Peristiwa Itu, Ujian Bagi Bupati Tanahdatar
By padangekspres
Selasa, 29-Juli-2003, 02:43:19 WIB 11 klik


Batusangkar, Padek-Peristiwa berdarah yang terjadi di mulut Goa Sopan Kijang
Kecamatan Lintau Buo, yang menelan korban jiwa Deri M dan Yusril, baru-baru
ini, merupakan ujian bagi Bupati Masriadi Martunus untuk bisa menyelesaikan
permasalahan Goa Sopan Kijang tersebut.


Pasalnya, permasalahan tentang goa tersebut hingga saat ini belum menampakan
titik terang, malah dari tahun ketahun terus meningkat dan menelan korban
jiwa. Ungkapan tersebut di sampaikan anggota angkatan eksponen 66 Sumbar,
Del Yusril Amru, kepada Padang Ekspres, di Lintau Buo, Senin, (28/7).

"Permasalahan yang terjadi di bawah ketiak sendiri tidak bisa diselesaikan.
Inikan bisa menjadi aib bagi Bupati Masriadi Martunus yang asal daerah dari
Lintau Buo sendiri," komentarnya.

Seharusnya, lanjutnya, permasalahan yang terjadi di Lintau tersebut, sudah
bisa diatasi dari dini oleh Pemkab Tanahdatar, sehingga jumlah korban tidak
bertambah terus menerus dari masa ke masa.

Sayangnya, dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, pemkab tidak
menghadapinya dengan mengunakan hati nurani, melainkan dengan bersikap
arogan dan dengan retorika. "Akibatnya, sarang walet yang merupakan rahmat
dari Tuhan tersebut berubah menjadi laknat," ujarnya mengakhiri

Sementara itu, Bupati Masriadi Martunus yang di coba untuk konfirmasi oleh
Padang Ekspres mengenai tuduhan terhadap dirinya sehubungan dengan peristiwa
berdarah di Gua Sopan Kijang tesebut, di kantornya, bersikap menghidar
memberikan keterangan, sambil menuju ruang rapat Sekda, belaiu mengatakan "
nantilah". (amr)

Kronologis

Kronologis peristiwa Goa Sopan Kijang Berdarah (Sabtu, 26/7) menurut persi
Erdison, kakak kandung korban Deri M, yang juga penasehat Angkatan Muda
Lubuk Jantan.

1. Kamis (24/7) Erdison mendapat informasi dari Ketua SPSI In Buya di
Batusangkar tentang penyerbuan yang akan dilakukan oleh Masyarakat Koto
Panjang ke Goa Sopan Kijang.

2. Di Goa Sopan Kijang terdapat 23 orang petugas pengamanan yang terdiri
dari sepuluh orang pemuda Koto Panjang, dan selebihnya pemuda Lubuk Jantan.
Koordinator pengawasan Goa Gusrizal.

3. Sabtu, (26/7) pukul 11.00 WIB, Wali Nagari Tigo Jango, Khairul melapor ke
Ketua DPRD Amora Lubis, tentang penyerbuan masyarakatnya ke Goa Sopan
Kijang. Di tempat tersebut, Erdison, Afdal dan Boyat juga mendengar laporan
wali nagari dan sempat terjadi dialog kecil antara mereka.

4. Sekitar pukul 12.00 WIB, Erdison langsung menuju lokasi Goa Sopan Kijang
untuk melaporkan penyerbuan, sedangkan Boyat dan Afdal melaporkan ke
Polresta Tanahdatar.

5. Sekitar pukul 14.30 WIB, goa Sopan Kijang sudah diserbu oleh ratusan
massa dari Koto Panjang. Di Bendungan Ulu Sarili, yang ditunggu oleh enam
orang pengawas goa diserbu oleh massa, akibatnya, Yusril (32) meninggal
dunia, dua orang tidak ditemukan dan selebihnya berhasil menyelamatkan diri.
Sedangkan tempat penginapan dibakar dan beberapa barang lainnya dirusak
massa.

6. Waktu yang hampir bersamaan, kelompok penyerang juga menyerang di mulut
Goa Sopan Kijang yang juga dijaga enam orang. Akibat serangan tersbut,
Muslim dan Oyon mengalami luka cukup serius, (saat ini masih dirawat), dan
penjaga lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan bersembunyi.

7. sekitar pukul 15.00 WIB, Deri M Cs datang ke lokasi, tepat di mulut goa
Sopan Kijang ia di hadang massa. Entah siapa yang mengkomando, tiba-tiba
Deri Cs diserbu, akibatnya, Deri megalami luka bacok di bagian kepala,
lengan kanan, pungung dan perut. Ia meningal dunia di tengah perjalan menuju
Rumah sakit Tanahdatar.

8. Setelah menyerang, massa yang berjumlah ratusan orang dari Koto Panjang
tersebut meninggalkan lokasi. (***)



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke