Rahima wrote:

> --- Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>
> Waalaikum salam.Wr.Wb.
> >
> > �Ikan itu walaupun hidup di air laut yang asin,namun
> > ikan tersebut
> > ,tidak asin,kecuali memang disengaja,di jadikan ikan
> > asin� *], ungkapan
> > bijak
> > Nakan Rahima ini juga pernah saya dengar dalam
> > khutbah Jumat di Masjid
> > di Silaing, Padang Panjang, dalam kunjungan tugas ke
> > Sumatera Barat
> > tahun
> > lalu. Ikan yang tawar itu ikan hidup. Yang bisa
> > dijadikan ikan asin
> > adalah ikan mati.

---bakuduan----

>
> Maaf Mak Darwin,boleh saya bertanya kan
> Mak..?Maksudnya saya minta lebih dijelaskan lagi kata2
> mak darwin di bawah ini :
>
>  " saya akan terhindar menjadi �ikan asin�. Karena
> > bagaimanapun, sekalipun
> > saya bebas untuk menjadi �ikan asin�, pada akhirnya
> > akan berlaku
> > ketentuan �tangan mencencang, bahu memikul�.
> >
>
> Ini benar2 saya minta penjelasan dr Mak darwin,kerena
> bagaimanapun dalam bahasa Indonesia saya sedikit lemah
> ( 15 thn saya meninggalkan Indonesia ).Kalau saya
> kurang faham akan kata-kata seseorang,biasanya saya
> suka bertanya,sampai saya faham betul.Maaf
> mak..bagaimanapun saya juga masih terlalu lemah dalam
> berfikir,tidak seperti Bapak-bapak,bundo-bundo,Uni-uni
> dan uda-uda yang ada di RN ini.Tapi Alhamdulillah saya
> tidak malu untuk bertanya,kalau memang saya tidak
> faham.
>

Ah, nakan Rahima terlalu merendah. Tetapi baiklah.

Seperti saya kemukakan pada posting saya tersebut kebanyakan orang
Islam di Indonesia waktu ini---termasuk saya tentunya---terlalu silau
dengan kehidupan barat dan modern, lalu meniru mentah-mentah pola
kehidupan barat dan modern, terutama pola hidup yang permisif, hedonik
dan sekuler yang pada dasarnya mereduksi nilai kemanusiaannya dan
sekaligus nilai-nilai keislamannya.

Islam---sepanjang yang saya ketahui dan saya yakini---tidak bertentangan
dengan �barat� dan �modernitas� khususnya nilai-nilai positif dari
�barat� dan �modernitas� seperti demokrasi, rasionalitas dan supremasi
hukum.

(Bagaimana menjadi Islam sekaligus orang Modern, dibahas dengan tuntas
oleh Prof Tariq Ramadan---yang belum lama ini mengunjungi
Indonesia---dalam bukunya �Islam, the West, and the Challenge of
Modernity� (2002).

Tentunya hanya manusia-manusia yang sudah �mati�, mati kalbunya yang
menyebabkan seseorang bisa terjebak dengan kehidupan barat dan modern,
lalu meniru mentah-mentah pola kehidupan barat dan modern, terutama pola
hidup yang permisif, hedonik dan sekuler, yang akhirnya walaupun secara
materi mereka makmur tetapi secara rohani mereka terasing dan
teralienasi. Itulah salah satu penyebab bahwa Islam tetap tumbuh dan
berkembang di Eropah dan Amerika Utara.

Menarik, bahwa mayoritas mualaf barat tersebut adalah��perempuan (Murad
F Hoffman, 2000). Menarik, karena tidak sedikit pula kaum muslimah di
Indonesia yang dengan mendewakan akal dan fikirannya. berburuk sangka
kepada Allah yang Maha Adil dan Maha Pengasih, lalu mengembangkan wacana
bahwa ayat-ayat Al Qur�an dan hadis Nabi terlalu �berpihak� kepada
laki-laki dan �melecehkan� perempuan. Dan orang-orang yang tidak
bertanggung jawab sering menuding Islam sebagai agama yang "misogini"
(merendahnya perempuan).

Dan postingan �Duo Ajo� memperlihatkan bahwa sekalipun hidup di barat
nan modern beliau-beliau ini ini tidak terjebak kepada pola negatif
kehidupan barat dan modernitas, yang tentunya bisa merupakan salah satu
sumber inspirasi dan motivasi bagi saya untuk tidak terjebak kepada
peniruan mentah-mentah terhadap barat dan medernitas.


>
> > Begitu
> >
> > Wassalam, Bandaro Kayo (60)
> >
> > *] saya suka membaca tulisan nakan Rahima, sayangnya
> > sering terganggu
> > oleh penyingkatan-penyingkatan yang walaupun tujuan
> > baik: menghemat
> > waktu,
> > tetapi cukup mengganggu.
>
> Makasih mak darwin telah mengingatkan saya,dan ini
> sangat bermanfaat buat saya.Mudah-mudahan lain kali
> saya ngak banyak menyingkat lagi.Tapi kalau ada yang
> tersingkat lagi berarti itu saya kelupaan lagi ,karena
> sudah terbiasa.Saya janji untuk merubahnya,karena ini
> demi kebaikan saya sendiri juga.
>

Sekedar saran, sebaiknya nakan Rahima menyiapkan postingannya dengan MS
Words, sehingga bisa memanfaatkan fitur �shortcut� yang ada di program
ini (Alt, Toll, Autocorrect). Di sini nakan bisa memasukkan shortcut
untuk kata-kata yang sering nakan gunakan seperti �kalau�, �dengan�,
�dan seterusnya�, �yaitu� dst, dst.

Prosedur penyiapan postingan dengan MS Words (dikutip dari Milis
Nasional) adalah sebagai berikut :
1) Siapkan isi artikel/message. Setelah artikel siap disave dengan SAVE
AS,
pilih format TEXT ONLY. Kemudian klik SAVE.
2) Klik FILE, pilih SEND TO, dari situ pilih MAIL RECIPIENT
3) Setelah message dilengkapi dengan adres yang anda tuju (TO, CC, BCC)
klik
SEND A COPY. (Dalam beberapa detik message anda sudah sampai di tempat
tujuan).

Selamat mencoba

Akhirulkalan semoga nakan Rahima, Suami tercinta dan buah-buah hati
tersayang di Kairo selalu dalam lindungan dan limpahan rakhmat Allah SWT

Wassalam, Bandaro Kayo


>
>  BTW, RN juga jadi sangat
> > menarik karena adanya
> > "Duo R": Rahima dan Rarach
>
> Alhamdulillah.Sayangnya sampai saat ini saya tidak
> mengenal siapa Rarach ini.Biarlah " penasaran " itu
> saya bawa mati ( hehehehe,..koq sudah mau mati
> aja..?,gara-gara rarach sih..)
>
> Note : Buat Apak Zubir,..kapan main-main ke
> Kairo,ditunggu lho Pak.Ngak adilkan kalau di sono aja
> bapak Khutbah,..saya juga sudah lama dengar kalau Apak
> Zubir penceramah yang baik di Deplu.saya juga merasa
> bangga,karena ada dua orang Bapak-bapak pejabat
> kita,Pejabat tapi kuat agamanya.
>
> Alhamdulillah kedua-duanya dekat dengan saya.Pak Zubir
> dekat dengan saya via Rantau net ini,sementara Pak
> Rumsas Adrifin,karena beliau mantan atasan suami
> saya.Saya sempat sedih sekali ketika beliau kembali ke
> Indonesia.Sama-sama baik,penyayang,perhatian ,kuat
> agama,pejabat dan sama-sama Minang kabau.
>
> Wassalam.Rahima.


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke