Seperti tahun-tahun lalu, ada tangis dan air mata
mengiringi pengumuman SPMB tahun ini. Untuk mereka
yang berkantong tebal, baik yang otaknya pas-pasan
maupun yang encer seperti air, kegagalan SPMB tahun
ini tidaklah menjadi masalah, karena orang tuanya
memiliki cash in hand yang banyak untuk memilih PTS
manapun yang menjanjikan masa depan. Tapi bagaimana
dengan mereka yang bertolak belakang dengan kondisi
itu, jumlah mereka mendominasi negri ini.

Beberapa hari yang lalu saya mewawancarai calon
mahasiswa PUB(Pemberdayaan Umat Bekelanjutan) dari
yayasan Marlina Buchari. Calon mahasiswa mendapatkan
beasiswa full ditambah penginapan, makan, pakaian,
sepatu dan penempatan kerja di unit usaha PASIM Group
dan perushaan lain setelah lulus. 

Syaratnya, muslim, berasal dari keluarga miskin,
piatu, prestatif, prestasi akademik sangat baik, aktif
organisasi dan tentunya memiliki motivasi yang tinggi
untuk "mambangkik batang tarandam" (istilah minangnya)

Haru. Itulah perasaan saya saat mewanwancarai mereka
satu persatu. Mereka rata-rata memiliki prestasi dan
motivasi yang sangat baik. Tetapi sayang, kondisi
ekonomi menghalangi cita-cita mereka untuk mengenyam
pendidikan tinggi. Apakah pendidikan itu hanya hak
orang-orang kaya saja?

Ada yang menangis ketika saya tanya mengenai kondisi
keluarga mereka. Ada pula yang bercerita bagaimana
ibunya bekerja menjadi pembantu untuk bisa bertahan
hidup setelah kematian ayahnya. Pakaian mereka yang
jauh dari bagus dan raut wajah yang menunjukan
penderitaaan hidup serta segurat harapan agar bisa
sekolah menyayat hati saya.

Apakah tangis anak negri sampai ke istana negara dan
senayan tempat dimana Ibu negara dan wakil rakyat yang
terhormat berada. Apakah terdengar jeritan penduduk
pribumi yang meminta haknya untuk mendapatkan
pendidikan yang telah dijamin undang-undang? 

Sayangnya semua yang ikut tes (walaupun memenuhi
syarat) tidak semua bisa diproses. Karena kemampuan
yayasan memberikan beasiswa hanya untuk 20 orang.

Mahalnya pendidikan tidak bisa dibendung. Akan tetap
lara anak-anak negeri sepanjang uang uang rakyat
ditilep tanpa malu-malu, dan sepanjang mental
kita masih mental pemalas serta tidak berpikir mencari
alternatif pendidikan murah.

walahualam
yesi elsandra


=====
"Bersihkan hati, sucikan jiwa, raih kemenangan"




____________________________________________________________
Get advanced SPAM filtering on Webmail or POP Mail ... Get Lycos Mail!
http://login.mail.lycos.com/r/referral?aid=27005

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke