|
Assalamu'alaikum wr. wb.
Tarimo kasih ateh tegorannyo, indak usah takuik
mangkaritik ambo, mari kito muloi renaissance minang.
Banyak bana subjek urang lain nan indak ambo
komentari sajak dari samba lado sampai soal foto, dan itu indak barati
basasuaian jo ambo. Nan ambo komentari tantu nan manuruik ambo ado pelencengan
ateh apokoh adaik minang, logika, kebenaran publik ataupun kepentingan publik.
Komentar atau pendapat saya bisa saja salah, dan peserta milis lain boleh saja
mengcounter pendapat saya, kalau saya salah insyaAllah akan saya akui.
Kenyataan soal yang saya tanyakan tidak ada yang
berhasil memberikan argumen bahwa posisi jakarta, padang dll itu relatif
terhadap makah sampai perlu dicheck tiap tahun dan tidak ada juga yang
memberikan bukti akurasi arah shalat itu harus sekian derajat sekian menit.
Kenapa yang posting harus tersinggung, saya kan bertanya secara baik-baik tanpa
pretensi menghina. Kalaulah saya menyebutkan pembodohan adalah dikarenakan
pekerjaan yang tidak perlu namun diulangi terus. Mungkin disinilah wacana milis
ini berbeda dengan wacana tatap muka, bagian terbesar yang tidak ambil peduli
dan berkepentingan, ya tidak perlu komentar. Seorang atau berapa orang mungkin
beraggapan perlu, sebaliknya pula dengan orang lain. Karena itu setiap netter ya
harus sedia bergumentasi, tentunya secara wajar dan sopan.
Ada yang tersinggung, mungkin ada dan yang merasa
tersinggung kan sama-sama punyak hak dan kesempatan untuk mempostingkan counter
argumen, kalau semua harus sama seleranya, nggak mungkin karena menyalahi
sunatullah.
Apakah karean itu lantas jadi membenci sesorang,
itulah yang harus dihindari oleh setiap netter. Soal komentar, sebagi
contoh komen Yenda "Indak bakarunciangan" bagi saya bukan penghinaan, yang saya
harapkan justru bahasan atau komen yang lebih tajam (runciang) sehingga terbuka
mana yang benar, bagi orang lain, bisa saja dianggap penghinaan. Disinilah
gunanya milis ini karena semuanya akan membentuk keseimbangan baru yang
tetntunta beguna bagi semua yang terlibat
Usulan sanak Miko sangat bagus, namun tetap tidak
menutup kebebasan berkomentar kecuali dengan pemaksaan.
Sebenarnya yang kita perlukan mungkin sekedar
kelapangan dada.
Salam
SBN
|

