----- Original Message ----- From: Nofendri T. Lare <[EMAIL PROTECTED]> To: Palanta <[EMAIL PROTECTED]>; MinangNet <[EMAIL PROTECTED]>; KaSuRau <[EMAIL PROTECTED]>; Urang Awak <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, July 21, 2003 6:04 PM Subject: [Urang Awak] Pluralisme Agama di Sumatera Barat
> Pluralisme Agama di Sumatera Barat > By padangekspres > Jumat, 18-Juli-2003, 01:57:34 WIB > > Wacana pluralisme agama di Sumbar mulai berkembang. Sumbar sebenarnya tidak memiliki risiko tinggi akan terjadinya konflik sosial seperti di sejumlah daerah semisal Ambon atau Poso. Sumbar sampai saat ini masih terbilang daerah aman dan masuk dalam daftar daerah teraman di Indonesia. > > Meskipun demikian, berkembangnya wacana pluralisme agama merupakan bagian dari proses sejarah dalam upaya membangun peradaban Sumbar yang lebih siap menjawab tantangan zaman. Sebab, wacana pluralisme terkadang sulit diterima bagi sejumlah kalangan, padahal pluralisme adalah sunnatullah. > > Bahwa pluralisme merupakan kehendak sejarah dan resiko dari kemajuan zaman, begitulah kata Ketua Majelis Ulama (MUI) Sumbar yang baru terpilih Prof Dr Nasroen Harun kepada harian ini. Baginya, potensi dasar yang dimiliki Sumbar yakni masyarakat religius merupakan potensi yang menjadikan rujukan terhadap segala bentuk kebijakan yang dilahirkan baik pemerintah maupun elit masyarakat lainnya. > > Karena itu, pluralisme merupakan fakta sejarah yang tidak bisa ditolak. Demikian dengan pluralisme di Sumbar. Meskipun daerah ini lebih dikenal dengan sebutan The Land of Minangkabau, dan memegang falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tetap tidak bisa menolak pluralisme tersebut. > > Dalam konteks ke-Indonesiaan, pluralisme hendaklah dipahami sebagai berkah, bukan malah sebagai kekangan atau hambatan. Apalagi sebagai alasan untuk berkonflik. Pluralisme merupakan kehendak Tuhan sekaligus kehendak alam. Sebab, kalau Tuhan mau berkehendak menjadikan alam ini seragam, tidaklah sulit. Bagi Tuhan, untuk menciptakan seluruh manusia sebagai suatu komunitas yang monolitik, itu terlalu gampang. > > Karena itu, semestinyalah semua insan menyadari bahwa pluralisme atau pluralisme adalah karunia dan potensi yang bisa melahirkan energi dalam membangun diri. Bahkan Islam sendiri mengakui adanya perbedaan tersebut, bahkan menuntun umat Islam agar perbedaan tersebut tidak menimbulkan disharmoni. > > Al Qur'an menuntut agar dengan keragaman tersebut, kita bisa menghayati dan menjadikannya sebagai pendorong untuk berkompetisi antara sesamanya dalam melakukan amal shaleh. Karena itu, kita mestinya berupaya menerima kenyataan tersebut dengan rasional. Selalu melakukan dialog dengan komunitas lain dalam kerangka memperkaya pengetahuan tentang komunitas lain secara rasional adalah langkah positif. > > Sebenarnya, konflik yang terjadi tidak selalu disebabkan karena masalah agama. Akar dari berbagai kerusuhan itu sesungguhnya bermula dari masalah-masalah ekonomik, namun pada tahap selanjutnya, eksklusivisme agama telah dieksploitasi untuk menjustifikasi dan memperluas medan konflik. Perlulah kiranya kita menelaah kembali tentang kisah teladan para tokoh agama masa lalu yang pada masa sekarang ini hampir hilang oleh badai pertikaian antar pemeluk agama yang sering terjadi di tanah air. > > Maka untuk menciptakan kerukunan umat yang hakiki, tingkat kedewasaan beragama masing-masing pemeluk agama harus benar, menurut ajaran agama masing-masing yang diimani. Sehingga emosi keagamaan dapat tertata dengan baik dalam jiwa agar tidak mudah dipermainkan oleh mereka yang tidak dewasa. > > Semoga kita terhindar dari kemelut dan dapat menuju ke masa depan keberagamaan yang dewasa dan lapang serta menjadikan Sumbar ini benar-benar sebagai Bandar Dunia Yang Madani. Sumbar sangat cocok dijadikan pilot proyek bagi pengembangan masyarakat religius atau masyarakat madani.*** > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

