Harus ada konsep pengembangan ke depannya di salingka
danau maninjau dan juga sama2 ditunggu tindakan
konkrit, baik itu dari pemerintah setempat, masyarakat
salingka danau maninjau dan tdk kalah pentingnya kita
2 yg di ML ini.
Saya yakin segala sesuatunya jika dikerjakan dgn baik
dan tekun tentu akan membuahkan hasil yang bisa
diharapkan.

Salamaik juo untuak andi irmanto, mudah2 an selalu OL
di rantau net ko.
Baa carito alumni SMP1 & SMA Maninjau ?

wassalam

--- Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Iko ado Tulisan dari sahabat ambo Andi Irmanto,
> S.Sos tantang 
> Maninjau,ditulis dalam tugas beliau di salah satu
> LSM pada Juli 2002
> 
> 
> Z Chaniago - Palai Rinuak
> -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
> 
> 
> Danau Maninjau Dalam Sejarah, Masalah dan Masa
> Depannya
> Oleh Andi Rinuak
> 
>       Luas wilayah Maninjau diperkirakan 284 km persegi,
> terdiri dari daratan 
> seluas 148,5 km persegi, perairan seluas 99,5 km
> persegi dan daerah resapan 
> api berkisar 2-5 km. Dilihat dari puncak bukit,
> jalan raya yang melingkari 
> Danau Maninjau kira-kira 47 km. Topografi Danau
> Maninjau dengan ketinggian 
> kawasan berkisar 1.362-1.626 mdpl. Menurut Schemit
> dan Ferguson kawasan ini 
> memilki iklim type A dengan rata-rata curah hujan
> tiap tahun adalah 2.000 
> mm/tahun.jenis tanah yang terdapat dalam kawasan ini
> adlah 45% andossol, 40% 
> latosol, 5% alivial. Danau Maninjau menyerupai kuali
> besar yang berisi air, 
> di sekelilingnya terdapat perbukitan berlereng yang
> di tumbuhi pohon-pohan 
> besar yang menjadi kawasan penyangga dan cachmen
> area (daerah tangkapan air) 
> Danau Maninjau.
> Danau vulkanis yang terjadi akibat meletusnya Gunung
> Tinjau, meletus 
> kira-kira ribuan tahun yang lalu, bagi masyarakat
> sekitarnya menamakan Danau 
>   Maninjau. Legenda rakyat Maninjau menggambarkan
> peristiwa meletusnya 
> gunung ini berawal dari terjunnya si Sani dari
> Sigiran ke dasar kawah akibat 
> di hukum oleh kakaknya Bujang Sambilan (sebut saja
> sembilan).
> Cerita legenda ini mengisahkan hidupnya keluarga
> besar Bujang Sambilan pada 
> masa itu, di sebuah lembah kaki Gunung Tinjau,
> pertentangan dalam keluarga 
> besar Bujang Sambilan dengan anak mamaknya, karena
> tidak senangnya mereka 
> akibat tumbuhnya benih-benih kasih sayang antara
> adik perempuan (Sani) dari 
> Bujang Sambilan dengan anak mamaknya (Sigiran),
> namun dalam perjalanan kasih 
> sayang ini tidak begitu direstui oleh beberapa
> kakaknya, adik Bujang 
> Sambilan bernama si Sani ingin menikah dengan sang
> pujangganya yang bernama 
> Sigiran, upaya meminang telah dilakukan oleh pihak
> laki-laki, namun hal ini 
> selalu di halangi oleh salah satu anggota Bujang
> Sambilan, ditelusuri 
> masalah utama rupanya adalah dendam lama dan
> fitnahan salah satu kakaknya si 
> Sani terhadap  Sigiran. Pada akhirnya Bujang
> Sambilan sepakat membuang adik 
> sematawayang ke kawah Gunung Tinjau.
> Sebelum menerjunkan diri ke kawah gunung, si Sani
> mengucapkan kata-kata 
> terakhir yang berupa isi persumpahan terhadap
> kakaknya, bahwa mereka tidak 
> bersalah dan mereka hanya difitnah, kata persembahan
> terakhir tersebut 
> berbunyi : � jika mereka memang berbuat salah maka
> ketika mereka sampai di 
> dasar kawah, api kawah Gunung Tinjau ini akan padam,
> namun jika mereka tidak 
> bersalah maka api kawah akan membesar, mengamuk dan
> gunung ini akan murka�, 
> setelah itu baru kedua insan ini melompat ke kawah
> gunung, pada saat itu 
> gunung mengamuk dan meletus, apa yang diucapkan si
> Sani menjadi kenyataan 
> bahwa mereka hanya difitnah.
> Perbuatan Bujang Sambilan ini oleh Yang Maha Kuasa
> dikutuk menjadi sembilan 
> ekor ikan rayo (ikan raya) yang ditugaskan menghuni
> Danau Maninjau dari 
> kerusakan, kesembilan ikan ini bagi masyarakat
> Maninjau disebut Bujang 
> Sambilan. Boleh kita percaya atau tidak dalam uraian
> cerita ini, namun 
> itulah segelintir legenda rakyat Maninjau.
> Pada masa penjajah Belanda, kawasan Danau Maninjau 
> dijadikan sebagai daerah 
> wisata oleh pemerintah Belanda yang berkedudukan di
> Bukittinggi, pada hari 
> libur mereka pergi melancong menikmati pemandangan
> alam Danau Maninjau, 
> untuk melancarkan transportasi sampai ke Danau
> Maninjau penjajah membuat 
> jalan yang melewati bukit-bukit yang curam yang
> dikenal dengan kelok 44 
> (ampek puluah ampek). Sejarah pembuatan jalan ini
> pada waktu itu 
> dipekerjakan ratusan orang Maninjau untuk membuat
> jalan raya secara paksa.
> Belanda tidak hanya menjadikan kawasan Danau
> Maninjau untuk tujuan daerah 
> wisata, namun usaha pelestarian lingkungan juga
> dilakukan pemerintah 
> Belanda. Pada waktu itu pelestarian kawasan yang
> indah harus tetap dijaga, 
> bagi masyarakat dilarang merusak hutan yang ada di
> perbukitan dan daerah 
> lereng bukit bahkan mereka disuruh menaman tanaman
> palawija seperti cengkeh, 
> kopi, pala, kulit manis, durian dan hasilnya akan
> diserahkan pada Belanda, 
> pada masa itu Maninjau terkenal dengan hasil rempah�
> rempahnya, hal ini 
> masih sempat dirasakan sampai akhir tahun 80-an.
> Namun masa jayanya Maninjau dengan hasil palawijanya
> hanya menjadi kenangan 
> saja, cengkeh, pala, kopi, kulit manis dan yang
> lainnya tidak begitu diurus 
> oleh masyarakat sehingga tanaman tersebut banyak
> yang mati, penyebab utama 
> dari persoalan ini adalah masyarakat tidak
> mendapatkan hasil yang berarti 
> dari upaya mereka menanam palawija, sebaik dan
> sebagus apapun kwalitas 
> cengkeh, pala, kopi kulit manis tidak akan
> mendatangkan keuntungan  yang 
> berarti bagi masyarakat, karena permainan harga
> dipasaran tidak menentu, 
> pada masa itu kondisi politik sangat menentukan
> kondisi harga di pasar.
> Tidak hanya pada zaman penjajahan Belanda saja
> Maninjau dikenal sebagai 
> daerah kunjungan wisata alam, pada tahun 1991
> pemerintah Indonesia 
> mencanangkan Kunjungan Indonesia 1991 (Visit
> Indonesian Year 1991). Jumlah 
> kunjungan tersebut meningkat dari tahun ke tahun.
> Tahun 1997 krisis ekonomi 
> menimpa Indonsia dan situasi politik, sosial,
> ekonomi dan keamanan tidak 
> menentu berdampak buruk pada jumlah pengujung. Tidak
> ada alasan lain yang 
> dibicarakan selain dari situasi keamanan Indonesia
> yang tidak jelas maka 
> berimplikasi buruk pada kunjungan wisata ke
> Indonesia termasuk juga 
> Maninjau. Turunnya jumlah pengunjung jelas saja
> berdampak buruk pula pada 
> pengusaha pariwisata, semakin tingginya
> cost/pengeluaran dalam perawatan 
> fasilitas dan biaya membuat pengsaha gigit jari untk
> mencari biaya tambahan 
> lainnya, bagi yang tidak mampu bertahan maka mereka
> lebih baik memilih 
> menutup usaha mereka atau lebih dikenal dengan
> gulung tikar.
> Kembali bicara SDA Maninjau salah satunya sumber
> daya hutan, bagi masyarakat 
> sendiri hutan lindung ini masih mengakui, hutan
> lindung itu disebut dengan 
> hutan BW yan dipatok pada masa penjajarah Belanda,
> yang menjadi persoalan 
> sekarang bahwa batas hutan BW tidak begitu jelas dan
> usaha yang dilakukan 
> Departemen Kehutanan Indonesia yang telah mencoba
> menata hutan dikawasan 
> ini,  kadang kala menurut masyarakat batas BW
> bertumpang tindih dengan lahan 
> yang sudah menjadi ulayat masyarakat. Pada tahun
> 1982 kawasan utara dan 
> selatan Maninjau telah ditetapkan menjadi kawasan
> suaka alam hal ini 
> menjadikan Maninjau secara adminstrasi untuk urusan
> pelestarian lingkungan 
> dibawah pengawasan sub seksi KSDA Kabupaten Agam.
> Sejarah lahirnya ketetapan 
> ini diawali dengan rekomendasi Gebernur KDH Tk I
> Sumatera Barat no. 
> 471/VI/BAPPEDA-1978 pada tanggal 12 juni 1978 dan SK
> Mentri Pertania no. 
> 623/Kpts/Um/8/1982 pada tanggal 22 agustus 1982
> kawasan ini ditetapkan 
> sebagai kawasan suaka alam Maninjau utara selatan
> dengan luas 22.106 Ha. 
> Daerah yang melingkupi kawasan suaka alam ini
> terdapat di Kenagarian Tanjung 
> Sani dan Kenagarian VI Koto Kecematan Tanjung Raya.
> Waktu terus berjalan, Belanda berpindah kuasa ke
> penjajah Jepang, kawasan 
> Maninjau masih dipertahankan seperti apa adanya,
> Jepang kalah dalam PD II 
> dan Indonesia memerdekakan diri tahun 1945 kawasan
> Maninjau 
=== message truncated ===


__________________________________
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!
http://sbc.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke