Assalamualaikum ww
 
Perang memang suatu yang tak terelak-an sebagai bagian dari proses peneguhan dan pematangan ideologi, jelas-nya kita umat Islam di-izinkan kok untuk berperang
 
QS al Hajj:39 (Telah di-izinkan berperang "bagi orang yang diperangi" karena mereka sesungguh-nya telah di-aniaya)
 
Konteks-nya tentu saja mekanisme mempertahankan diri dari ancaman fihak luar, nah untuk yang satu ini udah ada tuh s/k-nya dari Allah, yaa itu tadi berjihad sebagai reaksi atas aksi serang thdp marwah agama Allah termasuk membebaskan manusia dari kekufuran
 
Memang Allah tidak nyuruh pakai pedang (walau bendera Arab saudi yang Wahabi itu berlambang pedang terhunus) agar jadi Islam, bahkan para munafikurers dilindungi kok, kecuali mereka melakukan pelanggaran hukum positif
 
Dalam konteks kekinian, musuh2 Islam itu memerangi Islam kan tidak lagi dengan pedang, liat aja tuh, bisa aja melalui konspirasi asing, adu domba Islam dengan Islam, pemutar balik-an fakta, isu terorisme, penjauhan umat dari ajaran dan aqidah, lewat goyang Inul, pornografi dan pornoaksi, sumbangan sosial dan pemurtadan, dan untuk yang satu ini nggak tanggung2, lihat tuh surat Glorya Aryoyo Magapagal kepada bigboss-nya Mr. Buih agar mengucurkan dana dan kemudahan baik yang bersifat politis maupun militer untuk membangun "Christ Imperium" di Asia Tenggara dalam rangka meng-kristen-kan penduduk dunia 50% sebelum 2005
 
Majalah Time edisi 30 June 2003 menyebutkan "Gerakan Kritenisasi Global" sedang bergerak tanpa hambatan berarti dengan target penduduk dunia 100% telah menjadi "Gembala2 Kristus" dalam dekade ini
 
Nggak tanggung2 tuh, begitu banyak yayasan2 didirikan dengan dropping kepeang dolar lebih dari cukup, lihat aja tuh "Doulos World Mission-DWM" yang targetnya mengkristenkan orang2 Betawi, Sunda, Madura, Aceh, Minang, dan Maluku
 
Begitu juga Yeriko2000, Yusuf2004, Apostolos Thelogist School yang siswa/i-nya berbusana taqwa pas seperti jilbab-nya Rarach dan siswa2nya berkopiah layaknya murid2 pesantren bantuak kupiah haji mak Darwin Bahar .... ssstttt....  jangan salah2, siswa/i-nya adalah anak2 tempatan yang terlahir dari rahim ibu dan nenek yang muslim), ada juga STT Kalimatullah
 
Dan yang lebih seram KOS Kristen Ortodoks Syria yang anggota2nya karyawan/ti2 berwajah Melayu melaksanakan ibadah berjamaah yang mirip2 sholat urang Islam bahkan ibuk2 no ba-tilakuang persis mukena sanak Rahima
 
Department Dokumentasi dan Penerangan Majelis Agama Wali Gereja2 Indonesia menunjuk-kan data adanya peningkatan yang signifikan 4.6% jumlah para gembala ini dari total penduduk INA pertahun-nya, akan-kah Indonesia yang Moslem majority tinggal kenangan nggak lama lagi?
 
Kan lah pernah juo basabuik-an bahwa "The next mission" sasudah Kuminih pupuih didunia global ko, sasaran berikutnya adolah Islam, untuak itu lah jadih tu kito lalok ma-ngalai2, indak tadanga urang kasak kusuk dakek biliak awak?
 
Adanya "dubalang2" Islam seperti Lasykar Jihad, FPI, MMI etc. menunjuk-kan kepedulian mereka terhadap situasi yang berkembang saat ini, jadi sokong2 juo lah mereka, sakurang2 no tolong2 men jo do'a, talabiah kito nan lah geyat2 ko, tantu indak banyak bana nan ka-diharok kecuali "harus sering berteriak" sakurang2 no pamompa sumangaik nan mudo2, pokok no ijan sampai jadi tupai ngunguah, baa nan tupai ngunguah du, ijan ka dagiang karambia nan kadapek, mancaliak sabuiknyo sajo lah ngilu garaman, dicaliak kudo2 lah guyah, pasandian lah ngilu2, maklum badan kan lah purnabakti
 
Namun nan berjihad du baranti no bilo malakul maut lah tibo sajo, tamasuak berjihad lewat parpol Islam,  tapi caliak2 bana dulu, jan parpol nan anggotanyo sumangaik, nyalang incek mato, ilang kantuak dalam sidang kok tibo agenda no tentang mobil, rumah, tanah kaplingan, uang jalan selama masa reses, tur keluar negeri, uang sidang dll. pokoknyo kok lai ka mandapek ampolop taba sigap langkah no, haa... indak nan itu doh ......hee... heee...ehemmm..
 
note:
Sanak IJP, kok indak salah CSIS tampek sanak berkiprah tu kan lembaga yang didirikan kaum salibis jaman2 Ali Murtopo cs (Benny Murdani, Sudomo, Radius Prawiro) untuk menumpas pergerakan umat Islam masa orba saisuak)?
 
wasalam
abp
-----Original Message-----
From: Muhammad Dafiq Saib [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, August 30, 2003 7:51 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [RantauNet.Com] Renungan di awal bulan Rajab

  Assalamu'alaikum wr.wb.,

Telah bergulir bahasan kita dari satu topik ke lain topik. Termasuk diantaranya bahasan mengenai Wahabi dan Paderi. Maka seperti biasa masing-masingpun menyampaikan apa yang 'terkilan dimata' yang terasa di hati. Dengan segenap kemampuan yang ada dan dengan segenap keyakinan yang dipunyai. Ada yang mengidentikkan gerakan Wahabi itu dengan 'barbar' dan sebaliknya ada yang memuji ketegasan dan keteguhannya. Tidak usahlah kita bahas siapa benar Abdul Wahab yang kemudian namanya dipakai tempat menumpangkan sebuah gaya keyakinan baru, meski belum mencapai tahap pemahzaban. Kalau kita mau menyimak sejarah Islam, (yang banyak diantara kita juga merasa pakar dalam hal ini), telah hadir 'pembaharu-pembaharu' secara bergantian sejak kehadiran Islam ini. Diantara .............................................................. cut sakaciak

Dan ini harus diluruskan. Oleh Islam. Maka Islam mengajarkan ketegasan yang bahkan bisa berakhir dengan 'perangi' setiap kemungkaran. Islam mengajarkan adanya perang. Urut-urutan seruan Islam memasukkan kemungkinan perang itu dalam prosedur. Diawali dengan menyeru mereka kepada kebaikan, baik yang masih belum tersentuh Islam maupun yang sudah mengenal Islam tapi kemudian menyimpang. Kepada yang belum tahu Islam , agar mereka  diseru untuk mengenalnya, khususnya lagi kepada mereka-mereka yang menjalankan praktek hidup zhalim.  Perkenalkan Islam ini secara baik-baik. Tunjukkan kebaikan yang ada dalam Islam itu. Islam itu tauhid. Islam itu rahmat. Islam itu kasih sayang. Islam itu santun. Islam itu perduli. Islam itu adil. Dan juga sebaliknya. Islam itu menentang kebatilan, Islam itu melawan kemungkaran, Islam itu melarang kezhaliman dan kesemena-menaan, Islam itu membenci ketidak adilan.

Tapi musuh-musuh Islam tidak percaya dengan seruan-seruan dan larangan-larangan itu. Musuh-musuh Islam yang utama adalah syaithan dan manusia yang bisa dipengaruhinya. Mereka punya seribu dalih untuk tidak menerima. Dan Islam tidak keberatan kalau orang yang didakwahi tidak menerima Islam secara utuh. Tapi ada aturan-aturan yang tetap mesti ditegakkan. Keadilan harus ditegakkan. Kezhaliman harus dihentikan. Akibatnya bertambah banyak orang yang gerah dengan Islam. Parsi gerah. Romawi Timur gerah. Dan mereka mengajak perang. Ternyata dalam Islam memang ada 'bab tentang perang'.

Perang adalah budaya manusia sejak manusia hadir dimuka bumi dan Islam secara realistis mengakui perlunya perang. Islam jelas tidak mengajarkan 'kalau pipi kirimu ditampar, berikan pipi kananmu!'. Jelas tidak. Islam mengajarkan 'kalau kalian diperangi, hadapi peperangan mereka dan jangan kalian lari dari medan perang! Kalu kalian gugur kalian gugur karenaAllah, dan kalau kalian menang, kalian menang karena Allah, jadi jangan sombong dan jangan semena-mena.' Kalau sudah dalam suasana perang, maka orang-orang beriman itu, orang-orang Islam itu seperti yang termaktub dalam firman Allah , 'sangat keras terhadap orang kafir dan berkasih sayang diantara sesama mereka.' (Al Fath 29) Dan itu harus terang-terangan. Tidak ada salahnya bendera kalian dihiasi dengan pedang karena pedang itu memang kalian perlukan untuk tegaknya aturan Allah. Tapi kalian tidak boleh menghunus pedang itu semena-mena. Tidak boleh kalian gunakan pedang itu untuk berlaku tidak adil kepada musuh-musuh kalian. Kalian memerlukan pedang karena musuh kalian juga menggunakan pedang.

Perang itu ada adabnya  menurut Islam.  Sebelum memberangkatkan tentaranya ke medan perang, yang memang harus dihadapi, Rasulullah SAW terlebih dahulu mengingatkan. Jangan sembarangan membunuh. Jangan bunuh orang tua. Jangan bunuh anak-anak. Jangan bunuh rahib-rahib atau pemuka-pemuka agama yang tengah beribadah dirumah ibadahnya. Jangan bunuh hewan yang tidak ada keperluannya untuk dibunuh. Jangan rubuhkan pohon yang tidak ada keperluannya untuk dirubuhkan. Ringkasnya jangan berperang memperturutkan hawa nafsu kalian, tapi berperanglah karena Allah.

Itulah yang dilakukan oleh Umar bin Ibnu Aziz dijamannya. Itu yang dilakukan Abdul Wahab dijamannya. Itu pula yang digerakkan oleh kaum Paderi di Minangkabau di jamannya.  Dan akan selalu saja ada dikalangan umat ini insya Allah, segolongan orang yang tetap berusaha menjadi seperti Umar bin Ibnu Aziz. Seperti Abdul Wahab, seperti tiga orang haji di Ranah Minang di awal abad ke XIX.

Dan hal ini bersesuaian pula dengan perintah Allah dalam al Quran, agar tetap ada orang yang senantiasa mengajak ke arah kebaikan (menurut al Quran), memerintahkan ditegakkannya yang baik-baik dan mencegah tumbuhnya yang tidak baik atau yang mungkar.  'Hendaklah ada diantara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan melarang kemungkaran.' (Ali Imran 104).

Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

St. Lembang Alam

Kirim email ke