Assalamu'alaikum wr. wb.
Tarimo kasih ateh tegorannyo, indak usah takuik mangkaritik ambo, mari kito muloi renaissance minang.
Banyak bana subjek urang lain nan indak ambo komentari sajak dari samba lado sampai soal foto, dan itu indak barati basasuaian jo ambo. Nan ambo komentari tantu nan manuruik ambo ado pelencengan ateh apokoh adaik minang, logika, kebenaran publik ataupun kepentingan publik. Komentar atau pendapat saya bisa saja salah, dan peserta milis lain boleh saja mengcounter pendapat saya, kalau saya salah insyaAllah akan saya akui.
Kenyataan soal yang saya tanyakan tidak ada yang berhasil memberikan argumen bahwa posisi jakarta, padang dll itu relatif terhadap makah sampai perlu dicheck tiap tahun dan tidak ada juga yang memberikan bukti akurasi arah shalat itu harus sekian derajat sekian menit. Kenapa yang posting harus tersinggung, saya kan bertanya secara baik-baik tanpa pretensi menghina. Kalaulah saya menyebutkan pembodohan adalah dikarenakan pekerjaan yang tidak perlu namun diulangi terus. Mungkin disinilah wacana milis ini berbeda dengan wacana tatap muka, bagian terbesar yang tidak ambil peduli dan berkepentingan, ya tidak perlu komentar. Seorang atau berapa orang mungkin beraggapan perlu, sebaliknya pula dengan orang lain. Karena itu setiap netter ya harus sedia bergumentasi, tentunya secara wajar dan sopan.
Ada yang tersinggung, mungkin ada dan yang merasa tersinggung kan sama-sama punyak hak dan kesempatan untuk mempostingkan counter argumen, kalau semua harus sama seleranya, nggak mungkin karena menyalahi sunatullah.
Apakah karean itu lantas jadi membenci sesorang, itulah yang harus dihindari oleh setiap netter.  Soal komentar, sebagi contoh komen Yenda "Indak bakarunciangan" bagi saya bukan penghinaan, yang saya harapkan justru bahasan atau komen yang lebih tajam (runciang) sehingga terbuka mana yang benar, bagi orang lain, bisa saja dianggap penghinaan. Disinilah gunanya milis ini karena semuanya akan membentuk keseimbangan baru yang tetntunta beguna bagi semua yang terlibat
Usulan sanak Miko sangat bagus, namun tetap tidak menutup kebebasan berkomentar kecuali dengan pemaksaan.
Sebenarnya yang kita perlukan mungkin sekedar kelapangan dada.
Salam
 
SBN
 
----- Original Message -----
From: Yenda
Sent: Thursday, July 24, 2003 9:26 AM
Subject: RE: [RantauNet.Com] [Fwd: [Sulit-Air] KALIBRASI ARAH KIBLAT] [USU LAN UTK MAMAK SBN]

Yth ; Mamak SBN
Dari sebegitu banyak warga RN , mamak termasuk salah seorang yang sangat rajin menulis dan berkomentar. Ambo sangaik sanang mambaco tulisan maupun komentar mamak. Tapi kadang-kadang mamak terjebak dalam " Produktif Indak Bakarunciangan " sehingga indak pernah " bapikia " kalau ado urang nan katasingguang. Bahkan kadang-kadang mamak lupa kalau warga RN yang menulis bukanlah hanya untuak mamak sajo. Jadi sesuai dengan apo yang dikatokan Miko ( moderator ) kalau ado tulisan yang rasonya indak paralu dek awak, tolonglah diam sajo. Karano kito harus ingek bahwa " Indak baguno dek awak mungkin baguno untuak urang lain ". Mohon maaf kalau ado nan tasingguang dan tarimo kasih
 

Best Regards,

Yenda.

" Learn to appreciate what people do than keep complaining about you want "

Kirim email ke