Pelajar dan Mahasiswa Muslim di LN Dukung RUU Sisdiknas
Sumber : Siaran Pers
detikcom - Jakarta, Pro kontra RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) juga bergaung ke luar negeri. Pelajar, mahasiswa dan masyarakat muslim RI di manca negara mendukung disahkannya RUU Sisdiknas oleh DPR hari ini, Selasa (10/9/2003).

Dalam pernyataan sikapnya yang mampir ke redaksi detikcom, Selasa pagi, mereka menuntut dan mendesak ketegasan pemerintahan Megawati dan kalangan DPR untuk segera mengesahkan RUU Sisdiknas. Alasannya, RUU tersebut dinilai sudah sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM) dan tuntutan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Pelajar, mahasiswa dan masyarakat di luar negeri itu juga menyayangkan sikap fraksi DPR yang menolak pengesahan RUU Sisdiknas. Hal itu dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kepada masyarakat Indonesia di seluruh dunia, mereka mengajak untuk memberi dukungan dan menuntut pemerintah dan DPR untuk mengesahkan RUU Sisdiknas.

Seluruh masyarakat muslim Indonesia di seluruh dunia juga diminta untuk memanjatkan do'a bersama agar Allah SWT segera melapangkan jalannya pengesahan RUU Sisdiknas. Do'a dilaksanakan di tempat dan sesuai dengan waktu masing masing selepas salat Isya pada tanggal 9 Juni dan 10 Juni 2003.

Mereka pun menuntut dan mendesak pihak-pihak yang menolak terwujudnya bangsa dan negara Indonesia yang ber-azaskan Ketuhanan Yang Maha Esa di dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika, untuk bersikap obyektif dan rasional demi terdukungnya kebebasan HAM, kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Mereka juga mendukung diambilnya tindakan kepada pihak-pihak yang melanggar hal tersebut.

Kemudian, mengajak seluruh masyarakat dan elemen bangsa Indonesia untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa tanpa terprovokasi oleh hal-hal yang bisa menyebabkan perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Kepada segenap umat beragama diserukan untuk bersikap saling menghormati, yang tercermin dengan dukungannya terhadap RUU Sisdiknas, sebagai proses pembelajaran bangsa untuk saling menghormati dan menghargai serta saling percaya dalam koridor kesatuan negara.

Terakhir, mereka menuntut dan mendesak Presiden Megawati Soekarnoputri untuk mundur dari tampuk pemerintahannya jika tidak mampu menjalankan amanat mayoritas bangsa Indonesia.

Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Eropa Faisal Nirwan, Ketua KAMMI Jepang Edy Marwanta, Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir Saiful Bachri dan Ketua Keluarga Islam Britania Raya (KIBAR) Inggris Tubagus Nur Ahmad Maulana.

Kemudian, Ketua Keluarga Muslim de Gromiest Belanda Iman Santoso, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman (Forkom Jerman) Yasman, Ketua Persatuan Karyasiswa Nahdatul Ulama Jerman (PERKANU-Jerman) Maemun Jundy Robbani, Koordinator Keluarga Islam Aachen (KIA) Jerman Arifudin Idrus dan Koordinator Keluarga Muslim Hannover (KMH) Jerman Hadi Suryo Pardianto.(ani)

Kirim email ke