Banyak terimakasih nanda Rahima atas kado tulisannya yang menyangkut "ditinggalkan anak"yang baru lahir atau belum baligh.Pak Buyuang berdoa kehadhirat Ilahi Rabbi,kiranya Ima selalu produktif dalam tulis menulis bidang keagamaan ini(Islam tentu).Memang betul,kalau kita mengalami "mu- sibah",kita ucapkan Inna lillahi wainna ilahi raji'un.Ucapan kalam nan sama ini,dulu gaung dan pesonanya sewaktu jo Buyung "menerima"ketentuan Ilahi,anak laki2 nan baru berusia duahari,diambiNya kembali;sangat menya yat hati dan pilu.Air mata tanpa sadar mengalir pelan,jatuh setitik demi setitik.Sebagi laki2,jo Buyuangpun larut dalam keduakaan waktu itu.
Kedukaan dan air mata,merupakan satu rangkaian nan indak dapek dipi- sahkan.Hanya pesan junjungan kita,jangan kedukaan itu diikuti oleh"buah ratap tangisan"nan menjurus kearah "syirik".Semoga semua anak-anak nan diwafatkan Ilahi sewaktu kecil dan belum akil baligh,mendapat tempat ber main dan tinggal "dipenungguan" yang berdekatan dengan "kedatangan" ke-dua Ortunya nanti di taman perhitungan Allah Azza wajal.Semoga. Wassalamualaikum wr.wb. RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

