Mumpung lagi membahas masalah transportasi di Jakarta , maka ada baiknya saya postingkan pengalaman saya naik U-Banh (under ground train) di Venna , semoga ada manfaatnya .
 
Wassalam : zul amry piliang 54 di kuta
 

 
 
 
Windows shopping ke Centum StephenPlatz
 
Hari keempat saya di Wiena , ingin sekali untuk untuk melaksanakan window shopping ke centrum of Wiena atau pusat kota Wiena .Maka berangkatlah saya ke stasiun kereta bawah tanah didaerah Schonbrunn lebih kurang 400 meter saja dari Hotel Kaiser Park . Dan berbekal sebuah map dan peta perjalanan kereta . Dan saya berupaya untuk membeli karcis kereta , namun saya tidak menemukan penjual ticket kereta bawah tanah tersebut , setelah saya tanyakan kepada penjaga kios koran dan majalah di stasiun , tahulah saya bahwa ticket harus dibeli di "tobacco shop", maka saya carilah toko penjual tembakau terdekat , dan membeli shopping ticket seharga 9 Euro yang berlaku 1 hari . Rupanya sudah ada kerjasama operasi (kso) antara tobacco shop dengan perusahaan kereta api disini . Suatu jenis kerjasama yang sangat menguntungkan , mengapa tidak kita coba tiru di Ind , umpamanya untuk penjualan tiket kereta bisa dilayani oleh Wartel yang bertebaran dimana mana , sama seperti di Miea tobacco shop ada disetiap perempatan jalan . Shopping ticket ini bisa digunakan naik kereta underground , bis maupun trem disekitar Wina . Sebelum naik kereta , dipintu stasiun disediakan mesin validasi ticket , nanti akan tertulis jam berapa kita mulai mempergunakan tiket tersebut . Menurut saya kota Wiena tidak terlalu besar dan hanya berpenduduk 1.5 juta jiwa  dan unuk trannsportasi kereta bawah tanah , dilayani 4 line kereta bawah tanah ( U1 s/d U4 ) . Penumpang kereta disini tidak terlalu ramai seperti kalau kita naik kereta di Tokyo Jepang ,   Sepertinya tidak ada pengontrolan ticket diatas kereta , namun jangan coba coba untuk tidak membayar , karena dendanya bisa berlipat ganda . Pemandangan aneh saya rasakan kalau  naik kereta di Wiena ini , karena banyak sekali dijumpai wanita yang memakai pakaian Muslim atau Jilbab , hal ini patut dimaklumi karena sebagian penduduk Wiena adalah beragama Islam yang berasal dari negara Turki , Slovenia , Bosnia dan negara Balkan lainnya . Dan pada abad ke 15 , Austria pernah direbut dan diduduki bala tentara Turky .
Sesampainya di Stasiun Karl Platz saya turun dari kereta under ground dan berjalan menuju StephenPlatz yakni tempat keramaian yang terdapat sederet pertokoan , restaurant , boutiq terkenal dan super store al Zahra . Disekitar Stephen Platz ini juga banyak terdapat restaurant China ,  Thai  , Jepang dan juga restaurant Turky yang terkenal dengan kebabnya . Saya makan disebuah restaurant china , bisa pilih ala carte atau sistem paket . kalau sistem paket kita tinggal duduk , dan tidak usah pesan makanan , karena kita akan dilayani oleh sistem ban berjlan dan kita bisa pilih makanan yang kira senangi lewat disebelah kita melaui ban tersebut dan bayar 25 Euro perorang dan makan sekenyangnya atau istilah kerennya " How much can you eat " .
Setelah selesai makan siang dilanjutkan dengan lihat lihat lagi masuk toko keluar toko , dan biar ada aja buah tangan  sebagai oleh oleh dari Wiena ini , saya membeli beberapa botol farfum antara lain , merk Dune dari Christian Dior , untuk isteri tercinta dirumah , serta Samsara dan Kenzo for women untuk anak pertama dan kedua seharga 160 Euro , lebih mahal memang kalau dibandingkan dengan di Indonesia , namun keasliannya tidak diragukan bo...
Disore hari saya kembali ke hotel dengan kereta , setelah puas berkeliling di Karl Platz dan Stephen Platzsaya kembali ke Hotel Schonbrunn lagi lagi naik kereta bawah tanah .
 
 
 
Zul amry Piliang di kuta bali   / sekarang lagi ada di Sby , tapi tetap kangen sama ranataunet.
 
pls visit : http://www.geocities.com/zulamry/


Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software


Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

Kirim email ke