ambo dapek dari palanta lain, iko dapek juo jadi bahan sanak nan ikuik MLM dan yg nan ka ikuik
 
Salam
Is, 33
 
Subject: 10 kebohongan MLM

10 KEBOHONGAN MLM (1)
Robert L. FitzPatrick
-
Multi Level Marketing (MLM) bertumbuh dan
perusahaan-perusahaan anggotanya berlipat-ganda.
Permintaan untuk bergabung terjadi dimana-mana. Kesan
yang ditimbulkan adalah bahwa ini adalah "gelombang
masadepan", model bisnis yang tepat waktunya,
bertumbuh dalam usaha yang sah yang diterima umum, dan
diklaim bahwa bisnis ini akan menggantikan sebagian
besar bentuk pemasaran dan penjualan. Banyak orang
dituntun untuk percaya bahwa sukses dapat dicapai
dengan mempercayai sistem ini dengan setia dan
mengikuti cara-caranya dan sementara itu semua orang
akan menjadi distributor.
-
Analisis saya akan bisnis MLM didasarkan pada 14 tahun
pengalaman sebagai konsultan perusahaan khususnya
dalam bidang distribusi dan lebih dari 10 tahun
penelitian dan pengalaman menulis tentang model MLM.
Ini termasuk ikut serta sebagai saksi ahli dalam
pengadilan, korespondensi dengan lebih dari 1.500
orang, menulis buku, diwawancarai oleh radio, TV,
surat kabar dan majalah, dan studi secara hati-hati
terhadap berbagai praktek MLM.
-
Penelitian ini menunjukkan bahwa model bisnis MLM yang
dipraktekkan banyak perusahaan, adalah tipu-daya
pemasaran. Dalam kasus-kasus itu, bisnis ini terutama
berbentuk skema untuk secara terus-menerus memasukkan
distributor dan sedikit sekali produk yang dijual
kepada konsumen yang tidak menjadi distributor.
-
Secara umum, industri MLM mengklaim potensi
penghasilan distributor yang menjanjikan, diskripsinya
mengenai model bisnis 'jaringan' dan ramalannya
mengenai tujuan untuk mengendalikan distribusi produk
sama sahnya seperti keabsahan penampakan piring
terbang (UFO) dalam dunia sains.
-
Secara finansial, kemungkinan seseorang memperoleh
sukses keuangan dalam kondisi demikian tidak kalah
dengan kemungkinan seseorang menang di meja judi Las
Vegas.
-
Legalitas sistem MLM dilandaskan pada keputusan tahun
1979 terhadap satu
perusahaan MLM. Pengaturan legalitas yang diputuskan
pun umumnya diabaikan
dalam industri ini. Langkanya undang-undang atau
pengaturan para pajabat
negara yang berwewenang juga memungkinkan industri ini
berkembang terus
dibalik hukuman yang dilakukan Penuntut Umum atau FTC.
-
MLM tidak dirumuskan atau diatur seperti halnya
waralaba (franchise). MLM dapat dibentuk tanpa
persetujuan pemerintah. Tidak ada undang-undang yang
berkaitan dengan skema piramid. Banyak keputusan
anti-piramid dari negara-negara bagian kabur dan
lemah. Peraturan pemerintah biasanya menuntut,
terutama untuk membuktikan bahwa perusahaan itu
berskema piramid.
Proses demikian bisa memakan waktu bertahun-tahun, dan
pada waktu itu, dampak haram yang dialami langganan
sudah terjadi. Sebenarnya, sekalipun piramid MLM
ditutup, para promotornya segera membentuk perusahaan
baru dengan nama baru dan kembali mengecoh masyarakat.
-
Kartu skor ekonomi MLM' dicirikan dengan tingkat
kegagalan yang masif dan kerugian finansial jutaan
langganan. Struktur, dimana posisi dalam rantai
penjualan yang tidak berujung secara matematis, tidak
stabil dan system yang tidak membatasi jumlah
distributor pada pasar secara jelas tidak stabil.
Bisnis inti MLM - penjualan langsung secara pribadi -
bertentangan dengan kecenderungan teknologi
komunikasi, distribusi yang efketif dalam biaya, dan
perilaku beli konsumen dalam memilih. Aktivitas
penjualan eceran, dalam kenyataannya, hanya dalih
bisnis inti - menggait investor dalam organisasi
piramid yang menjanjikan pertumbuhan penghasilan yang
eksponensial.
-
Seperti dalam semua skema piramid, penghasilan
distributor dilapisan atas dan keuntungan perusahaan
datang dari pemasukan dari investor-investor baru di
dasar yang terus menerus. Dipandang dari keuntungan
perusahaan dan kemakmuran kelompok elit di puncak
industri MLM, model ini dapat mengecoh mereka yang
kurang mengerti, sama halnya dengan yang dilakukan
oleh semua skema piramid sebelum mereka rontok atau
dibuka kelemahannya oleh yang berwewenang.
-
Pemasaran ini menipu karena memanipulasi kepercayaan
umum, kebutuhan social dan pribadi, dan beberapa
kecenderungan ekonomi yang terlihat dalam pertumbuhan
MLM, daripada kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan.
Pemasaran yang menipu ini tertolong oleh langkanya
secara umum evaluasi profesional atau penyelidikan
oleh media bisnis yang punya reputasi.
Konsekwensinya, sebuah dilusi populer didukung kesan
bahwa MLM adalah pilihan investasi bisnis dan karier
yang hidup terus yang menjanjikan untuk setiap orang
dengan kemungkinan sukses, dapat disamakan atau lebih
baik dari perdagangan, profesi, lapangan kerja atau
bisnis lainnya.
-
Mereka yang memilih MLM 'sebenarnya bukan masyarakat
konsumen tetapi investor yang mengharapkan keuntungan.
Pasar investor demikian bertumbuh pesat pada masa
transisi ekonomi, globalisasi dan PHK. Janji-janji
penghasilan yang cepat dan mudah dengan gambaran
kemakmuran dan kebahagiaan tak terhingga juga
memainkan peran besar dalam pemasaran demikian.
Kepercayaan pemasaran MLM ditujukan kepada distributor
yang prospektif daripada promosi produk kepada
pembeli. Produk sesungguhnya bukanlah pelayanan tilpon
jarak jauh, pil-pil vitamin, obat kesehatan atau
pelumas kulit, tetapi gambaran yang dijanjikan dalam
investasi menjadi distributor, yang secara menipu
digambarkan dengan bayangan penghasilan tinggi, waktu
yang diperlukan hanya sedikit, investasi modal kecil
dan sukses dalam waktu dekat.
-
Kata Kebohongan (lie), memang memprovokasi dan
digunakan disini untuk tujuan provokatip. Pada
beberapa tingkat, setiap orang yang berpartisipasi
dalam MLM dimana sedikit penjualan terjadi secara
tidak sadar menipu dirinya sendiri. Banyak yang duduk
dipuncak organisasi ini berbohong kepada semua orang.
Penipuan terselubung ada dalam sistem meresapi
pemasarannya.
Berikut adalah 10 kebohongan yang saya temukan yang
dapat dijumpai dalam nyaris
semua MLM yang saya pelajari.
-
 
10 KEBOHONGAN MLM (2)
Robert L. FitzPatrick
-
Kebohongan #1:
MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang
lebih baik untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar
dibandingkan dengan model bisnis dan profesional
konvensional lainnya.
-
Kebenaran:
Bagi kebanyakan investor MLM praktek ini akan
merupakan kerugian. Ini bukan pendapat, tetapi
kenyataan sejarah. Timbanglah beberapa contoh penting
yang
terjadi pada MLM besar berikut:
-
Dalam MLM yang terbesar, Amway, hanya � persen dari
semua distributor menjadi basis langsung sebagai
distributor, dan pendapatan rata-rata semua
distributor adalah $40 sebulan. Ini adalah pendapatan
kotor sebelum dikenai pajak dan ongkos-ongkos. Bila
biaya dijadikan faktornya, sudah jelas bahwa hampir
semua mengalami kerugian. Menjadikannya agar
memasarkan secara 'langsung' bagaimanapun bukanlah
karcis menuju keuntungan, tetapi menuju kerugian yang
lebih besar lagi. Ketika Jaksa Agung Wisconsin
mengajukan tuntutan kepada Amway, pajak dari semua
distributor di Amerika Serikat menunjukkan rata-rata
kehilangan $918 bersih untuk pemerintah.
-
Penjualan yang luar biasa dan kegagalan pemasaran
menjadi faktor utama dari kegagalan ini, namun
walaupun bisnis ini lebih layak, perhitungan matematik
saja sudah akan membatasi kesempatan demikian. Tipe
struktur bisnis MLM hanya dapat menunjang sekelompok
kecil pemenang. Bila satu orang membutuhkan 1.000
orang down-line untuk mendapatkan penghasilan yang
berkelanjutan, dan 1.000 orang itu membutuhkan satu
juta orang untuk mengulangi sukses yang sama, berapa
banyak orang sebenarnya yang dapat bergabung sebagai
anggota?
Kebanyakan dari yang disebut pertumbuhan pada dasarnya
adalah pengulangan dari terkecohnya
pendaftar-pendaftar baru. Uang untuk pemenang yang
sedikit diperoleh dari banyak pendaftar-pendaftar baru
yang masuk secara terus menerus.
-
Kebanyakan mereka yang rugi dalam MLM akan keluar pada
tahun pertama. Pada pengadilan Melaleuca di tahun
1999, salah satu dari MLM besar di Amerika Serikat,
perusahaan itu mengaku mencapai tingkat pengumpulan
tertinggi diantara para distributor industri MLM.
Tingkat drop-out Melaleuca adalah 5.5% per bulan. Ini
berarti sekitar 60% per tahun bila drop out diganti
setiap bulan.
-
Dalam laporan tahunan kepada SEC, Pre-Paid Legal, MLM
besar lainnya, terungkap bahwa lebih dari setengah
pelanggan dan distributor berhenti setiap tahun dan
digantikan oleh kelompok lain yang masih memiliki
pengharapan akan bisnis ini.
-
Pola yang mencapai 50-70% dari semua distributor dalam
setahun juga berlaku untuk NuSkin, industri kedua
terbesar dalam MLM. NuSkin juga menunjukkan contoh
dimana hanya kecil sekali persentasi distributor yang
memperoleh keuntungan mayoritas komisi perusahaan. Di
tahun 1998, NuSkin membayarkan 2/3 dari seluruh
komisinya kepada hanya 200 upliners dari 63,000
distributor yang "aktif." Uang yang mereka terima
diperoleh langsung dari investasi yang tidak
menguntungkan dari 99,7% lainnya.
-
Di tahun 1995, Excel Communications, MLM "yang cepat
berkembang" lainnya, melaporkan kepada pejabat adanya
86% tingkat pergantian distributor dan 48%
tingkat drop-out pelanggan.
-
Untuk mengaburkan angka-angka keanggotaan yang suram,
beberapa MLM membagi para distributor dalam dua kelas,
"aktif" dan "pasif." Kelompok Aktif mencakup hanya
para anggota baru dan mereka yang masih membeli
produk-produk atau menerima komisi. Statistik
pembayaran dan penerimaan komisi hanya terbatas pada
mereka yang termasuk "golongan Aktif."
-
Bila SEMUA distributor yang terlibat dimasukkan,
kerugian dan penghasilan rata-rata akan makin
terungkap lebih buruk lagi. Dan, bila semua
distributor yang terdaftar dan keluar dalam beberapa
tahun dimasukkan, mujizat sukses bagi
distributor/investor baru akan terlihat rendah rekali.
Namun, perusahaan-perusahaan demikian akan tetap
mempromosikan bisnis mereka sebagai "kesempatan seumur
hidup" dengan "pontensi yang tidak terbatas."
-
Kebohongan #2:
Pemasaran Jaringan adalah cara yang paling populer dan
efektif untuk memasarkan produk ke pasar. Pelanggan
menyukai membeli produk dengan dasar satu-kepada-satu
dalam model MLM.
-
Kebenaran:
Bila kita melepaskan MLM dari aktivitas resmi
penjualan ke-distributoran yang terus menerus, yaitu
cara penjualan eceran atas dasar satu-kepada-satu
produk kepada pelanggan, kita akan menjumpai sistem
penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis
diatas mana seluruh struktur bertumpu.
Penjualan secara pribadi adalah hal masalalu, bukan
gelombang masa depan. Menjual
secara eceran secara langsung kepada teman-teman atas
dasar satu-kepada-satu menuntut orang-orang untuk
secara drastis mengubah kebiasaan belanja mereka.
Mereka harus membatasi pilihan mereka, sering harus
membayar lebih untuk barang-barang, membeli dengan
enggan, dan secara janggal melakukan transaksi dengan
teman dekat dan keluarga. Pengeceran dari
pintu-ke-pintu yang tidak layak itulah sebenarnya MLM,
dalam kenyataan, MLM adalah sebuah bisnis yang hanya
menjual kesempatan untuk merekrut distributor baru.
-
 
10 KEBOHONGAN MLM (3)
Robert L. FitzPatrick
-
Kebohongan #3:
Pada akhirnya semua barang akan dijual dengan MLM,
sebuah bentuk pemasaran yang baru. Toko-toko eceran,
mal-mal, katalog dan sebagian besar iklan oleh MLM
akan segera dianggap tidak lagi diperlukan.
-
Kebenaran:
MLM bukan hal baru. Itu sudah muncul sejak akhir
dasawarsa 1960-an.
Kenyataannya, saat ini hanya mencapai kurang dari satu
persen penjualan eceran di Amerika Serikat. Menurut
Departemen Perdagangan Amerika Serikat, di tahun 2000,
jumlah penjualan eceran adalah $3.232 triliun dan
jumlah penjualan melalui MLM hanya sekitar $10 milyar.
Jumlah ini hanya sekitar sepertiga persen dan sebagian
besar penjualan dibeli calon-calon distributor yang
masih penuh harapan yang sebenarnya membayar uang
pendaftaran memasuki suatu bisnis yang segera akan
mereka  tinggalkan. Bukan saja penjualan melalui MLM
tidak terlalu berarti di pasar, tetapi kegagalan MLM
sebagai model penjualan juga berdampak pada faktor
lain yaitu mempertahankan pelanggan. Sebagian besar
langganan MLM akan berhenti membeli barang-barang
secepat mereka berhenti mencari "kesempatan bisnis."
Tidak ada loyalitas pada merk produk.
-
Fakta-fakta dasar ini menunjukkan, sebagai model
pemasaran,  MLM tidaklah menggantikan bentuk-bentuk
pemasaran yang sudah ada. Itu sama sekali tidak
menyaingi pendekatan pemasaran yang lain. sebaliknya,
MLM mewakili sebuah skema investasi yang menggunakan
bahasa pemasaran dan penjualan barang.
Produk sebenarnya adalah ke distributoran yang dijual
dengan janji-janji penghasilan yang memberi kesan
keliru dan dibesar-besarkan. Orang-orang membeli
produk agar memperoleh posisi yang aman dalam piramid
penjualan.
Kemungkinannya selalu dikemukakan bahwa seseorang akan
kaya bila tidak dari usaha sendiri akan datang dari
orang tak dikenal yang akan bergabung sebagai
'downline,' yang disebut mereka sebagai 'ikan besar'.
-
Pertumbuhan MLM bukanlah manifestasi dari nilainya
kepada ekonomi, pelanggan atau distributor, tetapi
dari ketakutan ekonomi dan rasa tidak aman masakini
yang tinggi dan pengharapan yang meningkat akan
kemakmuran yang cepat dan mudah. Ini bertumbuh dengan
cara yang sama seperti penjualan sehari-hari di bursa
saham, perjudian resmi dan undian.
-
Kebohongan #4:
MLM adalah sebuah cara hidup yang baru yang
menjanjikan kebahagiaan dan pemenuhan harapan. Ini
adalah cara untuk mencapai semua hal baik dalam hidup
ini.
-
Kebenaran:
Motivasi yang paling ditonjolkan dalam industri MLM
yang dapat dilihat dalam brosur-brosur industri ini
dan persentasi pertemuan-pertemuan promosi, adalah
sebuah bentuk materialisme yang mencolok.
Perusahaan-perusahaan 'Fortune 100 companies' akan
merah mukanya bila dibandingkan dengan janji-janji
kemakmuran dan kemewahan yang ditawarkan penjual MLM.
Janji-janji ini ditawarkan sebagai tiket pribadi
menuju pemenuhan harapan hidup  mandiri. Promosi MLM
yang berlebihan menuju kemakmuran dan kemewahan
bertentangan dengan keinginan sebagian besar orang
akan pekerjaan yang berarti dan memenuhi bakat dan
minat mereka. Pendeknya, budaya bisnis ini
menyimpangkan banyak orang dari nilai-nilai dan
keinginan pribadi untuk mengungkapkan bakat dan minat
mereka yang unik.
-
Kebohongan #5: MLM adalah sebuah gerakan spiritual.
-
Kebenaran:
Penggunaan konsep spiritual seperti kesadaran akan
kemakmuran dan visualisasi kreatip untuk mempromosikan
pendaftaran MLM, penggunaan kata-kata seperti
'persaudaraan' untuk menjelaskan sebuah organisasi
penjualan, dan klaim bahwa MLM adalah pemenuhan
nubuatan Alkitab tentang prinsip-prinsip Kristiani,
adalah penyimpangan dari praktek Kristen yang benar.
Mereka yang memusatkan pengharapan dan impian mereka
sebagai jawaban atas doa-doa mereka kehilangan
pengertian sebenarnya akan arti spiritualitas
sebenarnya yang diajarkan oleh agama-agama dan
kepercayaan-kepercayaan
besar umat manusia. Penyalah gunaan prinsip-prinsip
spiritual seharusnya menjadi tanda bahwa kesempatan
investasi itu menyesatkan. Bila sebuah produk
dibungkus dalam bendera atau agama, pembeli harus
waspada! 'kekeluargaan' dan 'dukungan' yang ditawarkan
oleh organisasi-organisasi MLM  kepada calon-calon
anggota baru bergantung sepenuhnya dari penjualan
mereka. Bila penjualan dan pemasukan pendaftar baru
menurun, begitu juga 'kekeluargaan' itu.
-
Kebohongan #6:
Sukses dalam MLM adalah mudah. Teman-teman dan
keluarga adalah calon yang alami. Mereka yang
mencintai dan mendukung akan menjadi pelanggan seumur
hidup.
-
Kebenaran:
Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan teman atau
penggunaan kehangatan hubungan yang dibutuhkan dalam
program pemasaran MLM merupakan elemen yang merusak
dalam masyarakat dan tidak sehat bagi perorangan yang
terlibat.
Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan loyalitas
persahabatan untuk membangun bisnis dapat
menghancurkan fundasi sosial seseorang. Hal itu
menekankan hubungan yang tidak akan pernah
mengembalikan kepada dasar asli dari cinta, loyalitas
dan dukungan. Diatas aspek sosial yang merusak,
pengalaman menunjukkan bahwa sedikit manusia menikmati
atau menghargai bujukan keluarga dan teman untuk
membeli produk yang ditawarkan.
-----
 
10 KEBOHONGAN MLM (4)
Robert L. FitzPatrick
-
Kebohongan #7:
Anda dapat mengerjakan bisnis MLM pada waktu senggang.
Sebagai bisnis, MLM menawarkan kebebasan yang paling
besar dan kebebasan waktu perorangan.
Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan
penghasilan yang cukup berarti dan dapat bertumbuh
menjadi penghasilan yang besar, dan menjadikan
pekerjaan lainnya tidak diperlukan lagi.
-
Kebenaran:
Puluhan tahun pengalaman melibatkan jutaan orang
membuktikan menghasilkan uang di MLM membutuhkan
komitmen waktu yang tidak sedikit termasuk tipu daya,
keuletan dan penipuan perorangan. Melebihi diperlukan
sedikit kerja keras dan sikap khusus, model bisnis
pada dirinya sendiri mengkonsumsi lebih banyak wilayah
kehidupan dan waktu seseorang. Dalam MLM, semua orang
adalah bakal calon. Setiap waktu bangun adalah waktu
yang potensial untuk pemasaran. Tidak ada batasan
tempat, orang-orang, atau waktu untuk penjualan.
Sebagai konsekwensi, tidak ada tempat dan waktu luang
atau
sekali seseorang bergabung dalam sistem MLM.
-
Dibalik kedok untuk menghasilkan uang secara mandiri,
sistem ini mengontrol dan mendominasi segenap aspek
khidupan orang-orang dan membutuhkan keloyalan ketat
pada program. Ini terlihat dari kenyataan mengapa
begitu banyak orang yang sudah terlibat terlalu dalam
akan berakhir dengan kebutuhan dan ketergantungan akan
MLM secara mati-matian.  Mereka mengasingkan atau
membubarkan hubungan-hubungan lain yang
berkesinambungan.
-
Kebohongan #8:
MLM adalah bisnis baru yang positif dan dapat
diandalkan, yang meneguhkan jiwa dan kebebasan pribadi
manusia.
-
Kebenaran:
Brosur-brosur pemasaran MLM menunjukkan kebanyakan
pesannya adalah untuk melepaskan rasa takut manusia
dan berdasarkan menipuan akan potensi penghasilan.
Bujukan sering mencakup ramalam tentang hancurnya
bentuk-bentuk distribusi lainnya, disintegrasi tentang
ketidak pekaan perusahaan Amerika, dan langkanya
kesempatan pada profesi atau lain. Profesi,
perdagangan dan bisnis konvensional secara rutin
direndahkan dan disalahkan karena tidak menjanjikan
'penghasilan yang tidak terbatas.' Pekerjaan
digambarkan sebagai perbudakan bagi mereka 'yang
kalah.' MLM digambarkan sebagai harapan terbesar untuk
banyak orang. Pendekatan ini, sebagai tambahan
penipuan, sering mendatangkan efek yang menakutkan
orang-orang yang sebenarnya ingin menggapai visi
sukses dan kebahagian mereka yang unik. Kesempatan
bisnis yang sehat tidak perlu mendasarkan semangatnya
pada ramalan-ramalan dan peringatan-peringatan yang
negatip.
-
Kebohongan #9:
MLM adalah pilihan terbaik untuk memiliki perusahaan
sendiri dan memperoleh kebebasan ekonomis yang
sebenarnya.
-
Kebenaran:
MLM bukan pekerjaan-mandiri yang sebenarnya.
'Memiliki' sebuah kedistributoran MLM adalah ilusi.
Beberapa perusahaan MLM melarang distributornya untuk
juga mengembangkan down-line baru. Sebagian besar
kontrak MLM memudahkan pemutusan kedistributoran dan
cepat bagi perusahaan.
Bila terjadi pemutusan, down-lines dapat diambil
dengan segala cara.
Keanggotaan membutuhkan kepatuhan yang ketat akan
model 'duplikasi,' bukan kebebasan pribadi dan
individualitas. Distributor MLM bukan pengusaha tetapi
peserta dalam sistem hirarki yang kompleks dibawah
mana mereka hanya memiliki sedikit kontrol.
-
Kebohongan #10:
MLM bukan skema piramid karena menjual produk.
-
Kebenaran:
Penjualan produk tidak lain hanyalah usaha pengamanan
diri terhadap peraturan-peraturan anti-piramid atau
praktek-praktek dagang yang tidak jujur yang
dikeluarkan oleh undang-undang negara. MLM yang
menjual barang-barang yang bermanfaat, produk yang
berkwalitas telah berhasil diadili oleh para pejabat
negara dibawah undang-undang anti-piramid. MLM
adalah bentuk bisnis yang sah hanya dibawah
persyaratan yang ketat yang dikeluarkan oleh FTC dan
Jaksa Agung. Banyak MLM sekarang melanggar ketentuan
itu dan tetap beroperasi hanya karena mereka belum
diadili.
Peraturan pengadilan yang baru menentukan peraturan
70% untuk menilai sah tidaknya sebuah MLM. Sedikitnya
70% dari barang-barang yang dijual oleh perusahaan MLM
harus dijual kepada bukan distributor. Standar ini
akan menempatkan sebagian besar perusahaan MLM di luar
hukum. MLM terbesar mengaku bahwa hanya 18%
penjualannya yang dijual untuk umum non-distributor.
-
Robert L. Fitzpatrick adalah presiden Pyramid Scheme
Alert dan
mitra-penulis buku, False Profits: Seeking Financial
and Spiritual Deliverance in
Multi-level Marketing and Pyramid Schemes. Ia adalah
penerbit THE EAGLE,
jurnal kwartalan perihal isu-isu distribusi dalam
industri percetakan dan industri perekaman digital,
yang secara sinambung diterbitkan sejak 1981.
Ia adalah penulis beragam tulisan dan monograf tentang
pemasaran distributor di
industri-industri besar dan menyediakan pelayanan
konsultasi langsung kepada banyak perusahaan dan
distributor besar termasuk DuPont, Fuji Film USA,
Polaroid, dan banyak lainnya. Ia adalah pembicara
dalam konperensi-konperensi perdagangan dan
perusahaaan di Amerika Serikat dan mancanegara. Ia
sewaktu-waktu melayani sebagai saksi-ahli untuk
kasus-kasus yang diminta Jaksa Agung atau para
distributor dalam menghadapi
perusahaan-perusahaan yang dituduh beroperasi
menjalankan skema piramid.
Robert L. Fitzpatrick dapat dihubungi di 1522 Lilac
Rd., Charlotte, NC
28209,
Tel: (704) 334-2047, email:
[EMAIL PROTECTED], websites:
http://www.pyramidschemealert.org
<http://www.pyramidschemealert.org/>
dan
www.falseprofits.com <http://www.falseprofits.com/>
>
>


Yahoo! Groups Sponsor

To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]



Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

Kirim email ke