Assalamu'alaikum wr. wb. Apo bana isi PP 88/1999, kok ado doens nan tahu tolonglah dilewakan. Namun mancaliak dari asanyo silang sangketo iko ialah dari Jakarta, nampaknyo PP iko dibuek tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat terkait. Ikolah salah satu kelemahan system NKRI, sagalonyo diatur dari Jakarta. Salam
St. Bagindo Nagari ----- Original Message ----- From: "aber_jambak" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, June 04, 2003 11:31 AM Subject: Re: [RantauNet.Com] Setiawan Jodi, Jangan asal ngomong > Warga Protes Setiawan Djodi > Putra Utama: Jangan Asal Ngomong > By padangekspres > Rabu, 04-Juni-2003, 03:36:31 WIB > > > Lubukbasung, Padek—Beberapa tokoh masyarakat > Kabupaten Agam melancarkan protes keras menyusul > pernyataan Setiawan Djodi, ketua Kantata yang dinilai > justru memprovokasi masyarakat Kabupaten Agam untuk > bereaksi lebih keras. > > > Pasalnya, Djodi justru menuntut revolusi terhadap > pihak-pihak yang menentang pelaksanaan PP 84/1999 tentang > perluasan wilayah Kota Bukittinggi yang mencaplok wilayah > Kabupaten Agam. > > Bahkan, Ketua DPRD Agam Putra Utama menyebut, Setiawan > Djodi hanya asal ngomong tanpa memikirkan apa yang akan > disampaikan. Malah disarankan, sebelum mengeluarkan > statemen Djodi sebagai orang besar di level nasional harus > melakukan analisis dan kajian mendalam. > > ”Jangan hanya gara-gara dijamu makan, lalu > mengeluarkan statemen yang menunjukkan keberpihakan pada > salah satu daerah yang bertikai,” tegas Putra Utama. > > Protes keras itu disampaikan Putra Utama menanggapi > statemen Setiawan Djodi (baca Padang Ekspres, Selasa > (3/6)) yang justru mengapungkan wacana revolusi terhadap > pihak-pihak yang menentang pelaksanaan PP 84/1999 tentang > perluasan wilayah Bukittinggi yang menurut Putra Utama > berisi muatan yang sangat luar biasa bahkan berpotensi > terjadi ekses langsung dalam masyarakat. > > Putra Utama meminta Djodi merinci keterangan tentang makna > revolusi yang dimaksud. ”Ini sensitif, apalagi saat > ini suasana sudah colling down, karena masalah itu sedang > dalam agenda pembahasan ditingkat pusat, jadi jangan > dipancing pula dengan statemen yang justru bisa memicu > munculnya reaksi keras, jangan mentang-mentang sedang > memunculkan wacana revolusi biru, masalah PP 84/1999 juga > dipakai istilah revolusi pula,” tegasnya. > > Putra Utama justru sangat berharap, pihak-pihak yang sama > sekali tidak mengetahui duduk permasalahan yang > sesungguhnya bisa betul-betul menganalisa masalah > penolakan rakyat Agam itu. ”Apa rakyat Agam yang > menentang PP perluasan wilayah itu yang akan direvolusi, > apa memang itu keinginan Setiawan Djodi,” tegasnya > lagi. > > Jangan Memprovokasi > > Suara-suara keras menentang statemen Setiawan Djodi yang > mengaku sebagai tokoh nasional tersebut juga mengalir di > Lubukbasung, terutama dari ketua BPRN Gadut, Kecamatan > Tilatang Kamang, Dt Rajo Lelo, Ketua LSM LKPM Sumbar Ir > Suardi M dan beberapa tokoh muda partai di Kabupaten Agam, > seperti M Syukur dan Ir Bismar Andal yang menyebutkan, > Djodi justru sengaja mencari popularitas dengan membelah > kembali wacana panas yang justru sudah mulai mendingin di > wilayah Kabupaten Agam. > > Bahkan, menurut Dt Rajo Lelo, Djodi yang sama sekali tidak > pas dengan masalah penolakan masyarakat Kabupaten Agam > terhadap PP 84/1999 tersebut. ”Dia itu orang mana? > Jangan usik masyarakat kami. Jangan provokasi masyarakat > kami. Biarlah pemerintah pusat yang menentukan, apa dia > tahu masalah yang sebenarnya, jadi jangan asal > bunyi,” ungkap tokoh ninik mamak yang terkenal vokal > tersebut. > > Malah, dia meminta Djodi meluruskan pernyataannya, agar > masyarakat Agam tidak berpandangan lain terhadap Djodi > yang selama ini dikenal sebagai budayawan, seniman atau > pengusaha yang dianggap netral dan tidak berpihak. > > Hal serupa dikatakan Suardi M,M.Syukur dan Bismar Andal > yang justru sangat berharap tokoh-tokoh yang berkeinginan > yang melongok permasalahan di daerah lain, harus > betul-betul melakukan pemahaman mendalam terhadap konteks > masalah.”Jangan asal ngomong, yang justru dirugikan > adalah masyarakat, apa memang demikian komitmen seorang > Setiawan Djodi,” tegas Suardi mengaku prihatin. > > Sementara informasi yang diperoleh Padang Ekspres, > Setiawan Djodi yang ketua Kantata, ketua komite kamar > dagang dan beberapa jabatan lain tingkat nasional yang > disandangnya saat ini, diyakinkan tidak mengetahui bahwa > penolakan terhadap perluasan wilayah itu justru dilakukan > masyarakat, bukan oleh segelintir orang atau kelompok > seperti reaksi-reaksi signifikan yang dilakukan masyarakat > Agam beberapa bulan lalu. Namun, kondisinya setelah > membaca statemen Setiawan Djodi di harian ini kemairn, > justru warga kembali emosi.(men) > ============================================================================ =============== > "TELKOMNet Instan memberikan diskon 40% untuk akses malam hari dari pukul 23.00 sampai 06.00. > Berlaku untuk wilayah Jawa Timur mulai 1 Mei 2003 sampai 30 Juni 2003." > ============================================================================ =============== > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php > ----------------------------------------------- > > Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: > http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

