Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu Kekhilafan dan kesalahan adalah sesuatu yang manusiawi, setiap orang bisa saja mengalaminya. Tidak ada manusia yang terbebas dari kesalahan dan kakhilafan. Yang penting adalah bagaimana bisa belajar dari kesalahan dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi dikemudian hari.
Kemampuan menulis tidak didapat secara instant. Diperlukan latihan yang terus menerus, yang tentu saja dalam latihan ini ditemukan kesalahan dan berbagai kekhilafan, itulah yang namanya belajar. Bahkan dengan latihan pun sebenarnya tidak cukup, karena ada faktor "gift" disini. Itulah sebabnya tidak semua orang memiliki kemampuan menulis dengan baik, apalagi jika tulisan-tulisannya bisa menyentuh para pembacanya. Memang banyak yang ahli agama, tapi banyak juga tulisan-tulisannya yang hanya seperti air mengalir dan tidak meninggalkan bekas pada pembacanya. Saya melihat Yesi memiliki kemampuan dan bakat yang sangat bagus dalam menulis, khususnya tentang perenungan- perenungannya ttg hati yang menggugah jiwa. Dan saya yakin tidak semua orang memilikinya. Bukan saya memuji, tapi saya mencoba untuk bersikap jujur. Jadi sangat tidak bijaksana rasanya menyarankan Yesi, dengan kemampuan menulisnya ini untuk berhenti dan berputar haluan. Kita tidak punya hak untuk itu. Siapapun bisa salah dalam menulis, sekali lagi, yang diperlukan hanyalah kesadaran akan kekhilafan dan berusaha untuk hati-hati utk berbuat lebih baik di masa yang akan datang. Go on Yesi... semoga Allah memberi kemampuan utk lebih hati-hati dimasa yang akan datang. wassalaam, Ronald RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

