Assalamualaikum ww
 
Kan zaman saisuak kita belum punya "baygon"  dan "Bay Fresh" pewangi ruangan, asok kumayan adalah sangat alternatif, terlebih bila kita menginginkan suasana lebih khusu' terutama di-tempat2 yang belum bebas nyamuk 
 
Ketimbang nenteng baygon kesana kemari mending bawa "kumayan" bila nyamuk datang menyerang tinggal dibubuhi aja sedikit diatas bara api rokok (beruntung yaa yang punya kebiasaan merokok) nyamuk akan lari menjauh
 
Tinggal lagi bila kepingin do'a makbul, baca dulu buku petunjuk tatib berdo'a, yang pentingkan kita itu berdo'a / memohon kepada "siapa?"
 
Kalau kepada selain Allah, kabarnya sih .... gampang2 banget dikabulkan, lhaa .. kita nggak usah terlalu takut sama bau kemenyan (terlebih malam juma't kliwon, hhhiiiii  .... hiiiiii), toh kemenyan itu kan juga satu dari jutaan nikmat Allah, jadi tinggal gunakan sesuai menurut redha Allah saja
 
wasalam
abpiliang
-----Original Message-----
From: hendrizal piliang [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, June 01, 2003 8:38 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] doa & kemenyan
waalaikum salam sidang RN nan terhormat sepesialnya Mak Zul nan di kuta bali semoga kito sadonyo ado dalam lindungan Allas swt, dan selamat berakhir pekan bagi yang lagi menikmati weekend, kalo manuruik ambo nan awam ko a iko mungkin kebiasaan urang minang saisuak sabalun masuaknyo islam , katokan lah kebiasaan agama nan di anuik dek urang minang sabalun datangnyo islam jadi sasudah datangnyo islam kebiasaan ko tabaok taruih sampai kini, itu cuma pandapek ambo sajo mak, kalo indaknyo antah lah a,  tapi alangkah baiak nyo kalo di hilangkan supayo sasuai jo ABSSBK tadi, sekian dulu dari ambo, salam sakali lai a untuak warga RN spesialnyo Mak Zul nan di kuta bali a,
wassalam,
hendri 22 piliang di padang

zul amri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualikum wr.wb
 
.... di kudung
Namun dalam pelaksanaannya kita kadang terlupa dan terlena bahwa apa yang telah kita laksanakan tidak sesuai dengan ajaran agama itu sendiri . Contoh kecil saja yang mungkin sampai detik ini masih dilakukan oleh sebagian warga minang baik didalam pesta perkawinan , bertagak gala ataupun acara seratus hari meninggalnya seseorang selalu diadakan acara doa agar apa yang dimukasuik tercapai .
Sebelum doa dimulai maka terlebih dahulu disiapkan juadah yang berisi api , yang maksudnya untuk pembakar kemenyan (  *  )
Yang menjadi pertanyaan disini kenapa harus menggunakan kemenyan , apakah hal ini ada tuntunannya didalam syarak ??
Konon khabarnya , setelah saya bertanya kepada beberapa orang mengapa setiap doa ditempat baralek selalu disertai kemenyan agar lebih khusuk dan mustajab katanya .
Barangkali ada sanak anggota R/N yang saya hormati , bisa menjelaskan masalah ini .
 
Wassalam : udazul (54) di bali
( * ) kemenyan adalah sejenis komoditi hasil hutan yang kalau dibakar mengeluarkan bau wangi , biasanya digunakan untuk bahan baku dupa dan adakalanya dipakai campuran rokok di jawa

Kirim email ke