Kampung Ortu Asmar di Malalo
*Inyo Shaleh, Indak Mungkin Pelaku Bom
By padangekspres
Selasa, 12-Agustus-2003, 04:25:57 WIB 76 klik

Nama Nagari Malalo, Kabupaten Tanahdatar, kembali mendapat sorotan di
tingkat nasional. Bila dua tahun lalu, Malalo menjadi pusat perhatian karena
di daerah tersebut terjadi musibah longsor yang merenggut banyak korban jiwa
dan harta benda.

Kini, nama Malalo mencuat ke seantero nusantara karena dikait-kaitkan dengan
nama Asmar Latin Sani, tersangka pelaku pemboman Hotel JW Marriott Selasa
(5/8) lalu. Untuk menelusur jejak keluarga Asmar di Malalo, wartawan koran
ini kemarin mengunjungi kampung orangtua Asmar di Malalo.

Kampung orangtua Asmar di Malalo berada di Jorong Guguak, yang berjarak
sekitar 200 meter sebelum terowongan PLTA Singkarak, atau sekitar 48 km dari
Kota Batusangkar. Keadaan kampung kecil itu terlihat biasa-biasa saja
walaupun ada di antara masyarakat yang dihubungi Padang Ekspres waktu
memasuki gerbang Nagari Malalo tersebut mengetahui adanya berita yang cukup
menghebohkan tersebut.

Mereka sudah mendengar khabar bahwa salah satu tersangka pelaku Pemboman
Hotel JW Marriott Jakarta tercatat warga Bengkulu dan orangtuanya berasal
dari Malalo. Tapi banyak mereka yang tidak mengetahui siapa orangtua Asmar
tersebut. Apalagi tidak ada namanya di Malalo karena di Malalo hanya ada dua
Nagari yaitu Nagari Padang Laweh dan Nagari Guguak Malalo.

Sehingga untuk menelusuri jejak rumah orang tua Asmar pun terasa
samar-samar. Namun pada saat Padang Ekspres memasuki Pasar Malalo terlihat
beberapa orang masyarakat sedang minum bersama Mantan Kepala Desa Dua
KotoYontameri yang pernah ikut membagikan bantuan pembaca Riau Pos Media
Group (RPMG) waktu terjadinya musibah Longsor Malalo sebesar Rp48 Juta
berupa bantuan Semen dan Atap seng. Sehingga melihat itu merasa yakin
kunjungan Padang Ekspres ke Malalo untuk melihat keadaan suasana di Malalo.

Dari mantan Kepala Desa itulah baru berhasil ditelusuri rumah orangtua Asmar
Latin Sani. Berada di Jorong Guguak atau sekitar 5 km dari Pasar Malalo.
Namun mereka mengaku tidak begitu mengenal sosok Asmar termasuk jarang
berkomonikasi dengan keluarganya karena mereka sudah lama merantau termasuk
anak-anaknya lahir di rantau. Karena sebelumnya orangtua Asmar Merantau ke
Sibolga Sumatera Utara dan kemudian pindah ke Bengkulu.

Ketika Padang Ekspres mengunjugi Jorong Guguak terlihatlah rumah orangtua
Asmar Abdul Wahid yang bergelar Sutan Rajo Lembang, begitu sepi karena
rumahnya memang rumah tinggal dan tidak ditempati dan keluarga tersebut
menurut Jusmaniar (50) saudara dari ibu Asmar yang satu-satunya tinggal di
Kampung kepada Padang Ekspres yang membuka warung minum di Jorong tersebut
mengaku Asmar hanya pulang sekali setahun dan mereka pulang bersama
orangtuanya.

Karena Abdul Wahid dan ibunya sudah lama merantau dan lima orang
anak-anaknya lahir di perantauan termasuk Asmar sendiri si anak Bungsu dari
Abdul Wahid yang sehari-hari besarnya di rantau. Tapi jika dibandingkan
dengan anak-anak lain ujar Jusmaniar (50 th) merupakan saudara sepupu dari
ibu Asmar yang satu-satunya tinggal di Kampung dan merupakan tempatan bagi
Asmar dan orang tuanya jika mereka pulang ke kampung.

Kesehari-harian Asmar memang jauh berbeda ujar Jusmaniar lagi. Dia agak
pendiam, tapi dalam pemahamaan keagamaaan sangat dalam, dia sering puasa
Senin dan Kamis, sembahyang Taat dan jika pulang selalu berjemaah di Mesjid.
Kemudian dia sering menasehati keluarganya di kampung jika mereka pulang,
agar tidak suka menggunjingkan orang lain dan memperbanyak ibadah kepada
Tuhan.

Sehingga mendengar adanya berita di TV yang mereka dengar di tetangga
sebelah yang mempergunakan TV digital, kami seolah-olah tidak percaya ujar
Jusmaniar lagi, "Masak iyo urang nan sa shaleh itu manjadi pelaku bom,"
ujarnya lagi.

Apalagi dalam keseharian Asmar selalu mengajak kami di rumah untuk selalu
berbuat kebaikan dan menghindarkan diri dari prilaku yang tidak baik kepada
sesama manusia dengan menjaga mulut kami. Walaupun dia datang bersama
orangtuanya dalam satu tahun hanya satu kali dan di rumah paling lama hanya
seminggu. Tapi dalam pembicaraan tidak pernah sedikit pun menyakiti hati
kami. "Walaupun dia masih muda. Namun pada umumnya keluarga di sini
mengetahui bahwa dia merupakan lulusan pesantren di Solo. Sehingga
pendalaman agama yang mereka miliki itulah kami merasa tidak marah
diceramahi. Walaupun saya sendiri eteknya (adik ibunya)."

Sehingga untuk memastikan apakah betul Asmar merupakan salah seorang pelaku
peledakan Bom Hotel Mariott tersebut, suaminya Mawardi Dt Maliputi telah
pergi ke Bengkulu ke rumah orangtua Asmar, tapi sampai saat ini keluarga di
Jorong Guguak belum memperoleh berita kepastiannya. Hanya saja saya sebagai
ibunya yang tinggal di kampung dugaan Asmar pelaku Bom itu meleset adanya.
Sehingga hati mereka pun merasa tenang. Karena merasa risih anak sebaik itu
dituduh sebagai pelaku Bom Hotel Mariott yang menewaskan 12 orang korban
tewas. Karena mereka hanya mengetahui sehari-hari setamat pesantren Asmar
membuka toko Foto Copy di Bengkulu dan mereka tidak mengikuti jejak ayahnya
menjual kebutuhan hari-harian.

Sementara itu, tokoh masyarakat Malalo Ali Anwar BA dan juga merupakan ketua
IKMAL (Ikatan Keluarga Malalo) ketika dihubungi Padang Ekspres mengaku
terkejut atas tuduhan yang dialamatkan kepada saudara mereka yang tinggal di
perantauan. Karena sebahagian besar warga asal Malalo tinggal di Bengkulu
apalagi selama ini keluarga Abdul Wahid merupakan keluarga baik-baik dan
mereka tidak pernah terlibat dalam percaturan politik.

Bahkan sehari-hari orangtuanya hanya sebagai pedagang dan sekali tiga bulan
pulang demikian pula prilaku Asmar sehari-hari. "Tidak ada kesan sedikit pun
dia punya dendam malah yang terlihat jiwa alimnya, amalan keagamaannya
sangat berbeda dengan anak-anak seusianya apalagi dengan kami yang sudah tua
tinggal di kampung, "ujar Ali Anwar.

Meskipun dari segi pendidikan Asmar bersama saudaranya yang lain tidak ada
mencicipi pendidikan di kampung halamannya. Tapi dengan modal pendidikan
pesantren yang dimiliki itulah mereka melihat pendalaman agama yang dimiliki
Asmar patut dicontoh oleh masyarakatnya yang tinggal di kampung. (***)



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke