Media Indonesia NUSANTARA
Jumat, 22 Agustus 2003
Banyak Manfaat Berjalan di Jembatan Refleksi
BERJALAN terengah-engah di panas terik matahari dengan kaki sakit dan ngilu tidak membuat Busran Bagindo Khatib, 60, warga Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), kapok. Pria yang rambutnya sudah memutih itu masih sanggup melintasi jembatan refleksi di Lapangan Kantin Kota Bukittinggi sebanyak tiga kali pada siang hari.
Tanpa memakai alas kaki, Busran terus berjalan. Sesekali dari mulutnya terdengar suara mengaduh sambil meringis menahan sakit, ketika kakinya menginjak batu yang tajam di atas jembatan itu.
Meski kesakitan selama berjalan di atas jembatan 'ajaib' itu, Busran bisa merasakan kenikmatan. Aliran darah di tubuhnya menjadi lancar.
Dia mengaku ketagihan berjalan di atas jembatan refleksi, yang kini menjadi daerah tujuan wisata di Padang. Busran mengatakan sudah tujuh kali berjalan di atas jembatan itu. Setiap minggu, dia berjalan di jembatan refleksi dua hingga tiga kali. Aktivitas yang dilakukan untuk mengurangi stroke yang diderita. "Setelah berkali-kali melintas di jembatan ini, penyakit saya sedikit berkurang," katanya.
Manfaat berjalan di jembatan refleksi ini juga dirasakan Nilawati. Perempuan berusia 25 tahun asal Kabupaten Solok ini penglihatannya sudah kabur walaupun telah memakai kacamata sejak lima tahun terakhir.
"Sekarang mata saya mulai terang setelah rajin terapi di jembatan ini," katanya.
Warga yang menggunakan jembatan refleksi tidak dipungut biaya. Untuk mengukur tekanan darah setelah berjalan di jembatan itu, dipungut uang Rp500.
Kendati demikian, tidak sembarang orang boleh menggunakan jembatan tersebut. Ada sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi pengguna jembatan tersebut, seperti yang tertera pada secarik kertas yang ditempel di meja petugas dari Rumah Sakit Umum Perjan (RSUP) Pusat Penanggulangan Pencegahan Stroke Nasional (PPPSN) Bukittinggi.
Ada sepuluh orang yang dilarang menggunakan jembatan tersebut, antara lain mereka yang mempunyai luka di kaki, kaki bengkak disertai sesak napas waktu berjalan, radang kaki, tumor ganas/kanker di kaki, mati rasa di kaki (kencing manis yang berat), epilepsi/ayan, wanita hamil/haid, sesudah operasi tulang, setelah operasi jantung, dan anak-anak sampai akil balig.
Tujuan pemakaian jembatan refleksi itu yakni melancarkan sirkulasi darah, mengurangi gejala dari berbagai penyakit, dan meningkatkan metabolisme dalam tubuh.
Menurut petunjuk yang tertulis dalam pengumuman, pemakaian jembatan refleksi tiga kali seminggu, waktunya maksimal 30 menit, setelah berjalan dianjurkan minum air putih sedikitnya dua gelas. Waktu terbaik berjalan di jembatan refleksi mulai pukul 05.00 s.d 09.00, dan pukul 16.00 s.d 18.00.
Jembatan yang dibangun Mei 2003 lalu itu panjangnya 54 meter, lebar dua meter dengan pagar besi. Batu-batu yang dipasang di atas jembatan itu berasal dari anak sungai di kaki Gunung Singgalang dan Merapi
Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ======================================================================
_________________________________________________________________
Get MSN 8 and help protect your children with advanced parental controls. http://join.msn.com/?page=features/parental
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php -----------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

