Iko salah satunyo mungkin dari awak di Dunia Maya ko.... ---------------------------------------------------------- Sabtu, 30 Agustus 2003 Sumbar Gaet Rp 11,5 Miliar dari Perantauan Minang
PADANG --ROL, Sejak diperkenalkan konsepsi 'Lumbung Ternak Nagari' tahun 2001 lalu, Sumbar berhasil menggaet sekitar Rp 11,5 miliar dana perantau untuk pengembangan sistem gaduhan. Intensitas penanaman modal itu semakin gencar sejak penawaran investasi kepada masyarakat Jabotabek asal Minangkabau di Jakarta pertengahan 2002 lalu. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Ir Surya Dharma kepada wartawan di Padang, kemarin. Menurut dia, dana sebesar Rp 11,557 miliar itu dipasok oleh sebanyak 65 orang perantau Minang dan disebarkan ke delapan kabupaten dan kota di Sumbar. Data yang diberikannya menunjukkan, Kota Padang tercatat sebagai penerima investasi terbesar yaitu Rp 2,665 miliar bersumber dari 11 investor. Kemudian disusul Kabupaten Solok sebesar Rp 1,665 miliar dari empat investor, Agam Rp 1,610 miliar dari 16 investor, Pesisir Selatan mendapat Rp 1,475 miliar dari 10 investor, Tanah Datar Rp 1,43 miliar dari sembilan investor, Padang Pariaman Rp 991 juta dari delapan investor, Kab Sawahlunto Sijunjung sebanyak Rp 955 juta dari tiga orang investor dan Kab 50 Kota mendapat Rp 765 juta dari empat pengusaha asal daerah itu. Peluang investasi di bisnis peternakan di Sumbar masih terbuka luas. Data yang ada menunjukkan, dari sisi jumlah populasi ternak besar di daerah Sumbar baru mencapai 547 ribu ekor, jauh di bawah populasi ideal sebanyak 1,67 juta ekor. Masih rendahnya jumlah ternak besar itu, disebabkan lemahnya kemampuan pengusaha lokal untuk berinvestasi di bidang ini. Karena itu, menurut Surya Dharma, pekan lalu pihaknya kembali memperkenalkan program 'Lumbung Ternak Nagari' kepada masyarakat Minang di Jawa Barat dan Jateng di Bandung, setelah tahun silam sukses menggalang dana serupa dari masyarakat Minang di Jabotabek. Pertemuan yang dipimpin Gubernur Sumbar Zainal Bakar dihadiri sekitar 200 masyarakat Minang yang sebelumnya sudah menyatakan komitmen investasinya di daerah asalnya itu. Mengutip Dirjen Bina Produksi Peternakan, Dr Drh Syofyan Sudarjad, MS, Surya Dharma mengemukakan, Sumbar diyakini mampu mengatasi impor ternak nasional. Alasannya, jika semua perantau bisa digalang untuk berinvestasi di kampung halaman. "Bandingkan saja dengan jumlah rumah makan yang mencapai 50 ribu buah di perantauan. Jika masing-masing pemilik rumah makan itu, berinvestasi sebanyak lima ekor sapi di kampung halamannya. Ini berarti sama dengan jumlah impor nasional setiap tahunnya dari Australia. Pola ini sangat besar artinya bagi pemenuhan kebutuhan daging secara nasional," katanya. Apalagi Sumbar sudah menjadi provinsi harapan nasional dalam pengembangan peternakan untuk mendukung program swasembada daging. "Sumbar, sesuai dengan SK Dirjen Binprod Peternakan No. TN/220/26/B/04.2001, tertanggal 10 April, sudah ditetapkan sebagai daerah sumbar bibit untuk wilayah Indonesia bagian barat," katanya.rul RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

