Dear SBN

Bukan ngangkat telor, tapi pemahaman anda tentang ajaran Islam sudah di atas rata-rata. Teroris yang kita bahas adalah orang Islam yang memahami ajaran Islam itu sebatas yang bisa mereka pahami. Perbedaan pemahaman itulah yang menjadikan Islam sebagai sebuah dinamika yang terus berkembang hingga ke akhir zaman.

Konflik akan terus terjadi. Kecuali orang2 yang diberi rahmat dan hidayah oleh Allah. Mereka bisa memahami persoalan dalam konteks yang lebih adil dan impartial. Bagi Imam Samudera dkk, teror bom mungkin satu-satunya cara yang bisa mereka pahami dalam menyikapi ketidakadilan dunia. Mahathir mungkin punya pandangan dan pemahaman lain dalam menyikapi ketidakadilan dunia. Cara dan pandangan itu dalam realitas sekarang memang sulit untuk bisa sinkron.

Kembali kepada teori kuno saya, jika ada permusuhan yang ekstrim dari kelompok tertentu terhadap kaum tertentu, maka tentulah yang akan berhadapan adalah sesama kaum ekstrim dari kedua kelompok. Dan yang bermusuhan tentulah "ekstrim" Dan ekstrim yang satu tentulah berhadapan dengan ekstrim yang lain. Inilah yang saya maksud dengan, "Kecuali orang2 yang diberi rahmat oleh Allah." Bagi mereka tidak ada permusuhan dan kebencian. Dia punya cara lain yang lebih elegan dalam menyelesaikan persoalan. Salah satunya adalah cara-cara damai dan menghormati makhluk ciptaan Allah.

Tapi satu hal yang jelas dan pasti bahwa Allah mengetahui dan tidak luput dari tiap-tiap hal yang mereka kerjakan dan kita kerjakan. Kalaulah "musuh" Islam tidak memusuhi dengan cara ekstrim, tentulah kelompok2 ekstrim itu tidak akan perlu ada dan tidak akan pernah ada. Eksistensi mereka dipicu oleh ektrimitas dari kaum anti-thesis itu sendiri.

Bahwa mereka Mujahiddin, saya tidak sependapat karena Islam yang saya yakini mengajarkan jihad dalam berbagai cara dan media. Jihad perang hanya satu satu bentuk jihad. Dan itupun dengan persyaratan yang sangat ketat a.l. dimusuhi karena beragama Islam, dianiaya, diusir dari kampung halaman. Jika ketiga prakondisi itu tidak terpenuhi, tidak ada alasan kuat (haq) untuk mencetuskan Jihad Perang. Allah menciptakan manusia dengan tangan-Nya sendiri, untuk hidup dan menjalani ujian hidup, bukan untuk dimatikan begitu saja oleh manusia lain yang merasa lebih berkuasa daripada Si Pencipta.

Satu-satunya Jihad Perang yang saya kenal dan terbukti sukses adalah Perang Kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Meskipun dengan peralatan seadanya, toh kemerdekaan dicapai setelah munculnya kaum intelektual (berakal) yang piawai menjalankan diplomasi ke dunia (cara-cara damai). Dan para pejuang kemerdekaan lebih layak disebut sebagai Mujahiddin yang mati syahid (tak diragukan lagi). Yakni Muslim yang mati dalam keadaan yang tidak perlu diragukan lagi. Tidak harus melewati Yaum 'l Hisab. Tak perlu lagi menunggu Hari Kiamat. Dia langsung ke sisi Tuhan-Nya dan mendapat rizki yang mulia. Karena dia mengorbankan diri dan hartanya di jalan Allah. Dia menghabiskan waktu hidupnya untuk mematuhi larangan dan menjalankan perintah The Big Boss of the Entire Universe. Dan itu bukan perkara yang mudah.

Salemkom Wermehe Weberkehe
(Salam ala Mentawai Membangun)

Elfanzo Remis St Baribeh
(Salamun Alaikum (Peace for You) adalah penegasan kata benda, sementara As Salam adalah Asma Allah, tak ada urusan dengan Muslim dan non-Muslim dalam pengucapan salam. Hanya sekadar membedakan antara kata benda dengan nama Zat Yang Maha Kuasa. Wa rahmatullah wa barakah adalah improvisasi linguistik si pemakai bahasa. Catatan untuk Rahima)







From: "SBN" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [RantauNet.Com] Mereka Pejuang2 Islam
Date: Mon, 18 Aug 2003 08:00:06 +0700

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kamanakan awak mambunuah urang-urang nan indak basangkutan termasuk yang Muslim, jo sakaligus bunuah diri , lalu disabuk sabagai "pejuang jihad", dima pulo lataknyo Islam nan dipacik salamo iko, Al-Quran manyabuik:

".......barangsiapa yang membunuh seorang manusia yang bukan karena hukuman pembunuhan, atau karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan0akan ia telah membunuh manusia seluruhnya....
Al-Maa-idah (5): 32


"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya."
An Nissa (4): 93


"Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, melainkan dengan alasan yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan pada ahli warisnya, tapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan"
Al Israa'(17): 33


Kamanakan awak tu mambunuahi urang nan indak basangkuik pauik. Carito gadih-gadih nan dinodai, nan tadanga, indak namuah kajadian penodaan yang sepihak, kecuali perkosaan.
Ummat Islam bersatu? Itu kan yargon politik supaya saya yang mimpin, anda yang dipimpin.
Sejarah membuktikan sepeninggal Rasullulah SAW memang demikian.


Kelompok pejuang yang mau menguasai orang lain dengan membunuhi orang seperti membunuhi lalat, nggak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dan tidak ada pula dalam sejarahnya urang Minang dahulu, sekarang rupanya telah berubah sejak masuknya paham arab wahabi kesini. Lebih pantas disebut mereka itu pejuang-pejuang iblis.

Salam

SBN

  ----- Original Message -----
  From: Arman Bahar
  To: '[EMAIL PROTECTED]'
  Sent: Saturday, August 16, 2003 3:16 PM
  Subject: [RantauNet.Com] Mereka Pejuang2 Islam


Assalamualaikum ww


Dimata sang penguasa mereka adalah pemberontak / terorist namun dimata para kelompok pejuang mereka adalah "Pejuang2 Jihad" pahlawan pejuang Agama Allah, wong matinya "mati syahid" masuk Syurga lagi

Mereka sanggup mempertaruhkan nyawa bila agama mereka dilecehkan, bila perlu sama2 mati dengan bom bunuh diri, nggak seperti kita2 ini senyum2 aja ketika musuh2 Islam merongrong agama kita

Benarkah dimata Imam Samudra cs kita2 ini hanya2 orang2 lemah bahkan ketika mereka menodai gadis2 Islam lalu dipaksa pindah agama, kita nggak bisa berbuat banyak ?

Benarkah dimata Imam Samudra kita2 ini orang2 egois yang hanya mementingkan diri sendiri yang maunya masuk surga tanpa peduli dengan kesulitan umat yang lain?

Ah ... masak benar kita begitu.....dimana yaa letaknya "Umat Islam itu bersaudara", yang di-ibaratkan sebatang tubuh yang bila salah satu anggota tubuh itu disakiti sekujur tubuh juga akan merasakan sakit?

  abp
  (mari sosialisasikan ucapan "Salam Lekom" itu nggak benar)
  -----Original Message-----
  From: SBN [mailto:[EMAIL PROTECTED]
  Sent: Friday, August 15, 2003 12:52 PM
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Subject: Re: [RantauNet.Com] Pertanyaan Fauzi Laparta

Salam lekom Sanak Zul Amri, Kalimat salam yang dimaksud itu sangat pas pula diucapkan oleh para teroris yang disidangkan di Bali kan? Rasanya niat lebih essential dari pada kulit, perbuatan lebih bernilai daripada sekedar ucapan.Ataukah masih mau menyibukkan dengan formalitas, ritualitas dan kemudian mencampakkan yang esensi dari
Islam itu sendiri.


Salam

SBN

_________________________________________________________________
Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*. http://join.msn.com/?page=features/featuredemail



RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php -----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke