Sato ambo sakaki.

Saya juga bingung mencari penjelasan hubungan ilmiah antara double 
gerhana dengan kiamat,
Satu2nya yang mampir di otak saya hanya bahwa ada sebuah teori fisika 
yang menyatakan bahwa tentang adanya gaya tarik menarik antara 2 
benda yang besarnya tergantung dari jarak dan besarnya kedua benda 
tersebut, 
secara sederhana diterangkan bahwa makin dekat jarak antara ke dua 
benda makin besar gayanya juga makin besar benda yang satu akan 
memperbesar gaya tariknya terhadap benda lainnya.

teori inilah yang menerangkan kenapa kita selalu jatuh ke bawah (ke 
bumi) karena besarnya gaya tarik bumi sebagai benda yang satu 
terhadap diri kita sebagai benda yang satu lagi.


Jika dilihat dari kondisi bumi bulan dan matahari pada saat gerhana 
dimana mereka terletak pada satu garis lurus dan berdasarkan teori 
itu pula bahwa pada saat ini gaya itu mencapai maksimum (gaya 
terbesar), bisa saja itu mempengaruhi bumi dari segi struktur, 
apalagi itu terjadi dalam 2 waktu yang berdekatan. 

Mungkin fenomena inilah yang di rasakan oleh orang2 dahulu dengan 
gejala2 alam yang dirasakan saat terjadi gerhana karena memang banyak 
mitos yang berhubungan dengan gerhana.

Tapi kita tidak usah takut karena berdasarkan perhitungan para ahli 
fisika dengan kondisi besarnya matahari sekarang ini bumi tidak akan 
tertarik ke arah matahari dan bumi masih aman2 saja berputar 
mengelilingi matahari.

Kalaupun akan ada kejadian seperti yang diramalkan bahwa saat kiamat 
gunung2 akan beterbangan, lautan akan tumpah, dan matahari jaraknya 
hanya sejengkal dari bumi berdasarkan perhitungan kejadiannya masih 
akan lama milyaran tahun lagi dimana nanti matahari akan membesar dan 
membesar sehingga suatu saat besarnya cukup untuk menarik benda2 di 
kulit bumi bagian luar seperti gunung tertarik beterbangan kearah 
matahari.

Tapi sekali lagi berdasarkan perhitungan itu masih lama milyaran 
tahun lagi (kalau pun orang dulu bilang 1000 tahun, mungkin karena 
itu angka yang terbesar bagi mereka saat itu).

Cuman jangan tenang dulu, perhitungan itu berdasarkan faktor laju 
perubahan yang terjadi di matahari sekarang berdasarkan data2 yang 
sudah ada, tapi awas kalo ahli fisika itu ada yang kelupaan memasukan 
salah satu faktor (mungkin belum teramati gejala-nya) bisa aja proses 
pembesaran matahari itu membutuhkan waktu yang lebih singkat, maka 
kiamat itu bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Tapi udahlah  kenapa yang itu musti dipikirin, mungkin lebih baik 
kita berpikir tentang sisa hidup kita yang pasti tidak akan lebih 
besar dari 100 tahun, bekal kita sudah cukup belum untuk hari 
pengadilan nanti itu juga kalo percaya kalo ga ya pa pa tapi yang 
pasti kiamat (besar atau kecil) itu akan datang  menjelang jadi 
bersiap-siaplah (mungkin hal ini yang dimaksud dengan posting ini)

Hanya itu penjelasan saya, kalau soal ilmiah atau ga ilmiah saya juga 
ga tau karena definisi ilmiah sendiri saya kadang2 bingung


wassalam 
have a nice day 


YP



 


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke