|
Assalamu'alaikum Wr Wb
Kaba
dari dapua subalah.
Selingkuh Kristen dengan
Islam Liberal
eramuslim - Strategi Kristenisasi kini
menggencarkan siasat baru. Selain mengerahkan para pastor dan pendeta, mereka
juga merangkul para tokoh Islam Liberal dan aktivis-aktivis kampus. Semboyan
persamaan agama, menjadi nilai bersama. Islam adalah agama palsu, Allah
bukanlah Tuhan, Muhammad bukan seorang Nabi, Islam dikarang oleh orang-orang
yang berniat dan berwatak buruk, serta didukung kekuatan pedang,ujar sejarwan
Inggris, Albert Hourani. Seorang Crusader pada abad ke-13 menyatakan: Islam
diawali dengan pedang, dipertahankan dengan pedang dan dengan pedanglah akan
diakhiri. Sedangkan cendekiawan Perancis Maxime Rodinson menyatakan: Umat
Kristen di Barat mempersepsi dunia Muslim sebagai bahaya, jauh sebelum Islam
dilihat sebagai masalah nyata. (Fawaz A
Gerges; 2002:47) Begitulah pandangan banyak
cendekiawan Kristen (juga Yahudi) terhadap Islam. Pendeta-pendeta Kristen juga
tak kalah galaknya dengan cendekiawannya. Misalnya, Pendeta Filemon bersembunyi
sampai sekarang, setelah berkampampanye dimana-mana, bahwa Zaenuddin MZ telah
dibaptis secara Kristen. Pengakuan Filemon itu disebarkan lewat VCD, Zaenuddin
telah membantahnya dan mengadukan Filemon ke kepolisian. Sebelumnya muncul
pendeta Suradi menyebarkan isu yang menghina Nabi Muhammad, Al Quran dan Islam.
Beberapa pendeta AS yang dekat dengan presiden Bush, beberapa waktu yang lalu
juga membuat opini di media massa bahwa Nabi Muhammad adalah teroris.
Strategi pemburukan citra
atau stigmatisasi terhadap Islam itu, memang dilakukan sejak lama. Di Indonesia,
sejak masa pendeta Yusuf Roni, tahun 70-an. Dalam sebuah ceramah di Gereja
Maranatha, Surabaya (16 September 1973) pendeta Yusuf Roni yang saat ini masih
hidup, menyatakan tentang sebab-sebab ia murtad: Saya adalah orang yang
memegang dan taat sekali melaksanakan ajaran Islam. Karena saya dari aliran
Darul Islam, yang dipimpin oleh almarhum Kartosuwiryo. Bila ditanya ideologi
yang paling saya benci, tentu saja ideologi itu adalah Kristen. Karena Kristen
adalah ideologi lawan Islam yang paling saya benci. Karena itu, saya memimpin
pembakaran gereja di Majalaya Kabupaten Bandung tahun 1967. Juga memimpin
perusakan gereja di Ciwidei Kabupaten Bandung pada tahun 1966. Saya juga
memimpin pengusiran misi penginjilan Immanuel dan perusakan sebuah rumah tangga
yang dipakai kebaktian di jalan Bima, Bandung. Banyak sekali aktivitas saya
waktu itu yang melawan Kristen. Semua i! tu! adalah bentuk konsekuen saya
terhadap Al Quran. Didalam Al Quran ada ayat As sidau alal kufar, yang
artinya Potong itu orang-orang Kristen. Kemudian dilanjutkan La takhiduuna
kaafirina auliya, artinya,Jangan engkau dekat-dekat dengan mereka, karena
kelak engkau mati dalam kesesatan. Inilah doktrin yang kami pegang. Sehingga
kami bergerak agresif sekali. Ayat ini zahidu fi sabilillah
artinya,berpeganglah engkau di jalan Allah. Kemudian ada hadits berbunyi,ma
qoddamin illa bil saef, artinya,Tidak akan tegak Islam, kecuali dengan
pedang. Dengan kata lain, Islam tidak akan tegak tanpa kekerasan. Inilah
ayat-ayat dan hadis yang saya pegang, sehingga saya membenci Kristen.
Meski ungkapan Yusuf Roni itu
penuh kebohongan dan lafadz-makna ayat Al Quran keliru, tapi ucapan pendeta
radikal itu, menjadi pegangan banyak orang Kristen. Sehingga nama Yusuf Roni
sekarang tetap ngetop di kalangan gereja. Kini, untuk menggencarkan
Kristenisasinya, Yusuf Roni mendirikan Sekolah Tinggi Teologia (STT) Apostolos
di Jakarta. Apostolos ini selain berfungsi sebagai sekolah tinggi, juga tempat
penggodokan kader-kader para penginjil. Mahasiswa yang kuliah di Apostolos ini,
selain mendapat pengajaran tentang ajaran-ajaran Kristen, juga mendapat
pengajaran tentang Islamologi 40 sks,kata Abu Deedat dalam diskusi rutin
bulanan di Pesantren Husnayain, Jakarta akhir Juli lalu. Dosen Apostholos tadinya ada
sembilan orang dari UIN. Tapi setelah tokoh-tokoh Islam datang ke Rektor UIN,
protes mengenai dosen-dosen itu, akhirnya beberapa orang mengundurkan diri,kata
Abu Deedat, dai yang ahli dalam masalah Kristologi, kepada Media Dakwah. Kini,
masih ada beberapa dosen dari UIN yang mengajar di Apostolos, tapi namanya tidak
tercantum di leaflet resmi. Pendeta lain yang gencar juga
melakukan Kristenisasi, adalah Pendeta Bambang Noorsena. Bambang mengumpulkan
jamaatnya dengan sebutan Kanisah Ortodoks Syiria. Ia mensosialisasikan kaligrafi
Arab yang lafadz-lafadznya memuji Yesus dan juga aktif menerbitkan buku-buku.
Salah satu buku Bambang Noorsena diberi kata pengantar oleh KH Agil Siradj
menyatakan bahwa tidak ada perbedaan Tauhid yang berarti antara Kristen dan
Islam. Selain Yusuf Roni dan Bambang
Noorsena yang mendirikan lembaga-lembaga Kristen, juga ada Pendeta Josias
Lengkong yang mendirikan Institut Teologi Kalimatullah. Sedangkan Pendeta Edi
Sapto yang pernah ditangkap di Bekasi karena mengkristenkan paksa beberapa
pemuda Islam dari Indonesia Timurmendirikan Sekolah Tinggi Teologia Kiyai
Sadrach. Memang di Indonesia ini,
Kristenisasi diberikan kebebasan yang seringkali keblabasan. Di beberapa negeri
Muslim, seperti di Afghanistan dan Libia, misionaris-misionaris yang melakukan
Kristenisasi, ditangkapi. Kaum Kristen di sini merasa mempunyai kekuatan ekonomi
dan dapat dukungan dari Washington, Vatikan dan lain-lainberani terang-terangan
menolak tentang aturan pendirian rumah ibadah, UU Peradilan Agama dan terakhir
menolak RUU Sisdiknas. Selingkuh
Kristen dan Islam Liberal Strategi gerakan Kristen saat
ini, menurut Abu Deedat ada tiga : pertama, menjauhkan kaum Muslim dari ajaran
Islam. Kedua, menguasai dunia, dengan menguasai ekonomi (politik), budaya dan
media. Ketiga, strategi multiplikasi rohani yaitu dengan: memanggil, membina,
melatih dan mengutus (menjalankan misi). Salah satu jaringan yang
terkenal sebagai pusat pengkaderan Kristen adalah Lippo Cikarang dan Lippo
Karawaci, Bekasi. Pusat Kristenisasi di Bekasi adalah di Lippo Karawaci yang
dikuasai oleh kelompok Kristen Bettani. Menurut sumber Media Dakwah, tiap minggu
disitu ada pembaptisan puluhan orang. Mereka juga menggunakan sistem pengkaderan
sistem sel, dengan nama G-12, mencontoh misi Yesus. Nama lain yang digunakan
adalah MLM, Multilevel Misi (MLM). Model Kristenisasi aktif MLM
itu, sekarang juga masuk ke hampir semua pusat perbelanjaan mall-mall kota
besar. Pengusaha Ciputra, saat ini juga dikenal sebagai penginjil yang aktif.
Mereka sekarang juga mengenalkan doa lima patok,ungkap Abu Deedat. Maksudnya
doa yang dilakukan selama lima waktu, meniru umat Islam menjalankan sholat lima
waktu. Gerakan Kristen di Indonesia,
juga pernah dihebohkan dengan kejadian pembakaran Doulos di Cipayung. Doulos
dalam dokumentasinya yang disebar resmi lewat internet, memang menargetkan dapat
menyebarkan Kristen di 125 suku untuk 160 juta rakyat Indonesia. Gerakan Doulus
menfokuskan pertama pada 125 suku terasing yang sudah mendengar injil. Kedua,
mendirikan pos-pos penginjilan, rumah ibadah, gereja dan Sekolah Tinggi
Teologia. Saat ini kaum penginjil juga
aktif menyusup ke kantor-kantor, kampus, perusahaan dan lain-lain, untuk
mengadakan doa bersama dan khotbah-khotbah Kristiani. Berbagai cara ditawarkan
di Kampus, misalnya dengan membantu pencarian kos mahasiswa, kursus bahasa
Inggris dan lain-lain. Di Kampus-kampus Bandung, diantaranya di Universitas
Pendidikan Indonesia (tadinya IKIP) penginjil-penginjil dari Kanada dan Amerika
aktif mengadakan kursus bahasa Inggris gratis, untuk menyelubungi misi
Kristennya. Selain itu ini yang perlu
diwaspadaigerakan-gerakan penginjilan melakukan program-program pendekatan ke
masyarakat Islam, dengan kegiatan doa bersama, kegiatan bersama antar agama dan
penyebaran faham penyamaan agama. Disinilah kepentingan Islam Liberal dan Misi
Kristen bertemu. Di Yogyakarta, Mahasiswa
Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga membentuk forum kerjasama resmi dengan
mahasiswa STT Apostolos, dengan nama STAFUKA. Dalam kegiatannya mereka
diantaranya mengadakan Pekan Agama Islam dan Kristen, berupa pentas drama, doa
bersama dan lain-lain. Mahasiswa Islam yang mengadakan kerjasama dengan
mahasiswa Apostolos itu, dikenal sebagai sebagai mahasiswa yang mempunyai paham
Islam Liberal. Selain mengadakan kerjasama dengan IAIN Suka, mahasiswa-mahasiswa
Kristen itu juga melakukan pendekatan ke aktivis-aktivis HMI. Di Jakarta,
sejumlah mahasiswa UIN Sahid beberapa minggu lalu, mengadakan Kajian Kristologi
dengan mengundang Yusuf Roni. Di Jakarta, pendeta-pendeta
dan umat Kristen sering mengundang Ulil Abshar untuk berceramah tentang Islam.
Dan Ulil Abshar sebagai tokoh ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace)
aktif mewadahi kerjasama dengan Kristen dan agama-agama lain, sekaligus menjadi
sponsor dengan dana melimpah dari Asia Foundation dan Ford Foundation (AS).
ICRP yang bermarkas di Jl.
Cempaka Putih Barat XXI No. 34 Jakarta ini sekarang juga membuka kursus agama
terbuka untuk umum dengan KALAM (Kelas Lintas Iman). Dengan biaya yang murah
sebesar 50 ribu untuk mahasiswa, mereka dapat mengikuti Kelas Elementary,
Intermediate atau Kelas Advance. Kelas Elementary diajarkan Sejarah Agama-agama
dan Sejarah Perjumpaan Agama-agama di Dunia dan Indonesia. Kelas Intermediate
diajarkan Sistematika/Dogma/Doktrin Agama-agama dan Tradisi Agama-agama dan
Kelas Advance diajarkan Etika Agama-agama. Gerakan agresif Islam Liberal
dan aktivis-aktivis Kristen itu, sebenarnya dimulai sejak Islam Liberal
membentuk resmi jaringan . Markas Islam Liberal 68H Utan Kayu --milik Gunawan
Moehammad--, dikenal sebagai tempat pertemuan anak-anak muda lintas agama.
Kerjasama mereka itu, selain penyebaran gagasan penyamaan agama lewat buku,
internet, radio dan lain-lain (di Yogya ada penerbit senafas JIL yang bernama
LKIS), mereka juga aktif dengan Paramadina menyebarluaskan wacana bolehnya nikah
beda agama. Begitulah kehidupan,
persatuan komunitas terjadi karena kesamaan ide, kesamaan kepentingan dan
kesamaan melihat musuh bersama. Al Quran jelas-jelas
melarang kerjasama dengan orang-orang yang memusuhi Islam dan melarang kerjasama
dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Nabi Muhammad saw.
Firman Allah SWT : Kamu
tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akherat,
saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,
sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara
ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menenamkan
keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang
dari-Nya (QS Al Mujaadilah 22).
* Nuim (Media Dakwah, Agustus
2003) . |

