Assalamualaikum.Wr.Wb. Yesi,cukup bagus,Yesi cepat menyadari kesalahan,atau boleh dikatakan kekhilafan dek Yesi,apalagi setelah banyak uni lihat warga Surau,yg menyatakan pendapat ketidak setujuan atas judul tersebut.Sehingga sebelum di kritik oleh warga RN dgn biasanya warga RN,kritikannya lebih tajam lagi,Yessi cepat mengoreksinya.
Kesalahan sekali dua kali,mgkn biasa dek yesi.Sebenarnya untuk yg kedua kalinya uni mengomentarai tulisan dek Yesi.Uni melihat Yesi punya kemampuan bidang menulis,apalagi kalau sdh sampai ke era Muslim,yg kalau ngak salah mertua dek Yesi termasuk jajaran pengurusnya,atau pemrednya kali yah. Kalau di tulis di mailing List,mungkin kesalahan-kesalahan tersebut bisa langsung dikoreksi netter,sehingga netter yang lainpun jadi tahu mana benar-mana salah.Tapi bila tulisan semacam ini di tuangkan ke publik,surat kabar,akan berat resikonya.Khawatir yang awam biasanya cuman mengikuti saja kan? Uni juga pertama bacanya serasa aneh,..kaya kita tulis surat ke atasan saja. " Kepada Yth ",masak pada Allah kita katakan hal semacam ini dek..?koq uni juga merasa tersinggung dan ngak enak hati uni membacanya.Sungguh dek,..uni sangat tersinggung sekali ketika baca judul diatas itu. Jangankan mengucapkan kepada Yth,..mengucapkan kata " Tuhan " saja uni sangat berat lidah ini,kecuali bila pada tempatnya,seperti Tiada Tuhan,..selain Allah..,atau Tuhannya orang Nasrani Yesus,.dst.. Lidah ini terbiasa mengucapkan kata-kata Allah dan jarang ketinggalan dgn membesarkan Nya,seperti Allah SWT,atau Allah yang maha Agung,maha Tinggi,Azza wajalla,..pokonya semacam kebesaran itulah.Allah SWT berfirman,..: jarang uni katakan Allah berfirman,meski bisa dan boleh saja.Tapi lidah itu sudah sangat terbiasa. Persepsi ,ataupun konotasi orang yang baca pun akan lain,ada rasa kerendahan hati kita dihadapan sang Khalik.rasa kasih,cinta dan sayang kita terwujud dari segala sikap,perbuatan dan kata-kata kita. Dek Yesi dulu ada disarankan Mak Darul,menulis sesuai dengan bidang dek Yesi,perekonomian,dan dihubungkan dengan perekonomian Islam.Dek yesi sudah mau selesai Doktoralnya.Dek Yesi seharusnya memang sudah harus mampu menulis di bidang itu.Bagi uni " tidak ada kata tidak bisa ".kalau begitu apa guna gelar yang kita capai selama ini,kalau sudah setingkat doktoral kita juga ngak mampu menulis dibidang kita?berat gelar yang kita sandang itu dek..dan suatu saat kelak,Allah akan mempertanyakan ilmu kita tersebut,kemana kita gunakan? Secara terpaksa sekali,mgkn dikarenakan rasa kasih sayang uni terhadap dek yesi,membenarkan apa yang disampaikan Mak Darul dulunya.Di coba dari sekarang,kapan lagi kalau tidak mulai detik ini kita coba.( kata-kata ini tantangan bagi dek yesi,pahit kedengarannya mungkin,tapi percayalah,suatu saat kelak,kalau dek Yesi berhasil menulis di bidang ini,..dek Yesi faham,apa maksud uni,dan mungkin tidak akan kesal sama uni ) Dek Yesi menulis di bidang agama itu sangat bagus sekali,karena memang kita semua disuruh berdakwah pada kebaikan.Tapi sekali lagi berhati-hati untuk ini.Orang yang dibidangnya saja sering salah dan khilaf.kesalahan itu biasa,namanya juga manusia." Kata Insan " itu terambil dari akar kata " Nasia ",artinya " Lupa.",jadi Al khatak,wannisyan minsifatil insaan ",salah dan lupa sudah menjadi sifat manusia ".( pepatah Arab ). Maaf dek Yesi sebenarnya sangat berat sekali untuk mengungkapkan ini pada dek yesi,khawatir dek Yesi tersinggung dan salah sangka.Tapi percayalah,kritikan dan nasehat seseorang pada kita,baiknya buat kita juga kelaknya.pahit memang,tapi tidak selamanya pahit itu sakit,malah bisa jadi obat,sebagaimana tidak selamanya manis itu madu,bisa jadi racun yang berbisa.yang akan menghancurkan jiwa kita. Mulailah mencoba menulis dibidang dek yesi,Indonesia umumnya Ummat islam,khususnya, menunggu buah hasil karya Ekonomi dek yesi,tanpa menghilangkan tulisan-tulisan agama yang kita punyai,berdakwah itu wajib koq dek.teruskanlah menulis,tulisan dek yesi bagus.Alangkah lebih baiknya lagi kalau dek Yesi memberikan ilmu perekonomiannya pada kita-kita semua. Dokter gigi,kalau di suruh obati orang sakit perut memang bisa kasih obatnya,tapi tidak sebagus dokter yang ahli penyakit dalam,yang obati,apalagi kalau pasien sakit perut tersebut,penyakitnya lebih parah,biasanya ia akan kebingungan juga mengobatinya.Tapi dokter gigi tersebut, akan lebih bisa lagi mengobati orang sakit gigi,karena itu spesific keilmuannya.Okay..selamat mencoba. wassalam.rahima. --- Yesi Elsandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > mohon maaf nih, ada yang sedikit terganggu dengan > __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software http://sitebuilder.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

