----- Original Message ----- From: harman <[EMAIL PROTECTED]> To: Rantau <[EMAIL PROTECTED]>; Surau <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, March 14, 2003 12:08 AM Subject: [RantauNet.Com] Amien Rais: Pemerintah Sharing Kekuasaan dengan Mafioso
> Amien Rais: Pemerintah Sharing Kekuasaan dengan Mafioso > Reporter : Suwarjono > > detikcom - Jakarta, Ketua MPR Amien Rais menilai, pemerintah sekarang > terlibat sharing kekuasaan dengan mafioso. Meski begitu, jangan mundur untuk > memerangi aksi-aksi premanisme. > > Demikian disampaikan oleh Ketua Amien Rais saat menerima sejumlah tokoh yang > tergabung dalam Gerakan Antipremanisme Tomy Winata, di lantai 5, Gedung > Nusantara 3, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/3/2003). > > Menurut Amien, aksi-aksi premanisme sebetulnya sudah terjadi agak lama. "Dan > tidak berlebihan bila pada akhirnya saya berpendapat, bahwa pemerintah > sekarang terlibat sharing kekuasaan dengan para mafioso yang menguasai > negeri kita." > > Amien tidak menjelaskan lebih jauh tentang sharing kekuasaan antara > pemerintah dengan para mafioso. Namun dengan melihat secara seksama kejadian > kekerasan yang menimpa Tempo dan kejadian-kejadian serupa sebelumnya, maka > sharing kekuasaan itu menjadi jelas. > > Sebelumnya para tokoh yang menemui Amien Rais mengatakan, bahwa kasus Tempo > menunjukkan adanya sharing kekuasaan antara birokrasi dan preman, aparat > keamanan dan preman, dan bahkan antara dewan dan preman. Hal ini jelas > mengancam masa depan republik. > > Menurut Amien, kasus Tempo ini ibarat gunung es. "Dimana ada kaitan antara > modal, ada persoalan premanisme, ada ancaman kebebasan pers, sampai soal isu > sara, yang bisa meledak." > > Kasus ini hendaknya dijadikan momentum untuk terus menerus secara konsisten > memerangi premanisme yang digalang para mafioso. "Jangan sampai kita mundur > memerangi aksi-aksi premanisme ini," tegas Amien > > Menurut Amien, kita harus memerangi premanisme secara terus-menerus dan > serempak. Jangan hanya secara parsial, kaena sebelumnya ada banyak kasus. > Dulu itu reaksinya hanya suam-suam kuku. Sekarang harus dipush. "Kita tidak > perlu takut pada TW maupun T - T yang lainnya," kata Amien. > > Sebagai Ketua MPR, Amien juga akan ikut memberikan pressure untuk memerangai > premanisme dan aktivitas mafioso. "Meskipun saat ini MPR sedang menuju ke > gulung tikar, tapi kita bisa melewati pintu samping." > (diks) > > ==================== > > > Tokoh Gerakan Antipremanisme Bertemu Amien Rais Pukul 10.00 > Reporter : Didik Supriyanto > > detikcom - Jakarta, Setelah bertemu Kapolri, sejumlah tokoh yang prihatin > dengan kasus Tempo akan bertemu dengan Ketua MPR Amien Rais, Jumat > (14/3/2004) pukul 10.00 WIB. Mereka minta komitmen lembaga tertinggi negara > itu untuk memerangi premanisme. > > Demikian disampaikan oleh Nugroho Dewanto, redaktur Tempo yang tergabung > dalam Gerakan Antipremanisme Tomy Winata kepada detikcom, Jumat (14/9/2004) > pagi. > > Menurut Dewanto, beberapa tokoh yang hendak menemui Ketua MPR Amien Rais > adalah mereka yang sangat konsen atas kasus kekerasan yang menimpa Tempo, > Sabtu (8/3/2004) lalu. Mereka itulah yang kemudian tergabung dalam Gerakan > Antipremanisme Tomy Winata. > > Selain dari kalangan pers, seperti Gunawan Mohamad (mantan Pimpred Tempo), > Fikri Jufri (Pemimpin Umum Tempo), Bondan Winarno (Pimred Suara Pembaruan) > dll, juga terdapat pengacara terkenal, seperti Adnan Buyng, Todung Mulaya > Lubis dan Luhut Pengaribuan. Tak ketinggalan Hendardi dan Teten Masduki. > > Pengamat sosial dari CSIS, seperti Clara Yuwono dan Hary Tjan Silalahi, dan > pengamat ekonomi Feisal Basri serta pengamat pasar modal Lin Che Wei, juga > akan bergabung menemui Amien Rais. Tak ketinggalan beberapa anggota dewan, > seperti Meilono Soewando, Dwi Ria Latifa, Effendy Choirie. > > Mereka yang tergabung dalam Gerakan Antipremanisme Tomy Winata itu akan > diterima oleh Ketua MPR Amien Rais bersama beberapa pimpinan MPR lainnya, di > Gedung MPR Jln Gatot Subroto, Senayan Jakarta Pusat. > > Menurut Dewanto, selain akan melaporkan terjadinya kekerasan terhadap awak > Tempo, mereka juga akan memaparkan dampak lanjut dari kegiatan premanisme > yang dibiarkan oleh aparat keamanan. > > "Karena itu, kami minta komitmen lembaga tertinggi negara itu untuk > memberantas premanisme. Ini bukan soal kebebasan pers semata. Juga bukan > hanya soal proses demokratisasi, tapi ini sudah menyangkut masa depan > republik ini," tandas Dewanto > > (diks) > > > > > Start Langganan: [EMAIL PROTECTED] > Stop Langganan: [EMAIL PROTECTED] > URL to this page: http://groups.yahoo.com/group/yisc_al-azhar > Kunjungi website YISC Al-Azhar di http://yisc.al-azhar.or.id > VISI : MENUJU KOMUNITAS BELAJAR DAN BERAKHLAK > > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== >
Kronologi-edit.rtf
Description: MS-Word document

