Terima kasih ya Pak........

 

28 July 03,10.15

Siang itu istriku agak sakit,

 aku mencoba memasak sendiri di dapur.

Tempe yang mau kugoreng sudah saya iris iris.

Tiba tiba Hanifa anakku yang baru berumur 3 tahun ikut nimbrung.

Wajan yang baru kutaruh di kompor, dia minta dan ditaruh di lantai 

 demikian juga sothel,dan seroknya.

Dia juga minta minyak sedikit untuk dituangkan diwajannya dan tempe yang siap kugoreng dimintanya pula.

Waduh,........  nggak jadi masak ni saya.

Dengan terpaksa kupenuhi permintaannya.

Hanifa kecil mulai memasukkan tempe tempe ke wajan.

Dengan penuh kegirangan dia berpura pura seperti orang menggoreng beneran.

Setelah puas dia pura pura nggoreng, tempe tempe itu dia entas ke piring dan siap siap meninggalkan dapur.

 " Terima kasih ya Pak........!!!"

Aku terkejut mendengar ucapan terimakasihnya.

 

Aku baru tersadar, bahwa anakku baru saja mengucapkan terimakasih pada Bapaknya , karena bapaknya telah memberi kesempatan kepadanya untuk belajar mencoba, untuk bereksplorasi, dan bukan melarangnya.

 

"Didiklah anak anakmu, karena mereka akan hidup di jaman yang lain denganmu"...Rosul

 

Anak belajar meski terkesan bermain main.

Mereka perlu mendapatkan perhatian yang sungguh sungguh dari orangtuanya.

 

Anak anak itu perlu diberi kuliyah yang betul betul bisa membentuk karakternya yang smart/ cerdas.

Bukankah kuliyyah artinya keseluruhan...???

Jadi , apanya yang harus keseluruhan???

 

Kata Nabi: Orang yang cerdas adalah orang yang ingat mati , kemudian dia berbenah dan mepersiapkan amal amal yang diperlukan untuk kebutuhan setelah matinya.

 

Jadi materi kuliah anak anak haruslah mengandung unsur unsur kecerdasan spiritual,emosi dan intelektual.

 

Ketika Umar bin khatab menguji seorang bocah angon , "Juallah kambingmu satu saja, kan majikanmu tidak tahu kalau kambingmu tidak ada satu!"

"Bila saya lakukan demikian, lalu dimana Allah.......??? "tanya bocah itu balik bertanya dan sekaligus memberi jawaban.

 

Mereka telah lulus kuliyah, mereka telah menyelesaikan studinya dan pantas menyandang gelar sarjana .

Sarjana Kejujuran, yang sekarang menjadi barang langka di tengah berkecamuknya peradaban yang carut marut.

 

 

Berbicara masalah peradaban, yang terbayang oleh kita adalah kecanggihan teknologi, atau megahnya gedung gedung yang dibangun sebagai simbol keangkuhan jaman .

Kita lupa, bahwa ada khoirul zaman, sebaik baik zaman atau peradaban adalah zaman dimana kecerdasan spiritual telah dalam terhunjam sampai ke lini grass root.

 

Peradaban hari ini adalah karya seni pembelajaran masa lalu.

Peradaban masa depan ditentukan oleh pembelajaran hari ini.

 

Mari kita sebagai orangtua bersama sama mempersiapkan generasi untuk peradaban masa depan...???

 

 

BAD07FP

Kirim email ke