu orangtua korban. Noni dijemput dan selanjutnya dibawa ke puskesmas terdekat
untuk diobati sekaligus diambil visumnya. Setelah Noni siuman dari pingsannya
diketahuilah bahwa yang memperkosanya adalah �Wr�, seorang petani yang warga
sedesanya. Hari itu juga orang tua korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek
Lengayang. Polisi yang mendapat laporan segera memburu �Wr�. Namun sampai berita
ini diturunkan, pelaku belum berhasil diciduk walau anggota Polsek lengayang
di back up Buser Polres Pessel telah berusaha maksimal memburu tersangka. Tapi
keberadaan tersangka masih belum terdeteksi. �Untuk sementara, pelaku dimasukan
DPO (Daftar Pencarian Orang), disamping tetap waspada kalau-kalau pelaku muncul
di muka umum�, tukas Kapolres. �Kita akan buru pelaku pemerkosaan sadis itu
sampai kemanapun, jika masyarakat mengetahui keberadaan tersangka, dimohon untuk
segera melaporkannya kepada polisi. Kini, kita sedang mengembangkan kasus ini,
kita akan turunkan segala kemampuan kita yang ada untuk segera membekuk tersangka,
untuk itu sekali lagi kita sangat butuh informasi yang akurat dari masyarakat
yang mengetahui keberadaan tersangka, ungkap Kapolres. (dul)
***************
ANNOUNCEMENT:
Please be advised that Monday 3rd March 2003 is a Public Holidays.
For urgent matters our staff can be contacted on their AOH numbers.
DISCLAIMER:
Privileged/Confidential information may be contained within this message. If you are not the intended recipient, you must not use, copy, retain, distribute, or disclose any of its content to others. Instead, please notify the sender immediately and then delete this e-mail entirely. We have checked this e-mail for any viruses and harmful components however; we cannot guarantee it to be secured or virus free. PT Perusahaan Pelayaran EQUINOX does not accept any responsibility for any damages or any consequences therefrom.

