Info dari tetangga.

just in case ...siapo tau bamanfaat.
Mudah-mudahan Allah SWT manjauahkan awak dari panyakik nan ciek ko,Amin,

Salam,
Dessy





Health News
Tuesday, 1 Apr 2003 8:56:6 WIB
Yang Perlu Diketahui Tentang SARS

Wabah penyakit pernafasan sangat akut alias severe acute respiratory syndrome (SARS) bersaing merebut rasa cemas serangan AS ke Irak. Apakah itu SARS? Bagaimana mengelola penyakit itu? Inilah sekelumit informasi yang perlu Anda ketahui tentang seluk-beluk SARS.

Definisi:
Adalah Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan yang disebabkan oleh
Virus Family Paramyxovirus.

Gejala:

Demam tinggi (> 38� C), dengan satu atau lebih gangguan
pernapasan: yaitu batuk, sesak napas, napas pendek, dan kesulitan
bernapas.


Gejala lain: sakit kepala, kaku otot, tidak nafsu makan, lesu, kemerahan pada kulit, diare.


Satu atau lebih dari gejala berikut: Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit, mempunyai riwayat kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosa sebagai penderita SARS (yang dianggap sebagai kontak erat adalah orang yang merawat, tinggal serumah atau berhubungan langsung dengan cairan saluran pernapasan atau jaringan tubuh seorang penderita SARS) Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit, melakukan perjalanan ketempat yang dilaporkan adanya penderita SARS. Kemungkinan kasus: Kasus suspek dengan gambaran foto thorax menunjukkan tanda-tanda pneumonia atau respiratory distress syndroma atau seseorang yang meninggal karena penyakit saluran pernapasan yang tidak jelas penyebabnya dan pada pemeriksaan autopsi ditemukan tanda patologis berupa "Respiratory Distress Syndroma" (RDS).

Selain demam dan gejala gangguan pernapasan, SARS dapat pula
menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut: sakit kepala, kaku
otot, kehilangan nafsu makan, lemah, gangguan kesadaran
(confusion), bercak merah (rash) dan diare.

Managemen kasus Suspek (Suspect Case)


Penderita dengan gejala-gejala SARS haruslah segera melewati triage untuk dikirim ke ruang pemeriksaan atau bangsal yang sudah disiapkan.

Berikanlah masker kepada pasien.

Catat dan dapatkan keterangan rinci mengenai tanda klinis,
riwayat perjalanan dan riwayat kontak sepuluh hari terakhir
sebelum sakit.

Lakukanlah pemeriksaan radiologi (foto thorax) dan hitung
darah tepi.

Kalau foto thorax masih normal, dianjurkan untuk melaksanakan
kebersihan perorangan, menghindari daerah yang padat penduduknya,
termasuk dalam angkutan umum, dan tetaplah dirumah sampai sembuh.

Pasien yang akan keluar rumah sakit, dianjurkan untuk segera
menghubungi dokter apabila penyakitnya memburuk.

Kalau hasil foto thorax memperlihatkan adanya infiltrasi pada
satu atau kedua belah paru, dengan atau tanpa disertai infiltrasi
=> Lihat Managemen Kemungkinan Kasus (Probable Case).

Managemen Kemungkinan Kasus (Probable Case)


Kasus ditempatkan di rumah sakit diruang isolasi atau digabungkan dengan kasus yang sama.

Pengambilan sample spesimen pemeriksaan laboratorium untuk
membedakan dengan kasus pneumonia atypik adalah usap hidung dan
tenggorok.

A. Sample darah untuk biakan dan pemeriksaan serum
B. Sample Urine.
C. Sample Broncho Alveolar Lavage (Cairan Broncho Alveoli)
D. Pemeriksaan Postmortem jika dimungkinkan.


Dianjurkan agar pengambilan spesimen dilakukan setiap dua hari, beberapa laboratorium bisa memproses spesimen.

Memonitor Hitung Darah Tepi setiap dua hari.

Foto Thorax sesuai Indikasi Klinis.
Sampai saat ini, efektifitas dari penggunaan antibiotik berspektrum luas belum bisa dibuktikan dalam mengatasi perluasan SARS. Ribavirin IV dan steroit dapat menstabilkan kondisi seorang pasien dalam keadaan kritis.


Managemen Kontak Kasus Suspek Dan Kemungkinan Kasus

Persiapkanlah segala sesuatu yang bisa dipakai untuk
memastikan diagnosa.

Catat nama dan rincian informasi dari kontak.

Berikanlah nasihat jika ada demam atau tanda-tanda gangguan
pernapasan.

3.1. Laporkanlah segera kepada dokter.
3.2. Dilarang masuk kerja sampai ada izin dokter.
3.3. Hindari tempat-tempat umum sampai ada anjuran dokter.
3.4. Kurangi kontak dengan anggota keluarga dan kawan-kawan.

Petunjuk Pencegahan Infeksi Di Rumah Sakit
WHO menyarankan agar mengikuti rambu-rambu perawatan pasien SARS
dengan cermat dan melakukan tindakan pencegahan penularan melalui
udara, droplet dan kontak perawat-perawat di bagian triage harus
cepat tanggap mengarahan pasien dengan gejala seperti flu ke
tempat pemeriksaan khusus, untuk memperkecil penularan kepada
pasien lain di ruang tunggu. Kasus yang dicurigai harus
menggunakan masker operasi sampai dinyatakan bukan SARS.

Pasien dengan kemungkinan SARS harus diisolasi dan dirawat sesuai
urutan sebagai berikut:

1. Ruang tekanan negatif dengan pintu tertutup.
2. Ruang sendiri dengan fasilitas kamar mandi.
3. Pengelompokan penderita di dalam suatu tempat dengan system
ventilasi udara tersendiri.

Apabila sistem ventilasi tidak tersendiri, maka direkomendasikan
untuk mematikan AC dan membuka jendela agar ventilasi udara
menjadi lancar, tetapi sedapat mungkin, pasien yang dinyatakan
SARS dipisahkan dengan pasien yang dicurigai lainnya atau
mempunyai gejala yang sama.

Sedapat mungkin menggunakan peralatan sekali pakai (disposable)
dalam pengobatan dan perawatan pasien SARS. Apabila menggunakan
peralatan yang dipakaii berulang harus disterilkan sesuai
ketentuan, alat-alat harus dibersihkan dengan antiseptik broad
spectrum (bactericidal, fungicidal, and virusidal) dengan khasiat
yang talah teruji.

Data WHO:


Severe Acute Respiratory Syndrome, SARS. Radang Pernapasan Akut Yang Belum Diketahui Penyebabnya.


Antara tanggal 1 Februari sampai dengan 26 Maret 2003, WHO melaporkan penemuan suspek kasus SARS di Kanada (19 penderita, 3 meninggal), China, Taiwan (6 penderita, 0 meninggal), Jerman (4 penderita,0 meninggal), Hongkong (316 penderita, 10 meninggal), Singapura (74 penderita, 1 meninggal), Thailand (3 penderita, 0 meninggal), Vietnam (58 penderita, 4 meninggal), dan Inggris (3 penderita, 0 meninggal). HOTLINE: 021 - 6506568 (Instalasi Rawat Darurat RSPI - SS) http://www.infeksi.com/ Situs Resmi RSPI Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta email: [EMAIL PROTECTED]

Untuk informasi juga bisa klik situs WHO di www.who.int.(nrl)
Sumber: detikcom






_________________________________________________________________
The new MSN 8: advanced junk mail protection and 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/junkmail



RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke