Fenomena Anak Jalanan di Sumbar
*Jumlah Meningkat, Pembinaan Terpinggirkan
By padangekspres
Kamis, 24-Juli-2003, 16:41:09 WIB


Beragam masalah sosial, hukum, dan politik di Sumbar terus menjadi sorotan.
Satu di antaranya fenomena anak jalanan dan anak terlantar yang dari waktu
ke waktu jumlahnya terus meningkat di daerah ini. Hal ini cukup
memprihatinkan kita semua.

Catatan Nasrian Bahzen-Padang

Setiap tahunnya keberadaan anak jalanan (anjal) di Sumatera Barat
menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2003, telah tercatat sebanyak
1800 anjal yang tersebar di daerah kabupaten/kota di Ranah Minang ini. Angka
tersebut melonjak dua kali lipat bila dibandingkan dengan data anjal pada
tahun 2002 dan 2001 masing-masing berkisar 900 dan 700 orang.

Dari data yang diperoleh Padang Ekspres pada Dinas Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial Sumbar menyebutkan, pembinaan dan penanggulangan
terhadap nasib anjal di Sumbar ini senantiasa "miskin" dari berbagai program
bantuan oleh pemerintah setempat.

Disebutkan, untuk tahun 2003 ini Diskessos Sumbar hanya semata-mata menerima
bantuan dari dana APBN untuk pembinaan dan penanggulangan anjal di Sumbar.
Sedangkan dari dana APBD Sumbar, dalam tahun ini tidak terdapat alokasi dana
terhadap pembinaan dan penanggulangan anjal.

Dalam penyalurannya, dana bantuan APBN 2003 itu langsung diserahkan kepada
setiap Rumah Singgah dalam pengelolaan dan pembinaannya. Bentuk bantuan
kepada Rumah Singgah itu berupa bantuan beasiswa setiap bulannya, bantuan
registrasi untuk masuk sekolah, bantuan modal usaha anjal, bantuan modal
usaha usaha orangtua anjal, bantuan tambahan makan terhadap anjal yang
memiliki keluarga dibawah garis kemiskinan, bantuan transport dan uang saku
pekerja sosial (pengelola Rumah Singgah).

Sedangkan dana bantuan APBN yang dikelola oleh Dinkessos Sumbar, hanya
dialokasikan untuk bidang pelatihan dan pembinaan seperti pelatihan
manajemen anjal dan kewirausahaan.

Jumlahnya diperkirakan hanya sebesar lima persen bila dibandingkan dengan
total bantuan dana APBN secara keseluruhan.

Masih menurut data Dinkessos Sumbar, Kota Padang tercatat sebagai
kontributor anjal terbesar di Sumbar dengan jumlah sebanyak 995 orang dan 12
buah rumah singgah. Menyusul Kota Sawahlunto dan Solok masing-masing 300 dan
200 orang dengan 4 buah rumah singgah. Sedangkan Kota Padangpanjang,
Kabupaten Sawahlunto Sijunjung dan Kabupaten Padang Pariaman masing-masing
95, 70 dan 60 orang dengan satu rumah singgah.

Sebanyak 1800 anjal di Sumbar tersebut dalam pembinaannya dilakukan melalui
Rumah Singgah di setiap daerah. Sedangkan mereka yang belum tertampung di
rumah-rumah singgah, masih belum terjangkau dalam pembinaannya oleh
pemerintah.

Dalam pantauan Padang Ekspres di lapangan, masih banyak anjal yang belum
tertampung di rumah singgah yang ada di Kota Padang.

Kondisi itu terlihat dari aktivitas sejumlah anjal di beberapa tempat
keramaian di Kota Padang yang terkesan masih liar alias belum dibina dalam
sebuah rumah singgah.(***)



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke