Title: Padang Ekspres Online - -:: www.padangekspres.com ::-
 
Harian Pagi Terbesar di Sumatra Barat
Anak Jalanan dan Anak Terlantar di Sumbar Berkurang
By padangekspres
Rabu, 06-Agustus-2003, 02:35:59 WIB
Padang, Padek—Jumlah anak terlantar (antel) di Sumbar sampai akhir tahun 2002 lalu, berjumlah 31 567 jiwa. Dibandingkan tahun 1999 yang berjumlah 47 294 jiwa, telah berkurang 15 727 jiwa atau 33 jiwa. Demikian pula anak jalanan (anjal) tahun 2002 adalah 4 417 anak, menurun 22 persen apabila dibandingkan dengan data tahun 1999 yang berjumlah 5 640 anak.
Berkurangnya jumlah Atlel dan Anjal dimungkinkan karena. tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam menanggulangi permasalahan anak Hal itu dikatakan Wakil Kepala Dinas Sosial Sumbar, Drs Achmad Khrisma kepada Padang Ekspres, Selasa (5/7).

“Berkesinambungannya program-program Pemerintah dalam penanggulangan anak terlantar, baik melalui pelayanan panti maupun luar panti serta melalui Rumah Singgah. Meningkatnya koordinasi antar Instansi terkait dilingkup Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. Dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penanganan antel dan anjal,”ucapnya.

Partisipasi masyarakat dalam pembinaan dan penanggulangan antel dapat dilihat dari adanya 109 panti sosial swasta yang tersebar di di Sumbar. Dari sejumlah Panti Sosial tersebut setiap tahunnya berhasil dibina 4 725 anak terlantar dan yatim piatu. Dari 109 panti sosial Swasta, 34 di antaranya adalah milik si Muhammadiyah/Aisyiah, dengan jumlah anak yang dibina, 1 420 anak . Pemerintah memberikan bantuan sosial kepada panti sosial swasta setiap tahunnya, berupa subsidi melalui APBN 2003 sebesar Rp1 503 800 000, untuk 2080 anak selama 365 hari atau indeks perhari setiap anak adalah sebesar Rp2 000. Disamping itu, tahun 2003 telah diusulkan kepada Pusat agar Sumbar dialokasikan Program Dampak Pengurangan Subsidi BBM untuk Kesejahteraan Sosial.

Pada tahun 2002, Sumatera Barat telah mendapatkan Program PD PS BBM sebesar Rp. 2.551.342.000,- untuk 4.365 jiwa dan pada Tahun 2003 diusulkan 5.215 jiwa dengan jumlah dana sebesar Rp. 3.331.081.250,- untuk penghuni Panti Sosial. Penanganan Anak jalanan di Propinsi Sumatera Barat, dilakukan melalui bantuan dari HNSDP (Health Nutrition Sector Development Programe) dan Jaring Pengaman Sosial.

Pelaksanaan di Kota Padang dimulai tahun 2001 dilakukan oleh 11 Rumah Singgah. Disamping itu penanganan anak jalanan juga ditunjang melalui dana APBN yang dilaksanakan melalui 15 Lembaga Sosial Kemasyarakatan pada 6 Kabupaten/Kota di Sumbar. Tahun 2003 Pemerintah menganggarkan Rp. 1.884.991.000; untuk pembinaan anak jalanan di Propinsi Sumatera Barat. Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan Anak Terlantar dan Anak Jalanan, melalui Organisasi Sosial/Lembaga Sosial Kemasyarakatan berdasarkan evaluasi, ternyata berdampak positip dalam mengurangi permasalahan baik secara kuantitas maupun kualitas, ujarnya.

Untuk mempertahankan hal ini, pemberdayaan peran Organisasi Sosial dan Lembaga Sosial kemasyarakatan perlu mendapat dukungan semua pihak, sehingga suatu saat nand organisasi tersebut mampu menangani permasalahan sosial Anak terlantar dan Anak jalanan secara mandiri dengan prinsip swadaya dan swadana.(ita)

Kirim email ke