MTQN Ditutup
Aceh Borong Lima Juara I
*Hadiah Umrah Menanti
Palangka Raya - Kali ini, kafilah asal Nanggroe Aceh Darussalam pantas
berbangga setelah meraih prestasi menggembirakan pada MTQ Nasional XX di
Palangka Raya. Perjuangan yang dilakukan selama ini, ternyata tidak sia-sia.
Buktinya, Aceh mendominasi juara pada hampir semua cabang.
Kabar gembira itu pun direspon Gubernur NAD, Abdullah Puteh. Kepada Serambi,
Rabu (9/7) malam, menyatakan memberikan hadiah kepada semua juara.
"Tidak hanya juara I seperti yang saya janjikan sebelum mereka berangkat.
Tapi juara lainnya juga dapat hadiah umrah," kata gubernur gembira.
Menurut laporan yang diterima Serambi, tadi malam, Kafilah Aceh menyabet
empat juara I cabang tilawah dan satu cabang tahfidz. Selain itu, setelah
MTQ ditutup secara resmi oleh Wapres Hamzah Hazz, Aceh juga diumumkan meraih
satu juara II, tiga juara III, tiga juara harapan I, empat juara harapan II,
dan lima juara harapan III.
Empat juara I di antaranya diraih melalui cabang Tilawah. Mereka terdiri
dari Muchtariza (golongan anak-anak putra), Muh Iqbal (tartil putra), dan
Hamli Yunus (dewasa putra), plus Fauziah Y (qiraah saba'ah putri).
Sedangkan juara I untuk cabang tahfiz, hanya didominasi seorang qari. Peraih
juaranya Yaitu Razifandi, golongan 1 juz putra.
Untuk kategori juara II, Aceh hanya mendominasi seorang qariah. Yaitu
Nazirah, peserta MTQ cabang tilawah golongan dewasa putri.
Untuk kategori juara III, masing-masing diraih Nonong Sasmita pada cabang
tilawah/golongan remaja putri; Diawati pada cabang tafsir/golongan Bahasa
Indonesia putri; dan Zulfikar pada cabang khattil Quran/golongan naskah
putra.
Terhadap prestasi ini, tambah gubernur Abdullah Puteh, Aceh pantas diberi
kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggara MTQ Nasional ke XXI. Alasan
lainnya, karena Aceh berada di wilayah Indonesia Bagian barat.
Sebab, katanya, pada MTQ ke XIX, tuan rumahnya Sulawesi yang terletak pada
wilayah Indonesia bagian timur, dan MTQ ke XX di Kalimantan Tengah yang
berada di wilayah Indonesia Bagian Tengah. Karenanya, Aceh mesti diikhlaskan
menjadi tuan rumah pada MTQ mendatang.
Jika keinginan menjadi tuan rumah ini disetujui, tambah gubernur, masyarakat
Aceh akan mulai mengadakan persiapan mulai hari ini juga. Karena, Aceh akan
terus berjuang untuk terus meraih peringkat yang lebih baik.
"Di tempat orang saja kita bisa memperbaiki peringkat. Apalagi jika kita
tuan rumahnya," ujar gubernur optimis.
Selain itu, ia juga menyatakan akan menyambut kedatangan rombongan kafilah
Aceh secara khusus. Sebab, selain telah berhasil mendongkrak rangking
menjadi urutan ke empat, para kafilah Aceh sudah berjuang mengangkat nama
Aceh di even nasional. padahal, sebelumnya Aceh hanya menargetkan berada
pada rangking ke 8 pada MTQ Nasional di Palangka Raya.
Makanya, kata gubernur, sangat pantas jika kedatangan para kafilah dijemput
secara khusus. Direncanakan, penjemputannya akan dilakukan saat tiba di
Bandara Sultan Iskandar Muda.
Meskipun hanya berhasil memperbaiki peringkat, lapor wartawan Serambi Zainal
Arifin M Nur dari Palangka Raya tadi malam, kafilah Aceh patut berbangga.
Karena berhasil merebut cabang paling favorit pada ajang MTQ, yaitu tilawah
golongan dewasa. Tak ayal, sang juara, Hamli Yunus SAg, diberi kesempatan
untuk membaca ayat-ayat suci Al-Quran sebelum ajang tiga tahunan tingkat
nasional itu ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Hamzah Haz, di
lapangan Sanaman Mentakai, Palangka Raya, tadi malam.
Kebanggaan lainnya, menurut sumber-sumber di kalangan pelatih, dewan hakim,
peninjau, dan pengamat, Aceh juga harus berbangga, karena gelar juara yang
berhasil diraih Aceh didominasi oleh anak-anak yang masih berumur di bawah
15 tahun. "Mereka mempunyai masa depan yang sangat cerah untuk mengharumkan
nama Aceh di masa mendatang," ujar ketua kafilah NAD, T Alamsyah Banta.
Keberhasilan Aceh memborong sekian banyak juara, juga sempat membuat
beberapa wartawan peliput MTQ kecolongan. Saking seringnya nama Aceh
disebut, mereka menyangka kafilah NAD berhasil meraih juara umum.
Bahkan, dalam sambutannya, Wakil Presiden RI, Hamzah Hazz, juga menyempatkan
diri untuk memberikan ucapan selamat kepada kafilah NAD atas keberhasilan
yang diraihnya. "Saya salut, walaupun dalam masa konflik dengan GAM, Aceh
berhasil mencetak prestasi yang luar biasa," ujar Wapres setelah terlebih
dahulu mengucapkan selamat kepada tuan rumah, Kalteng.
Selengkapnya, daftar juara yang berhasil dibawa pulang oleh kafilah NAD
adalah, lima Juara I yang masing-masingnya direbut oleh Hamli Yunus SAg
(cabang tilawah golongan dewasa putra), M Iqbal (cabang tartil putra),
Mukhtariza (cabang kanak-kanak putra), Rajif Fandi (cabang tahfiz golongan 1
juz tilawah putra), dan Fauziah Yakob SAg (cabang qiraah sabah putri).
Selanjutnya, satu Juara II diraih oleh Nazirah Hasan SAg (dewasa putri). Dan
tiga predikat Juara III yang dikumpulkan oleh Nonong Sasmita (cabang tilawah
golongan remaja putri), Diawati (cabang tafsir bahasa Indonesia putri) dan
Zulfikar (cabang khattil Quran golongan tulisan buku putra).
Sedangkan 11 gelar juara lainnya, berhasil dikumpulkan kafilah Aceh dari
tiga juara harapan I yang diraih oleh T Iskandar (cabang cacat netra putra),
T Abdul Kahar (khattil Quran golongan hiasan mushaf putra) dan Aminah Ar
(hafiz 1 juz tilawah putri). Tiga juara harapan II, didekap oleh Miftahul
Jannah (cabang tartil putri). Ova Irnalia (cabang kanak-kanak putri) dan
Azhari HTA (cabang qiraah sab'ah putra).
Lima gelar juara harapan III lainnya untuk Aceh diperoleh oleh Cut Agus
Fijarni (cabang hafiz golongan 5 juz putri), Ainur Rahmah (hafiz 10 juz
putri), Amiruddin (tafsir bahasa Indonesia putra), serta pada cabang fahmil
Quran yang diperkuat oleh Muhammad Bardan, Rahmi Abrianti dan M Fachri, juga
pada cabang syarhil Quran yang diisi oleh Aditya Candra (pensyarah),
Zulfarsi (tilawah) dan dan Indah Sari (sari tilawah).
Yang membanggakan, dari ke-20 juara I yang berhasil diborong oleh kafilah
Aceh, sebagiannya didapatkan dari cabang yang diikuti oleh anak-anak umur di
bawah 15 tahun. Tiga di antara mereka bahkan berhasil menyumbang tiga juara
I masing-masing, Muhktariza, putra Babah Krueng, kelahiran 23 Januari 1991.
Muhammad Iqbal, kelahiran 5 Agustus 1993, dan Rajif Fandi, yang dilahirkan
di Banda Aceh pada 2 Nopember 1989.
Hal yang sama juga terjadi pada sejumlah cabang juara harapan. Sebagian dari
anggota kafilah Aceh yang berhasil meraih juara harapan berasal dari
golongan anak-anak seperti, Aminah AR, Miftahul Jannah, dan Ova Irnalia.
"Anak-anak ini perlu dididik secara terus menerus. Karena mereka adalah
harapan Aceh," kata ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) NAD,
HT Alamsyah Banta.
Direncanakan, kafilah Aceh akan bertolak dari Bandara Tjilik Riwut Palangka
Raya pada Kamis ( 10/7) sekitar pukul 20.00 WIB menuju Jakarta. Mereka akan
menginap selama dua malam di Gedung Diklat Departemen Sosial Jakarta Selatan
dan bertolak ke Aceh pada Minggu (13/7) sekitar pukul 10.00 WIB.(yed/nal)
Peringkat 12 Besar Hasil Akhir Penilaian Dewan Hakim
Propinsi Total Nilai
Propinsi Total Nilai
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jawa Timur
NAD
NTB
Sumatera Utara
Kalimantan Selatan
Banten
Sulawesi Selatan
Maluku Utara
Kalimantan Tengah
Jambi
51
40
33
31
25
22
22
18
10
10
8
8
NOTE:
Walaupun dalam suasana PRANG, Aceh tetap jaya. Sumbar ........... kama
madoknyo kini???
dn
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================