As Ww,

Batua Mak Darul, tapi emang dasar orang Indonesia kebanyakan pada melirik ke AS semua, jadi udah kelilipan oleh gemerlapnya AS tanpa bisa mikir lagi ke yang lain. Lihat aja, Pepsi, Coca, MacD deelel. Berapa yang jatuh ke tangan orang kita? Karyawannya dibayar hanya sebatas gaji wajar. Sedangkan yang belanja, datangnya pakai mobil wah. Sedangkan di Eropah ini sudah merupakan junk food dan penyebab utama 'kegemukan' pelanggan.

Masih bisa kah kita bertahan dari invasi serba AS? Mari kita introspeksi diri masing masing.

Di Perancis lagi disorot produk alternatif Mecca Cola, sebagai pengganti Coca Cola, yang mana 10 % dari hasil bersih penjualan disumbangkan ke rakyat Palestina. Di Indonesia sudah ada satu perusahaan yang mau menjadi distributor produk tsb.

Terus , ada Euro sebagai alternatif USD. Kenapa harus kertas hijau saja yang ada dalam perhitungan laba rugi perusahaan dsb? Euro punya variasi warna, jadi lebih menarik (ini dilihat dari sisi konyolnya). Kalau nggak ada yang mulai melirik Euros untuk semua transaksi internasioanl, yah berarti kita udah tersihir USD.

Sakitu sae dul komentar ambo nan sajalan jo mukasuik Mak Darul.

Heri

 Darul Makmur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


As. Ww

Doa harus diikuti tindakan. Boikot produk Amerika, hindarkan pemakaian
dolar US sedapat mungkin.


Tks/Brgds
Darul



Do You Yahoo!? -- Une adresse @yahoo.fr gratuite et en fran�ais !
Testez le nouveau Yahoo! Mail

Kirim email ke