Untuk benteng diri dan keluarga.

Mencegah sebelum mengobati.

 

-----Original Message-----

From: M. Furqaan Naiem [mailto:[EMAIL PROTECTED]]

Sent: Wednesday, August 06, 2003 3:58 PM

To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]

Subject: Halal/Baik/Enak>>> BAHAYA APOSTOLOS --> harus dibaca !!!

 

 

 

Ahmad Fitriyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalaamu'alaikum wr wb

 

Mohon maaf apabila kisah ini pernah di-posting atau ada member yang sudah sering mendengarkan kisah ini.

 

Semoga bermanfaat.

 

Salam,

Ahmad

 

 

BAHAYA APOSTOLOS : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PEMURTADAN UMAT

 

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu) hingga mereka herhijrah di jalan Allah" (Q.S. An nissa 89)

 

Untuk memurtadkan umat islam dari agama para missionaries salibi tak bosan-bosan menciptakan jurus penghancuran islam. Setelah gagal menbawa misi GOLD GOSPEL GLORY selama 350 tahun pada masa panjajahan belanda mereka merencanakan gerakan kristenanisasi berkedok islam.

 

Salah satunya adalah sekolah tinggi teologi (STT) Apostolos yg beralamat di Taman Alfa Indah Blok J1/39-43 joglo, Jaksel, yg di pimpin oleh rector seorang Murtadin mantan muslim asal Palembang bernama pendeta DR.

 

Kemas Abubakar Masyur Yusuf Roni.

Dalam kurikulumnya disebutkan bahwa tujuan STT Apostolos adalah 'untuk menciptakan pemimpin dan pelopor gereja masa depan yang mampu "berdialog" lintas teologis dengan dunia islam'

 

Dalm bahasa misi kalimat itu bermakna bahwa STT Apostolos memiliki target dan tujuan Untuk mencetak para pendeta penginjil dan tokoh Kristen yg siap dan manpu menyiarkan injil secara independent kepada dunia islam dari kaum uwam, menengah, intelek sampai para ulama dan kyai sekaligus. Untuk menunjang keberhasilannya itu maka kurikulum STT Aportolos di rancang sedemikian rupa dengan studi keahlian islamologi yg tidak islami guna menciptakan pemimpin Kristen dan teolog yg independent dan mampu berkomunikasi dengan dunia islam. Lalu di ambilah orang-orang dari IAIN jakarta dengan dengan bayaran sejumlah uang teertentu sebagai tenaga dosen Program STT Apostolos ini mendapat sambutan hangat dari kalangan Kristen lainnya karena ada daya pikat tersendiri dari brosur dan iklan yg disebarkan Apostolos. Ditonjolkan disan bahwa STT Apostolos bekerja sama dengan para dosen IAIN Syarif Hidayattullah Jakarta.

 

Sementara dari kalangan muslim menganggap bahwa kerja sama antara dosen IAIN dengan STT Apostolos Jakarta ini sangat berbahaya . banyak kasus lapangan yg menunjukan bahwa Apostolos itu berbahaya!!! Pada bulan juli 2001 para mahasiswa Apostolos di kawal oleh para dosen IAIN melakukan tour ke pesantren-pesantren dan beberapa LSM dakwah di cirebon.

 

Di pesantren Daar-Al-tauhid para kyai dan santri tidak habis piker begitu selesai dialog antara mahasiswa Apostolos dengan pihak pesantren . mahasiswa Apostolos mengatakan bahwa teologi dalam islam dan Kristen itu tidak beda sama saja! Dalam Kristen mengnal tuhan itu dalam 3 oknum yaitu allah bapak allah anak dan allah roh kudus . sementara dalam islam allah itu ada 99 oknum yang di kenal Dengan 99 asmaul husna.

 

Begitulah kualitas berpikir mahasiswa didikan para dosen pembelot IAIN Jakarta.

 

Di hadapan para para tokoh islam pengurus yayasan haji karim oey Cirebon , Nurul Fajri MA.MR mengajak kaum muslimin untuk kembali kepada millah ibrahim. Karuan saja para tokoh islam bertanya Tanya penyakit apa yg sedang melanda dosen IAIN sempalan iti? Bukankah ungkapan itu lebih tepat bila di sampaikan kepada umat Kristen yg nyata -nyata akidahnya menyimpang dari ajaran tauhid warisan nabi Ibrahim???

 

DR. Kautsar Noer sarjana asal urak awak ini mengatakan bahwa pendeta Jusuf Roni itu orang yg baik, maka dia tidak keberatan bila diajak mengajar di STT Apostolos. Karena dia bertujuan untuk berdakwah di sana. Ungkapan dosen ini pun sama sekali tidak relevan bagaimana mungkin dia bisa berdakwah di STT Apostolos yg dari awalnya saja sudah didirikan untuk mencetak pemimpin dan pelopor gerja yg mampu "berdialog" lintas teologis meluncurkan dan memurtadkan akidah islam ??

 

"Nanti dalam waktu yg tidak lama akan datang pada manusia suatu zaman dimana agama islam tidak tinggal kecuali hanya namanya saja .Dan tidak ada yg tinggal daripada Al quran kekecuali hanya huruf dan tulisannya saja. Masjid-masjidnya mentereng dan megah tapi sunyi dari petunjuk . Ulama mereka adalah yg paling jahat di antara yg ada di bawah langit .Dari mereka itu akan muncul bermacam-macam fitnah dan fitnah ituakan kembali kepada lingkungan mereka sendiri(umat islam) (HR Baihaqi).

 

MEMBONGKAR KEBOHONGAN MURTADIN PENDETA YUSUF RONI

 

Ngakunya dia bernama lengkap Kemas Abubakar Masyhur Jusuf Roni asli kelahiran Palembang 6 Desember 1946. kakeknya bernama kemas a. roni tokoh islam terkenal di palembang silsilah lengkapnya kemas Abubakar Mashur Jusuf roni bin Kemas M toha Roni bin Kemas A. Roni bin Kemas Nanang Abdul Halim bin Kemas Abang bin kemas Amijoko bin Demang Singojudo Wirokencono bin Daeng ario Wongso bin Tumenggung Nogowongso bin pageran Fatahillah dan seterusnya.

 

Masa kecilnya Jusuf Roni dididik dgn disiplin yg keras di tengah-tengah keluarga islam . maka jadilah dia seorang muslim yg fanatik ketika keluarganya pindah ke Bandung dia masuk ke pesantren YPI (yayasan pendidikan Islam) JL. Muhammad 16 Bandung yg di pimpin oleh KH. Udung Abdurrahman.

 

Ngakunya pula sebelumnya menjadi Kristen Jusuf Roni adalah aktifis muslim yg gigih memperjuangkan islam dalam kesempatan apapun termasuk membendung perkembangan agama Kristen di Jawa Barat buktinya dulu dia memiliki seabreg jabatan di dunia dakwah antara lain :

1. Ketua umum serikat pelajar muslim Indonesia (SEMPI) kabupaten bandung ketua 1 SEMPI wilayah jawa barat , ketua lembaga dakwah SEPMI pusat

2. Ketua serikat Pendidikan Partai syarikat islam Indonesia (PSII) bandung

3. Angota gerakan ulama syarikat islam indonesia (GUSII) wilayah jawa barat

4. Ketua seksi dakwah dan pers pemuda muslim Indonesia wilayah jawa barat

5. Angota dewan pimpinanharian daerah (DPHD) kesatuan aksi pemuda pelajar Indonesia KAPPI konsulat jawa barat

6. Pernah jadi juri MTQ tingkat nasional

7. Pernah di didik di pesantren sampai aliyah IKIP dan Universitas islam Indonesia

8. Pernah menjadi wakil sekertaris jendral organisasi islam sedunia

 

Namun selama beragama islam dia tidak pernah mengalami kepuasan rohani hidupnya selalu gelisah tidak tenang dan selalu diliputi oleh tanda Tanya seputar kepastian keselamatan . Dalam situasi itulah akhirnya dia terpikat oleh doktrin "keselamatan yang pasti" dalam kristus bahwa dosa manusia sudah di tebus oleh Yesus yang mati tragis di atas gantungan tiang salib.

 

TERNYATA BOHONG SEMUA..........BOHONG BESAR !!!

 

Kesaksian yang indah dan memikat itu sempat menggegerkan umat karena di tobatkan di gereja-gereja lalu kesaksian tersebut direkam dan diedarkan ke kalangan muslim di Kalimantan, Surabaya,Bandung Jakarta ,Malang dan beberapa kota besar lainnya.

 

Tetapi ternyata ...pendata Jusuf Roni berbohong dalam kesaksiannya . Bohongnya tak tanggung tanggung besar ...sekali..!!!

 

1. Berdasarkan surat keterangan dari pusat administrasi akademi IKIP bandung NO.259 P.T 25R.II 4/0/1979 tertanggal 22 Mei 1979 Jusuf Roni tidak pernah teercatat sebagai mahasiswa

IKIP Bandung

2. Surat rector universitas islam Indonesia nusantara Bandung NO.78/R-UIN/D/V91997 tertanggal 2 september 1979 Jusuf Roni pun tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa UIN Bandung

3. Surat kepala kantor direktorat jendral bina tuna warga Bandung no P.R.II.LL/D.P/2383/79 tertanggal 22 mei 1979 menyatakan bahwa Jusuf Roni sudah pernah meringkuk di penjara Banceuy Bandung dalam kasus tindak pidana jadi Jusuf Roni adalah seorang recidivist

4. Jusuf roni bukan asli palembang tapi berdarah campuran asing

5. Mustahil menjadi juri MTQ ketua lembaga dakwah wakil sekjen organisasi islam sedunia karena Jusuf Roni ternyata tidak bisa baca Alquran tidak tahu tata cara dan doa-doa shalat tidak hafal surat alfatihah.

 

Maka tidak heran bila akhirnya pada tanggal 19 juli 1979 pengadilan negeri Jakarta pusat memutuskan hukuman 6 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana subversi sebagaimana yg diatus dalam pasal 1(1) ke 1 sub c undang undang no. 11/PNPS/1963.

 

 

Itulah profil Jusuf Roni pendeta recidivist yg kini menjadi rector Apostolos bos nya para dosen IAIN pembelot

 

OKNUM DOSEN IAIN SYARIF HIDAYATTULLAH TERPERANGKAP PROGRAM KRISTENISASI

 

Tidak puas mengabdikan ilmukepada islam di bawah pimpinan rector muslim Prof. Dr Ayzumardi Azra beberapa dosen IAIN membelot dari almamaternya dengan label "Dosen dan alumni IAIN syarif hidayatulah Jakarta" yang di sandangnya di tega tegakan juga mencari duit dengan mendukung program kristenisasi di STT Apostolos yg di pimpin oleh murtadin YUSUF RONI seorang pendeta yg pernah mendekam 6 tahun di penjara Kalisosok Surabaya dalam kasus "pidana subveersi" pelecehan agama islam

 

Inilah daftar para dosen pembelot IAIN yg bekerja sama dengan murtadin Yusuf Roni untuk memuluskan gerakan pemurtadan yg di bungkus indaah dengan bahasa "Dialog Lintas Teologis " itu

 

1. Dr Kautsar Noer

2. Dr. Amsal Bachtiar

3. Drs. Nurul Fajri, MA,MR

4. Drs. Edi Kusnadiningrat MA

5. Drs. Ujang Tholib MA

6. Drs. Muhammad Faruki M. Ag

7. Nuryamin Aini MA

8. Dr. Mulyadhi Kartanegara

9. Kusmana MA

 

Pembelotan para oknum dosen IAIN jakarta itu menimbulkan kebingungan umat yg selama ini menganggap IAIN sebagai symbol keintelektualan cendikiawan muslim gara-gara ulah oknum dosen pembelot itulah akhirnya sebagian masyarakat memplesetkan IAIN dari institut agama islam negeri menjadi "'ingkar allah ingkar nabi" Barang kali pelesetan masyarakat itu ada benarnya juga kerena ulah dari delapan oknum IAIN itu membuktikan penafsiran umat yang beragam antaraa lain :

 

1. Delapn dosen IAIN itu berani menjual almamater IAIN untuk dipertaruhkan akidahnya antara dakwahislamiyah dan missi kristenisasi

2. Delapan dosen IAIN itu menjual kesarjanaan muslimnya untuk mendukung program krisrenisasi yg di kemas dalam bahasa "menciptakan pemimpin dan pelopor gereja masa depan yang mampu berdialog lintas teologis dengan dunia islam"

3. Ibarat pepatah "guru kencing berdiri murid kencing berlari" maka ulah dosen dosen ngawur itu bisa menciptakan para mahasiswa IAIN yg siap bekerja sama dengan pihak gereja untuk menghantam islam dengan dalih "Pluralisme Agama"

 

Akibat jangka panjangnya kelak bila para mahasiswa Sekolah Teologi Kristen Apostolos itu terjun ketengah-tengah masyarakat dalam rangka mewujudkan tujuan akademisnya dia akan berkata pada kaum muslim "saya dulu belajar islam kepada dosendosen IAIN jadi secara tidak langsung ilmu yang saya dapat juga sama dengan ilmu para mahasiswa IAIN" selanjutnya masyarakat awam mudah percaya kepada mereka untuk kemudian parlahan lahan ....murtad!!!

 

Apa daya untuk keselamataan umat maka 8 dosen pro kristenisasi itu harus diisolasi dari dunia dakwah . umat tidak butuh penjilat !!!

 

Sampai kapan sampai mereka tobat.

 

Salinan Bulletin Dakwah jum'at "ANTI MURTAD" menangkal aksi pendangkalan Akidah, diterbitkan oleh (KOPKAM) Komando Pasukan Kontra Murtad Sebar dan beri kabar pada ihkwan seiman

 

Disalin dari Milis SURAU Nop 2001

 

 

Kaum Kuffar Semakin Brutal Kristenisasi Berkedok Dialog Paralelisasi Teologis

 

Gerakan para salibis untuk melecehkan Islam dan menyesatkan kaum muslimin dari agama dan aqidahnya yang haq tidak akan pernah berhenti sebagaimana yang telah difirmankan Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an-Nya yang mulia.

 

Setelah bertahun-tahun melakukan gerakan pemurtadan dengan cara sembunyi-sembunyi dan dari bawah tanah, tikus-tikus salibis sudah berani untuk keluar dari gorong-gorong persembunyiannya dan menggerogoti keyakinan ummat Islam dengan cara terang-terangan bahkan sangat provokatif.

 

Cara yang mereka pergunakan kali ini dengan melalui jalur "ilmiah" berbungkus lembaga pendidikan. Mereka mencoba mencampur adukkan ajaran agama Islam dengan agama mereka dan secara halus mengaburkan serta menyingkirkan hakikat kebenaran agama yang haq ini.

 

Sekolah Tinggi Teologis Apostolos merupakan salah satu dari lembaga yang dengan nyata memproklamirkan dirinya sebagai lembaga pengkristenan ummat Islam Indonesia. Langkah-langkah yang digunakan oleh lembaga yang tidak beralamat jelas (hanya mencantumkan PO BOX dalam kop suratnya, red.) ini sangat menantang dan terkesan memancing-mancing kemarahan kaum Muslimin.

 

Salah satu langkah "berani" yang mereka lakukan adalah dengan mengirimkan surat kepada para tokoh dan lembaga-lembaga Islam di Indonesia. Surat yang dalam kop-nya bertuliskan "Pusat Penginjilan untuk Masyarakat Muslim Apostolos/Evangelism Centre Apostolos for Moslem Society" ini mengajak kepada kaum muslimin agar berbaik sangka terhadap gerakan mereka.

 

Namun, bagaimana mungkin kaum muslimin bisa berprasangka baik apabila pada pembuka surat saja mereka telah memfitnah ummat ini dengan menuliskan bahwa telah terjadi provokasi yang berbungkus Tabligh Akbar yang tujuannya adalah mengerahkan massa untuk merusak, membakar, dan membom gereja. Tuduhan yang tanpa bukti nyata ini jelas merupakan satu fitnah dan bentuk provokasi dari para salibis "al-kadzdzab".

 

Aroma kristenisasi juga tercium jelas dengan dikutipnya dua ayat dari Injil yang berbunyi "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada makhluk" dan "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus".

 

Walaupun sudah jelas seperti itu mereka mencoba menutupi-nutupi niatannya yang sudah terbuka itu. Mereka berdalih dengan mengatakan agar tidak terjadi 'konflik agama' dan menghindari 'pertikaian sesama bangsa sendiri' maka 'solusi terbaik'nya adalah dengan memperkenalkan "Program Studi Islamologi Apostolos" yang menitikberatkan kepada paralelisasi kitab suci Kristen dan Islam. Hasil akhir dari program ini, menurut yang tertulis di dalam surat itu, adalah umat Islam dan Kristen tidak lagi memandang agama masing-masing sebagai perbedaan dan tidak menganggap agamanya saja yang paling benar.

 

Mereka juga mengatakan bahwa agama Islam tidak konsisten dalam menjalankan "Millah Ibrahim" dan menganjurkan untuk kembali kepada "Millah Ibrahim" karena berakibat tidak bisa berdampingan dengan baik dengan umat kristiani. Sebuah pernyataan yang seharusnya ditujukan dan dipantulkan pada diri mereka sendiri.

 

Yang lebih jelas lagi menunjukkan niatan busuk mereka dalam merusak agama ini terlihat dari susunan kurikulum yang mereka tawarkan seperti ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf yang di dalam Islam sendiri telah dikatakan ilmu dan aliran yang sesat dan menyesatkan. Mereka mengatakan bahwa kurikulum ini diadopsi dari kurikulum IAIN yang telah dimodifikasi.

 

Lembaga yang dipimpin oleh Dr. K.A.M Jusuf Roni (seorang murtad yang di surat tersebut dikatakan sebagai "mantan muslim yang bertobat menjadi kristen dan kini menjadi pendeta", red.) ini juga telah mencoba untuk bekerjasama dengan kampus-kampus Islam yang bisa diajak bekerjasama mendukung visi dan misi tujuan STT Apostolos. Yang menyedihkan dan menyesakkan dada bagi kita kaum muslimin adalah terlibatnya belasan orang dosen dari sebuah institut Islam di Jakarta sebagai pengajar mata kuliah keahlian khusus yang berisikan materi-materi keislaman.

 

Dan tentu saja mata kuliah keahlian khusus studi Islamika yang mereka tawarkan seperti Pengantar Studi Islam, Hukum Islam, Gender dalam Islam, Kristologi dalam Pemikiran Islam nantinya akan ditinjau dari perspektif agama mereka. Hal ini disebabkan STT ini menyatakan dasar-dasar mereka adalah bahwa "STT Apostolos mempunyai keyakinan bahwa Alkitab (Bibel) adalah satu-satunya sumber berita tentang Sang Firman dan satu-satunya berita yang benar tentang Sang Kebenaran. Dan Al-Qur'an bukan firman Tuhan tapi kitab biasa yang bisa dipakai sebagai sarana penghinjilan." Na'udzubillah. Kita berlindung kepada Allah dari kebodohan mereka dan Maha Suci Allah yang telah mewahyukan Kalamnya yang Mulia dalam Al-Qur'an dari tuduhan mereka.

 

Jusuf Roni sendiri merupakan "pemain lama" dalam hal kristenisasi di Indonesia yang sudah pernah merasakan kurungan penjara di zaman Orba namun tetap membatu hati dan kepalanya.

 

Hadapi Kristenisasi Ini dengan Sikap Tegas

 

Ormas-ormas Islam, diantaranya FPI, Fakta, Muhammadiyah, Laskar Jihad, dan MUI Pusat yang menerima surat ini dan mengetahui latar belakang orang-orang yang mendukung lembaga tersebut serta menyadari bahayanya keberadaan dari lembaga ini telah saling bertemu pada Sabtu (3/11) di kantor MUI Pusat, lantai dasar Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit itu, pihak MUI yang berasal dari komisi Kerukunan dan Komisi Da'wah serta ormas Islam yang hadir mengungkapkan kemarahannya atas kekurangajaran lembaga itu. Bahkan ada salah seorang peserta berasal dari FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Kristenisasi dan Pemurtadan) yang mengatakan bahwa lembaga ini merupakan "agressor keagamaan". FAKTA yang telah lama mengikuti pergerakan dari Apostolos ini juga mengungkapkan "kegembiraannya" atas tindakan yang terang-terangan ini karena akan semakin mudah untuk membantah dan membongkar kebusukan mereka.

 

Dari pertemuan itu juga mencuat seruan untuk membawa permasalahan ini ke pengadilan karena jelas-jelas mereka ingin menyelewengkan ummat Islam dari keyakinannya. Namun yang paling penting dari pertemuan tersebut adalah semua elemen yang hadir menyadari bahwa ini adalah permasalahan yang serius dan akan menghadapi kristenisasi yang nyata ini secara bersama-sama sesuai dengan kemampuan dan keahliannya masing-masing. Kepada MUI, hadirin meminta agar hal ini dilaporkan kepada pihak yang berwajib karena ini dapat mengganggu ketertiban dan memancing kemarahan ummat Islam jika tidak segera ditegakkan hukum atasnya.

 

Juga diungkapkan agar semua elemen Islam jangan terjebak ke dalam permainan salibis yang apabila salah langkah akan segera digunakan mereka untuk meminta simpati dari salibis internasional sehingga muncul kesan yang buruk terhadap ummat Islam di Indonesia. Karena benar-benar mereka tidak akan pernah ridha dan senang terhadap agama ini.

 

Dari fakta ini, semoga kita kaum muslimin dapat semakin berteguh hati untuk terus memegang agama yang diridhai Allah Ta'ala yang dibawa oleh rasul-Nya yang "Shodiqul Mashduq" Muhammad shalallahu alaihi wassalam. "Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci." (Q.S. Ash-Shaff: 9). (drm-a3)

 

 

 

 

 

 

 

 

Kirim email ke