|
-----
beberapa waktu yang lalu, saya dan beberapa kawan bersama sama menikmati hidangan es buah dirumah salah seorang kawan di kawasan Bangka-Mampang ditengah tengah perbincangan, tuan rumah sedikit kaget melihat banyak semut yang akan masuk ke dalam es buah yang diwadahi toples plastik tersebut, mendengar itu saya berkomentar "semut itu memang --maaf-- goblok ya ?, saking mau ngerasain manis sampai nyemplung ke air, akhirnya mati" lalu teman saya menimpali "ya, mereka mati dalam kenikmatan" :)) semut memang memiliki banyak keunikan, dari dialog kami diatas, ada sebuah i'tibar(pelajaran) yang bisa kita renungkan, kita manusia sering secara tak disadari bertingkah seperti semut .. untuk mengejar yang kita impikan, seringkali kita justru mencampakkan diri kita dalam kebinasaan, karena hasrat untuk menumpuk harta, menapak karir, seringkali akhirnya kita "membunuh" diri diri kita .. mungkin tidak langsung berdampak seperti semut yang langsung tak bernyawa .. tidak, kadang kita tidak mengalaminya .. yang saya maksud dengan membinasakan diri sendiri adalah dalam tataran spiritual .. dalam ruang Ilahiah yang mustinya justru kita hidupkan ... betapa banyak anak anak remaja hidup dalam pergaulan bebas, bagi mereka ini adalah "trend" dan "gaya hidup modern" belaka, dan mereka menganggap itu bagian dari modernitas agar tak disebut kolot ... dan pararel dengan anggapan tersebut, siapapun yang tidak funky, nggak trendi, nggak cool seperti mereka, maka stempel kuno, norak lah yang akan mereka tempelkan ... padahal, dalam kacamata keimanan, justru mereka yang mencampakkan diri mereka dalam kebinasaan .. pun berapa banyak kaum eksekutif berdasi dan bersepatu hak tinggi, yang menganggap bahwa cafe, diskotek, perselingkuhan, free sex adalah sebuah aksesoris kehidupan yang niscaya belaka, tanpa pernah ada sedikitpun "wajah" Allah dalam aktifitas harian mereka ... jasad mereka memang tidak mati, tapi hati mereka tak ubahnya mayat yang tak bergerak .. apa bedanya mayat dengan orang hidup yang hatinya mati ? sama .... dahulu, ketika habis maghrib, anak anak ramai mengaji berdengung bak lebah .. tapi tidak sekarang .. mau maghrib, mau malam hari, hanya ramai suara play station belaka, orang orang tua hanya berpikir memenuhi kesenangan anaknya secara lahiriah, tapi jarang mau berpikir keras untuk mengisi ruang bathin spirtual anak anak mereka .... dalam sebulan, entah berapa uang yang dikeluarkan untuk mengkonsumsi barang barang yang berdimensi dunia, sementara disisi lain, hanya uang receh belaka yang sempat terogoh masuk ke tromol masjid, bahkan mungkin tidak sama sekali, kalau tidak boleh dibilang lupa ... betapa banyak uang yang dibelanjakan untuk konsumsi jasadiah belaka, tidak untuk ruhiyah yang justru akan menghidupkan dengan kehidupan yang hakiki ... QS 2:195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. allahu a'lam bisshawab wassalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh from the Desk of Hilal |
Title: Message
- Re: [RantauNet.Com] Fw: semut...... Refnil Dodi
- Re: [RantauNet.Com] Fw: semut...... -- (*o*) --
- Re: [RantauNet.Com] Fw: semut...... Aber Jambak

