>Meski menurut rektor, keterpurukan di tingkat
(B >menengah, namun Unand selaku lembaga pendidikan tinggi
(B >terbesar di daerah ini, tetap kena getahnya.
(B
(BUnand mencetak para pejabat di Sumbar, sampai tingkat gubernur, (Btermasuk yang bercokol di bidang pendidikan. Hasil cetakan Unand ini (Btidak begitu mampu membuat orang minang lebih manusiawi dan secara (Blangsung atau tidak langsung Unand harus bertanggung jawab atas segala (Bmalapetaka yang terjadi di ranah ini. Unand bukan kena getahnya, melain (Btermasuk pembuat getah itu sendiri.
(B
(BSudah barang tentu, keberadaan lembaga pendidikan lain atau budaya (Bminang itu sendiri juga menjadi sumber segala kenistaan ini. Tapi, (Bpernyataan seseorang yang berpredikat rektor yang berbau mau lepas (Btangan itu tidak begitu bijak, saya kira.
(B
(Be
(B
(B---------------------------------------------------------
(B
(BDari Diskusi Padang Ekspres Dengan Rektor Unand Marlis
(BRahman
(B
(BBy padangekspresKamis, 11-September-2003, 08:49:00 WIB
(B9 klik*
(B
(BMarlis Jawab Keterpurukan Pendidikan Sumbar
(BJelang puncak acara Dies Natalis Universitas Andalas
(B(Unand) ke-47, Sabtu (13/9) lusa, Rektor Unand, Prof
(BDr Marlis Rahman MSc didampingi para Pembantu Rektor
(B(PR), yakni Prof Dr Edison Munaf M Eng (PR I), Dr Ir
(BMusliar Kasim MSc (PR II), dan Firman Hasan SH LLM (PR
(BIII), serta Jon Mamura (staf Humas) berkunjung ke
(Bdapur redaksi Padang Ekspres, untuk berdiskusi dengan
(Bredaksi harian ini. Berikut rangkuman hasil diskusi
(Byang berlangsung sekitar dua jam tersebut.
(B
(BDirangkum Alfitra & Sukri Umar(IQ(BPadang
(B
(BSudah menjadi tradisi bagi jajaran redaksi Padang
(BEkspres untuk berdiskusi dengan setiap tamu lainnya
(Byang berkunjung ke dapur redaksi. Apalagi bila yang
(Bbersangkutan merupakan para tokoh, baik lokal maupun
(Bnasional. Seperti halnya dengan kunjungan Rektor dan
(Bpara Pembantu Rektor Unand, kemarin.
(B
(BBerbagai hal kami diskusikan, mulai dari anjloknya
(Bmutu pendidikan di Sumbar hingga kepada strategi
(Bpengembangan untuk menjadikan Unand masuk ke dalam
(Bbursa perguruan tinggi terbaik di ASEAN (Asia
(BTenggara).
(B
(BDiskusi hangat tersebut dipandu Redaktur Pelaksana
(B(Redpel), Firdaus dan Oktaveri, mewakili pemimpin
(Bredaksi yang kebetulan berhalangan hadir.
(B
(BDiskusi yang lebih banyak menyoroti Unand kini dan ke
(Bdepan, khususnya berkaitan dengan kontribusinya
(Bterhadap masyarakat Sumbar, semakin menarik, ketika
(Bmunculnya kritikan dan masukan dari para jurnalis muda
(BPadang Ekspres yang nota bene alumni Unand sendiri,
(Bseperti, Yulius Putra (Koordinator Liputan), Alfitra
(B(redaktur), Sukri Umar, (redaktur), Silfia, Nasrian
(BBahzein, Montosori, dan Iwan Refdi Syah Putra. Mereka
(Bmengkritik, demi kemajuan almamater mereka sendiri.
(B
(IS(BKapan impian kami akan terwujud, yakni Unand akan
(Bmenjadi perguruan tinggi yang diperhitungkan di ASEAN,
(Bbila kenyataan Unand sendiri masih jalan di tempat.
(BApalagi kita tahu, keterpurukan mutu pendidikan Sumbar
(Bsudah menjadi pembicaraan di tingkat nasional. Kapan
(BUnand bangkit, paling tidak menjadi PTN terbaik di
(Bluar Jawa,(IS(B ujar Two Efly (Asisten KL) memulai
(Bpertanyaan.
(B
(BRektor Marlis Rahman, mengakui keterpurukan dunia
(Bpendidikan Sumbar dewasa ini, khususnya di pendidikan
(Bdasar dan menengah, telah membuka mata berbagai
(Bkalangan di daerah ini. (IR(BAnjloknya hasil UAN telah
(Bmenjadi pembicaraan hangat. Dan sistim UAN telah
(Bmembuka mata kita semua, bagaimana mutu pendididikan
(Bmenengah di daerah. Cukup menyedihkan, tapi lebih
(Bmenyedihkan lagi, ternyata pihak-pihak terkait, hanya
(Bsaling menyalahkan. Ini sebenarnya tak harus terjadi.
(BIni tanggung jawab kita semua, bagaimana mengembalikan
(Bmutu pendidikan di Sumbar, mulai dari tingkat dasar
(Bhingga tinggi,(IS(B ujar rektor.
(B
(BMeski menurut rektor, keterpurukan di tingkat
(Bmenengah, namun Unand selaku lembaga pendidikan tinggi
(Bterbesar di daerah ini, tetap kena getahnya. Untuk
(Bitu, untuk jangka pendek ia mengusulkan, harus
(Bdilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistim,
(Bkurikulum, dan tenaga kependidikan dasar dan menengah
(Bdi daerah ini. Dari pengalaman dan pengamatannya,
(BMarlis mengakui, terjadi kemunduran kualitas tenaga
(Bkependidikan di daerah ini. Untuk itu perlu penyiapan
(BSDM tenaga guru, melalui peningkatan kualitas
(Bpenataran dan pelatihan guru. (IR(BIbarat rumah
(Bbakapindiang (kutu), awak tak usah mambaka (membakar)
(Brumah, tapi cukuik mambunuh kapindiang. Nah pembenahan
(Bini yang harus dilakukan, cari akar masalah, bukan
(Bsaling melempar,(IS(B ujar Marlis yang menyebutkan, sejak
(Bbeberapa tahun belakangan, para instruktur dari Unand,
(BUNP, dan IAIN sudah jarang dilibatkan sebagai
(Binstruktur pada BPG (Badan Penataran Guru).
(B
(BLantas, apakah hal ini berpengaruh terhadap mutu
(Bpendidikan tinggi di Sumbar, khususnya Unand? Marlis
(Bmengakui secara siginifikan, tidak terlalu
(Bberpengaruh. Sebab rekrutmen input (calon mahasiswa)
(Bdilakukan melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa
(BBaru (SPMB) dengan standar penilaian standar dan
(Bterpusat di Puskom Universitas Indonesia (UI),
(BJakarta. Sehingga tidak istilah katabelece untuk calon
(Bmahasiswa Unand. Namun demikian, Marlis Rahman
(Bmengakui, keterpurukan mutu pendidikan di tingkat
(Bmenengah, tersebut menjadi lecutan bagi civitas
(Bakademika Unand untuk melakukan pembenahan-pembenahan,
(Bdan percepatan peningkatan mutu pendidikan di Unand.
(B
(IS(BBila tidak diantisipasi secara cepat, hal yang sama
(Bjuga bisa terjadi pada tingkat pendidikan tinggi di
(BSumbar. Unand tak ingin hal ini terjadi. Berbagai
(Bterobosan pembenahan yang bermuara pada peningkatan
(Bmutu lulusan Unand, kita lakukan dari berbagai lini.
(BDan setiap kebijakan tersebut, di evaluasi setiap
(Btahun. Itulah yang kita lakukan setiap Dies Natalis,(IS(B
(Bujar Marlis Rahman yang selama ini juga dikenal
(Bsebagai Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia
(B(ICMI) Orwil Sumbar.
(B
(BMarlis Rahman memaparkan, pembenahan dan pengembangan
(Btersebut mengacu kepada Rencana Strategis (Renstra)
(BUnand 2010. Dalam Renstra tersebut, Unand ditargetkan
(Bmampu masuk ke bursa perguruan tinggi terbaik di Asia
(BTenggara. (IR(BDulunya kita rencanakan mampu masuk deretan
(Bperguruan tinggi terbaik ASEAN pada tahun 2006. Namun
(Bkarena dihantam bangsa ini dihantam krisis, target
(Btersebut terpaksa diundur menjadi 2010. Sehingga kita
(Brencanakan sepuluh tahun kemudian, yakni berlakunya
(Bera perdagangan bebas Asia Pasifik 2020, Unand sudah
(Bmampu menjadi perguruan tinggi global,(IS(B papar PR I
(BBidang Akademik, Prof Dr Edison Munaf MEng.
(B
(BPakar kimia lulusan Jepang tersebut memaparkan,
(Bberkaitan dengan realisasi Unand mengglobal tersebut,
(Bpihaknya telah menyusun program teknis yang bertemakan
(IR(BNew Paradigm Andalas University (paradigma baru
(BUniversitas Andalas). Menurutnya pembenahan dimulai
(Bdengan percepatan peningkatan kualitas SDM seluruh
(Bstaf pengajar Unand. Hal ini dilakukan dengan
(Bmendorong para staf pengajar untuk melanjutkan
(Bpendidikannya hingga program doktor, baik di dalam
(Bmaupun di luar negeri.
(B
(BDari ratusan dosen Unand yang aktif mengajar, saat ini
(Btercatat 77 profesor, dan 164 doktor. Sisanya
(Bmerupakan master dan para sarjana yang sedang
(Bmenyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Selain, itu
(Buniversitas tertua di luar Jawa ini, merubah pola
(Bkependidikan dan tradisi akademik lainnya. (IR(BKita
(Bberorientasi kepada sistim pendidikan global, dan
(Bmeninggalkan pola akademik tradisional. Secara
(Bbertahap kita bergerak dari pola human capital kepada
(Bintellectual capital. Kemudian dari pola pengajaran
(Btradisional, kepada learning process (belajar sambil
(Bpraktek) dengan menerapkan kurikulum berbasis
(Bberkompetensi,(IS(B lanjutnya.
(B
(BSelain itu, sebagai sebuah universitas tertua di luar
(BJawa dan memiliki kampus terpadu di kawasan Limau
(BManis Padang, peningkatan mutu Unand tersebut juga
(Bdiikuti dengan pengembangan sarana dan prasarana yang
(Bada. Di antaranya pembangunan Gedung Pustaka berlantai
(BV yang masih dalam tahap penyelesaian, penyiapan
(Bpembangunan beberapa fakultas, dan penambahan
(Bperalatan. (IR(BJujur saya katakan, sebenarnya prasarana
(Blaboratorium Unand tak kalah dibanding kampus lainnya
(Bdi luar Jawa, seperti USU ataupun Unhas. Namun kan
(Bgregat Unand yang kita rasakan masih kurang,(IS(B ujar
(BMarlis lagi.
(B
(BNamun ditimpali PR II Bidang Administasi dan Keuangan,
(Btak dapat dipungkiri masalah dana merupakan kendala
(Bbagi Unand. Selama ini pendanaan hanya berasal dari
(Bdua sumber, yakni pemerintah (pusat) dan masyarakat.
(BDalam tahun 2003, Unand memperoleh anggaran Rp83
(Bmiliar, Rp10 miliar di antaranya berasal dari
(Bmasyarakat, yakni SPP mahasiswa dan bantuan lainnya.
(BNamun Rp60 miliar dari anggaran tersebut, habis untuk
(Bpembayaran gaji dan honorarium pegawai. Sisanya Rp23
(Bmiliar lagi, untuk biaya rutin dan biaya pembangunan.
(IR(BHanya dengan Rp23 miliar, kami harus menyelesaikan
(Bpembangunan pustaka, labor, perawatan gedung, beli
(Bkapur, bilboar dan lainnya. Anggaran tersebut
(Bjumlahnya sama dengan 10 tahun lalu, saat kurs dollar
(Bmasih Rp2000. Kita bisa bayangkan. Tapi kami tetap
(Bmelakukan berbagai terobosan,(IS(B ujar Marlis seraya
(Bmenyatakan akan bekerjasama dengan Perumnas untuk
(Bmembangun Asrama Mahasiswa di Kampus Limau dengan
(Bkapasitas 3000 mahasiswa.
(B
(BMarlis sendiri menampik, jika pamor Unand sebagai PTN
(Bterbaik di luar Jawa, di samping USU dan Unhas
(Bmenurun. Bahkan pada tahun 2003, berdasarkan data SPMB
(Btercatat sebanyak 33.226 calon mahasiswa yang berminat
(Bmasuk Unand. Sementara yang diterima hanya sekitar
(B2300 mahasiswa ditambah dengan program non reguler
(B900. (IR(BBahkan dari data penerimaan mahasiswa baru
(Bkemarin, beberapa program studi favorit, sekitar 20
(Bmahasiswanya berasal dari luar Sumbar, seperti
(BKedokteran, Teknik, MIPA dan Pertanian,(IS(B tambah Firman
(BHasan.
(B
(BStrategi lainnya, seluruh program studi di Unand,
(Bmulai dari perogram DIII, S1, S2, dan S3 didorong
(Buntuk mampu bersaing meraih proyek bantuan
(Bpengembangan, baik dari pemerintah ataupun pihak
(Bswasta, dan luar negeri. Semua itu mewujudkan program
(Bstudi yang link and macht (keterkaitan dengan
(Bkebutuhan dunia kerja dan masyarakat). (IR(BMalahan mulai
(Bmahasiswa angkatan 2003, kita lakukan tes TOEFL untuk
(Bmengkur kemampuan bahasa Inggrisnya. Nanti secara
(Bbertahap, kita akan tentukan TOEFL sebagai bagi
(Bmahasiswa untuk mengikuti ujian akhir,(IS(B ujar Firman
(BHasan.
(B
(BSoal Non Reguler
(B
(BDalam diskusi tersebut juga menghangat perbincangan
(Bseputar keberadaan program non reguler Unand yang
(Bsempat diprotes Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh
(BIndonesia (APTISI) Sumbar. Marlis menyatakan, protes
(Btersebut sebagai sesuatu yang tidak beralasan. Dan
(BUnand menurutnya tak ingin terjebak dalam polemik
(Btersebut. Karena kenyataannya, keberadaan program non
(Breguler tidak menganggu pangsa pasar perguruan tinggi
(Bswasta di daerah ini. (IR(BProgram non reguler bukan baru,
(Bdulunya dinamakan program ekstensi. Tahun ini kita
(Bterima cuma 900 mahasiswa, itu pun kalau ditelusuri,
(Byang benar-benar non reguler hanya 300 mahasiswa,
(Bsisanya mahasiswa ekstensi, seperti di Fakultas
(BEkonomi, Hukum dan MIPA. Apakah 300 ini menganggu,
(Bsementara ada sekitar tujuh ribu lagi lulusan SLTA di
(Bdaerah ini yang tidak diterima di PTN,(IS(B ujanya.
(B
(BMalah bila memang APTISI tetap mencurigai, Marlis
(Bmenawarkan agar dalam penerimaan mahasiswa ke depan,
(BUnand menawarkan kepada APTSI untuk menyatukan
(Bpelaksnaan seleksi program non reguler Unand dengan
(Bperguruan tinggi swasta, seperti UBH, Unes dan
(Blainnya, seperti pelaksanaan SPMB. Silahkan calon
(Bmahasiswa memilih dengan skala proritas pilihan,
(Bsesuai program studinya. (IS(BArtinya semua akan kembali
(Bkepada kualitas masing-masing program studi, dan
(Bpilihan calon mahasiswa,(IS(B tutupnya. (***)
(B
(B
(B~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
(BIngin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com (BHubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
(B~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
(BIsikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
(B-----------------------------------
(BBerhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: (Bhttp://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
(B============================================

Kirim email ke