Suatu hari seorang guru menulis kalimat "Woman without her man is nothing" di papan putih dan menyuruh murid-muridnya meletakkan tanda bacaan untuk memberikan penekanan dan intonasi yang lebih meyakinkan.
Seorang murid laki-laki tampil dan setelah merenung-renung ayat itu dia telah meletakkan tanda-tanda bacaan yang tertentu hingga kalimat itu dibaca seperti berikut:
"Woman, without her man, is nothing"
Usaha pelajar ini mendapat sorakan semua murid laki-laki. Dengan bangganya murid ini duduk dan di tempatnya dan sorakan masih terus terdengar.
Kemudian tampil seorang murid wanita. Dia mengerling kepada semua yang hadir di dalam dewan. Kemudian, dengan penuh yakin dia meletakkan tanda-tanda bacaaan yang berbeda hingga kalimat itu dibaca seperti berikut:
"Woman, without her, man is nothing"
Seluruh kelas menjadi sunyi sepi. Masing-masing tergumam. Akhirnya semua mata tertumpu kepada guru.
"Nah.....", kata guru itu."Kamu sudah melihat, bukan. Kita bisa menjadi apa yang kita inginkan" Lalu keluar meninggalkan kelas.
 
Dari  buku …….Dr HM Tuah Iskandar al-Haj, "Membina Hati Bahagia", (111-112)
 
 
 
 

Kirim email ke