----- Original Message -----
From: "amry1948" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 19, 2003 6:57 AM
Subject: [RantauNet.Com] Mulai hari ini aku menjadi "Pejabat Teras"


Assalamulaikum wr.wb

Sidang rantaunet Yth :


Usia 55 tahun bagi pegawai golongan kecil dan menengah , mau tidak
mau , suka tidak suka harus mengakhiri tugas sebagai pegawai , hal
ini didahului dengan masa persiapan pensiun , yakni membebaskan
pegawai dari tugas rutin sehari-hari  dan memberi kesempatan kepada
pegawai untuk mempersiapkan diri dan merintis usaha untuk menambah
kelanjutan kehidupan pegawai tersebut , maka diberikan penyuluhan
wira usaha yang meliputi usaha agrobisnis , perbengkelan , usaha
restoran / rumah makan dll.

===mak Sati:===
Masa pensiun adalah saat yang tidak bisa dielakkan. Bila karena satu hal
saat itu diperpanjang oleh otoritas, itu hanya pengunduran sesaat. Ia tetap
akan muncul, tentu saja bila Allah swt. menganugerahkan usia yang lebih
panjang. Jadi seyogianya, semua pegawai, negeri atau swasta, begitu ia
menerima SK pengangkatan pertama, ia sudah harus bersiap untuk menghadapi
masa pensiun, jadi bukan pada saat-saat terakhir di ujung masa
pengabdiannya. It's too late.
Pejabat berkursi basah adalah pegawai yang paling parah merasakan saat
datangnya masa pensiun. Bila pada waktu bekerja, tiap hari orang antri
menyerahkan rezeki ke kantor atau ke rumah atau bahkan langsung ke bank,
halal atau haram, kemana pergi tidak perlu mengeluarkan uang sendiri, semua
orang membungkukkan badan setiap bertemu dengannya, semua yang diinginkan
tinggal perintah dan seribu satu situasi nikmat lainnya, ia tidak bisa
membayangkan sesudah pensiun semua ini lenyap secara simultan. Tidak ada
lagi sopir yang menunggu ia bersiap ke kantor tiap pagi, untuk berangkat dan
mengangkat tas serta membukakan pintu mobil dan menutupkannya, tidak ada
lagi "Selamat pagi, Pak" dari setiap orang yang bertemu, tidak ada lagi
deringan telepon meminta keputusannya, dan sebagainya. Ia merasa bagai
dikucilkan seluruh dunia. Ia merasa sangat kesepian, apalagi, bila
sebelumnya ia yang meninggalkan orang serumah, sekarang ia yang ditinggalkan
orang serumah, kecuali mungkin, isterinya bila sang ratu tidak berkarir atau
sudah pensiun pula. Ia sekarang terpaksa bekerja di rumah sesuai dengan
gelar otomatis yang diperolehnya: MSC, "mengasuh semua cucu", itu pun kalau
ada cucu yang tinggal bersamanya. Bahkan ia sekarang harus rela jadi sopir
semua cucunya, mengantar ke dan dari sekolah. Kalau dulu ia mengomeli
sopirnya maka sekarang ia harus sabar diomeli semua cucunya bila ia datang
terlambat.

Bersiaplah hai sagalo adidunsanak jo anak kamanakan nan kini masih jauah
dari maso kelabu ko, bukan sajo finansial, tapi nan labiah pantiang adolah
mental dan psikologis.

mak Sati
(nan tatap curiah walau lah ampia 7 tahun pansiun dek karano salamo jadi
bujang salamaik indak pernah dapek kurisi basah, kariiiiaaaang taruih)


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke