Sumber Berita : Toosye Damayanti [EMAIL PROTECTED]

No :003/Und/LSSB/VIII/03
Hal : Undangan
Lamp. : -
Dengan Hormat,
Kita tahu anak-anak adalah kunci masa depan. Mengembangkan kreativitas dan
bakat mereka sejak dini adalah bagian dari kerja jangka panjang pembangunan
demokrasi di Indonesia, terlebih bila pengembangan kreativitas dan bakat ini
didasarkan pada ekspresi bebas anak-anak yang sering ditindas di rumah.
Memang, rejim diktator telah diruntuhkan. Ruang demokrasi relatif meluas.
Tetapi akankah anak-anak memperoleh ruang demokrasi itu di rumah ketika
syarat hidup yang diberikan pada orang tua mereka juga makin menggila? Biaya
hidup mahal, gaji rendah, kerjaan sulit didapat, menyekolahkan anak tak tahu
dari mana uangnya, kalau sakit ...? Semua ini bisa bikin orang tua mereka
bertengkar, bercerai dan anak-anak kena tampar. Apakah anak-anak dapat
memasuki dunia penindasan yang dialami orang tua mereka? Katakanlah dunia
orang dewasa yang di sana ada berbagai jalan dan cara hidup bergulat keluar
dari kemiskinan.
Seni adalah alatnya. Alat mengenal hati anak yang seharusnya bebas, yang
seharusnya jujur. Juga sebuah cara berbicara dan mengungkapkan isi hati
mereka bila mulut tak bebas bicara. Atau takut karena memang tak ada tradisi
dalam keluarga untuk mendengarkan aspirasi anak-anak. Dengan menyalurkan
kegiatan anak-anak dalam dunia seni yang mereka pahami, kami berharap
anak-anak dapat masuk ke dunia mereka sendiri , dunia anak-anak dan
memandang penindasan yang dialami orang tua mereka juga bagian dari
penindasan mereka. Apakah anak-anak punya solusi, jalan keluar dari
penindasan atau tidak, itu adalah soal lain. Soalnya adalah anak-anak
mengenali Sang Penindas itu sejak dini yang mungkin justru tak pernah dapat
dikenali orang tua mereka sampai kini. Kesadaran yang tumbuh bersama usia
mereka kelak akan menjadi alat yang selalu kritis terhadap dunia yang mereka
alami dan dapat melawannya secara dewasa dan modern sebagaimana sejarah
perlawanan moden di negeri ini yang ditunjukkan dengan pendirian
organisasi-organisasi demokratik dan bukan organisasi-organisasi kriminal.
Sanggar Satu Bumi tak hanya concern terhadap dunia dewasa tapi juga
anak-anak dan mengenalkan pada mereka alat-alat ekspresi baru sejak dini
seperti organisasi, diskusi, puisi, menggambar dan berteater yang kami
harapkan di kemudian hari menjadi cara dan milik kampung sekitar Sanggar.
Untuk memaksimalkan kerja inilah, Sanggar Satu Bumi berniat mengadakan
pameran lukisan anak-anak dengan tema: Biarkan Anak Bicara pada:
Hari/tanggal : Sabtu-Minggu, 27-28 September 2003
Jam : 15.00 - sampai selesai
Tempat : Sanggar Satu Bumi Jl. Sawo Kecik Raya No 2
Bukit Duri Tebet Jakarta Selatan
(021) 839881,
Kami berharap anda bisa datang ke pameran lukisan anak-anak ini. Kedatangan
anda adalah tabungan bagi pembangunan masa depan rakyat Indonesia yang
demokratis, ilmiah dan anti feodal.
Jakarta, 27 Agustus 2003
Koordinator Umum Sanggar Satu Bumi

Andrian Romico

Silahkan klik link ini jika anda ingin melihat berita di website Portal
forumaji dengan topik :Undangan : Biar Anak Bicara
http://www.forumaji.or.id/portal/anakjalanan/modules.php?name=News&file=arti
cle&sid=312








<[EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke