Dari sejumlah nama-nama pemerkosa, menyengat bau padangnya...

ijp


-------------
 
 
Media Indonesia, Sabtu, 30 Agustus 2003

Polsek Pasar Minggu Tangkap 7 Pemerkosa


JAKARTA (Media): Tujuh dari delapan tersangka yang diduga terlibat 
memerkosa perempuan di bawah umur secara bergilir pada 19 Agustus, 
ditangkap Tim Buru Sergap Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pasar 
Minggu.

Para tersangka disergap di rumah kontrakan masing-masing di kawasan 
Pejaten Timur, Pasar Minggu, tak jauh dari Stasiun Kereta Api Pasar 
Minggu, Jakarta Selatan, kemarin dini hari.

Ketujuh tersangka itu adalah Asman, 27, kondektur Metromini 604 
trayek Pasar Minggu-Tanah Abang; Edi Prayitno, 24, kondektur 
Metromini 62, Pasar Minggu-Manggarai; Rudi, 25, pedagang sandal; 
Masri, 23, pedagang aksesoris di Pasar Minggu; Wendra, 27, dan Ramli, 
26, keduanya pedagang kaki lima di Pasar Minggu. Sedangkan Ari, 25, 
pemilik kontrakan yang diduga sebagai pelaku utama, masih buron.

Tup, 15, seorang pembantu rumah tangga di kawasan Bekasi, mengalami 
nasib nahas, Selasa (19/8) lalu. Ketika itu, korban bersama dua 
rekannya, Bejo dan Riyanti, mengunjungi pasar kaget di Pasar Kranji, 
Bekasi.

Malam itu sekitar pukul 20.00 WIB, korban diajak berkenalan oleh 
seseorang bernama Ari. Korban yang masih polos mengaku telah keluar 
dari rumah majikannya. Ia tidak betah tinggal jauh dari orang tua dan 
ingin pulang ke kampung halaman.

"Ari mengaku kasihan dan berjanji mengantarkan saya pulang ke 
Banjarnegara, Jawa Tengah," tutur korban saat melaporkan kejadian itu 
kepada polisi.

Mereka berbagi cerita hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian, Ari 
dengan wajah yang menunjukkan kesungguhan, mengajak Tup menginap di 
rumah kontrakannya. "Besok saya akan antarkan kamu ke Banjarnegara. 
Begitu janjinya kepada saya," lanjut Tup.

Korban percaya saja dan minta izin berpisah dengan kedua rekannya. 
Setiba di rumah kontrakan, perilaku Ari berubah menjadi garang. "Ia 
memperlakukan saya tidak senonoh. Saya dianuin," ujarnya sambil 
mengusap air mata dengan tisu.

Ternyata perbuatan Ari dilihat tujuh pengontrak lainnya yang 
mengintip dari balik jendela. Ketujuh orang itu tidak segan-segan 
masuk ke dalam rumah, lalu bergiliran memerkosa Tup. "Saya di sana 
dua hari dua malam. Mereka terus-menerus menganuin saya," aku korban.

Menurut Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Komisaris Merdisyam, 
kemarin, hasil visum mengungkapkan, korban positif disetubuhi lebih 
dari satu orang secara bergilir hingga kemaluannya robek.

Setelah dua hari memperlakukan korban secara brutal, salah seorang 
tersangka membawa Tup ke sebuah kafe di kawasan Kemayoran, Jakarta 
Pusat, untuk dipekerjakan.

Di tempat itu, korban berkenalan dengan pegawai kafe yang keibuan. 
Kepada perempuan itulah korban menceritakan semua yang dialaminya 
dengan bercucuran air mata.

Kerabat perempuan itu pada 22 Agustus mengantarkan korban melapor ke 
Polsek Bekasi Barat. Namun, polisi di sana menyarankan melapor ke 
Polsek Pasar Minggu, sesuai dengan tempat kejadian.

Seminggu kemudian, setelah korban mengingat tempat kejadian, mereka 
melapor ke Polsek Pasar Minggu. Kemarin dini hari para tersangka 
ditangkap. Sedangkan Ari kabur. "Saat ini petugas kami tengah memburu 
tersangka Ari," ujar Merdisyam. (NV/Sht/J-1)



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke