Berikanlah yang terbaik untuk pasangan kita

Ya Allah andai Kau berkenan, limpahkanlah kepada kami cinta
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Ummul Mu�minin
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang Imam Ali dan Fatimah Az-Zahra
Yang Kau jadikan pelabuhan rindu Muhamad dan Aisyah
Yang Kau jadikan penghias iman para mujahid dan mujahidah-Mu yang suci

Ya Allah Dengan Ridho-Mu
Jadikanlah kami sebagai suami istri
Yang saling mencintai dikala dekat
Yang saling menjaga kehormatan dikala jauh
Yang saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan
Yang saling menyempurnakan dalam peribadatan
Yang saling membahagiakan dalam ketaatan
Yang saling menguatkan dikala lemah
Yang saling menghibur dikala susah
Yang saling mengokohkan kaki tatkala tak kuat lagi melangkah

        Baiti jannati, begitu rasulullah menggambarkan potret keluarga beliau. Sebuah 
kehidupan rumah tangga yang paling bahagia, paling harmonis, paling indah. Rumah 
tangga beliau adalah rujukan utama bagi mereka yang menginginkan syurga dunia, karena 
potret kehidupan rumah tanga beliau adalah realita yang tersimpan rapi dalam catatan 
sejarah.

        Namun dari dulu hingga kini, telingga kita terus saja mendengar, mata kita 
terus saja melihat, bahkan bisa jadi kita sendiri mengalami keluarga yang tidak 
harmonis, perselingkuhan masing-masing suami istri, pertengkaran tiada henti, saling 
menyakiti, kerapuhan pasangan, saling curiga dan tidak percaya, dendam serta sakit 
hati, yang lebih parah, mungkin ada niat kita untuk melakukan perbuatan yang paling 
dibenci Allah yaitu, cerai, nahuzubillah, semoga kita semua terhindar dari perbuatan 
itu. 

Mengapa hal ini terus saja terjadi, padahal seminar dan simposium tentang keluarga 
bahagia terus saja di gelar, mulai dari gang sempit sampai hotel berbintang. Dalam 
seminar itu, keluarga rasulullah tetap menjadi sumber referensi tertinggi, tapi 
mengapa sulit menggapainya, adakah yang salah dengan niat kita berumah tangga? Kenapa 
kebahagiaan tak kunjung tiba?

        Tidak ada yang sulit dalam mewujudkan kebahagiaan rumah tangga. Yang perlu 
kita sadari betul adalah keikhlasan kita menerima segala kekurangan dan kelebihan 
pasangan masing-masing. Masing-masing berusaha memberikan yang terbaik di segala 
tempat dan waktu. Bagi suami, terbaik memberikan nafkah, terbaik membimbing istri ke 
jalan yang benar, terbaik di tempat tidur, terbaik dalam pergaulan, terbaik dalam 
beribadah, terbaik dalam kasih sayang. Begitu juga seorang istri, terbaik melayani 
suami, terbaik mendidik anak, terbaik menata rumah, terbaik di tempat tidur, terbaik 
menjaga kehormatan diri, terbaik berhias diri.

        Selain memberikan segalanya yang terbaik, sebuah kata yang perlu diperhatikan 
bagi mereka yang sedang berencana membangun rumah tangga agar diselimuti sakinah 
mawadah dan rahmah, yaitu komitmen. Komitmen untuk saling  memberi dan menerima, 
komitmen dalam ketaatan kepada Allah, komitmen terhadap segala kelebihan dan 
kekurangan, komitmen dengan niat �untuk apa  kita menikah� komitmen dengan segala 
rencana, janji dan prioritas utama yang telah disepakati. Setelah itu tugas 
masing-masing adalah menjalankan fungsi sebagai suami istri sebagaimana yang telah 
disyariatkan. 

        Dalam berbagai forum tanya jawab keluarga, banyak pasangan yang merasa tidak 
cocok, salah pilih, atau menyesal dengan pasangannya masing-masing. Itulah tabiat 
manusai, tidak puas dengan apa yang telah ditakdirkan Allah untuknya. Jika kita 
mengalami keadaan ini, tidak ada yang perlu disesali, karena apa yang telah Allah 
takdirkan itu adalah terbaik untuk kita. Pasangan kita adalah pakaian kita, tidak 
mungkin salah Allah memakaikannya. Karena jodoh, maut, rezeki adalah ketentuan Allah.

        Apa tindakan yang dapat kita ambil bila kita dalam kondisi seperti ini? 
Carilah kelebihan pasangan kita, dan buang jauh segala kekurangannya. Karena setiap 
anak cucu Adam pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kemudian jangan banyak 
menuntut hak, tapi tunaikanlah kewajiban kita. Jangan tanyakan apa yang telah 
diberikan pasangan kita untuk kita, tetapi tanyakanlah kebahagiaan apa yang telah kita 
persambahkan untuknya. Insya Allah jika kita sama-sama menyadari semua ini, baiti 
jannati, bukan sekedar mimpi.. 

Tidak akan lagi tumpah ke bumi air mata kesedihan dan penyesalan, jika kita memiliki 
kesadaran yang tinggi, bahwa kita memiliki kewajiban untuk saling membahagiakan. Yang 
ada adalah air mata syukur, karena kita tidak sendirian, ada seorang temen tempat kita 
berbagi tanpa pura-pura. Yang adalah syurga dunia, karena rumah tangga bahagia 
merupakan syurga dunia, dan neraka dunia adalah rumah tangga yang hancur, retak dan 
gersang dari cinta. Berikanlah yang terbaik untuk pasangan kita, tulus tanpa pamrih. 
(Yesi Elsandra, I�ll try to do my best for you) 

        

        



_____________________________________________________________
Get 25MB, POP3, Spam Filtering with LYCOS MAIL PLUS for $19.95/year.
http://login.mail.lycos.com/brandPage.shtml?pageId=plus&ref=lmtplus

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke