Jalan jalan ke Austria ( 1 )
Saya sangat bersyukur karena diakhir masa tugas saya di PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai , masih diberi kepercayaan dan kesempatan oleh management untuk ditugaskan sebagi inspektor ke Austria . Saya ditugasi bersama satu rekan dari oeprasional (ATC) . Tugas ini terkait dengan pengadaan peralatan VSCS ( voice switching dan control systeem dari perusahaan Frequenties Natchrichten Technich , sebelum barang itu dikapalkan ke Indonesia harus di check dulu ke pabrik , apakah sudah sesuai dengan item yang dipesan . Pada tanggal 11 September 2002 , saya berangkat dari Denpasar menuju Jakarta dan Singapura dengan pesawat Garuda . Selanjutnya dengan Swiss Air menuju Bangkok , Zurich , dan Wien Austria .
Di Bangkok saya transit lebih kurang satu jam , dan seumur umur saya belum pernah berkunjung ke Bangkok ini kecuali transit di Bandara . Banyak cerita yang beredar bahwa Bangkok adalah sorganya turisme di Asia Tenggara , karena semua yang diinginkan para pelancong dari manca negara tersedia disini . Menurut cerita teman teman saya yang pernah training disini yang disponsori Icao dan Undp , banyak cerita cerita miring mengenai Bangkok yang gemerlapan ( dugem ) .
Serunya lagi , pernah rombongan ibu ibu DW melancong ke bangkok dan pulangnya membawa cerita seram , bagaimana ibu ibu ini diajak nonton live show , memperagakan seekor lele yang masih hidup dimasukkan kelobang gua , keluar nya lemas tidak berkutik . Ada juga bapak bapak yang akan bertugas kesini selalu dicurigai para isteri , dan adakalanya dengan ancaman , awas jangan macam macam ke Bangkok . entah iya entah tidak mana ku tahuuu. �.
Bangkok � Zurich ditempuh lebih kurang 10 jam penerbangan non stop , dan kira kira jam 5.45 waktu Swiss , pesawat yang saya tumpangi telah mendekati Bandara Zurich , namun sesuai undang undang lingkungan Swiss , maka pesawat baru diperkenankan mendarat setelah jam 06.00 pagi untuk menghindari gangguan noise yang ditimbulkan suara pesawat . Jadilah pesawat Swiss Air holding dulu ( muter � muter ) beberapa kali , dan jam 06.00 lebih sedikit pesawat Swiss Air mendarat dengan mulus dilandasan pacu Bandara Zurich . Bandar udara Zurich ini cukup bagus dikelilingi bukit kecil , dan sangat indah saat disinari mata hari pagi diakhir musim panas . Di Zurich ini saya transit beberapa saat , menunggu lanjutan penerbangan ke Wiena Austria . Pelayanan di Bandara cukup bagus dan kepada setiap penumpang Swiss Air diberikan majalah Time terbaru dan koran harian yang baru terbit . Jam 07.00 dengan pesawat Swiss Air jenis Boeing 737 saya takeoff menuju Wiena Austria dan sampai di Wiena satu jam kemudian .
Bandara Wiena tidak begitu besar , dan penerbangan kelihatannya tidak terlalu ramai . Petugas Imigrasi yang memeriksa pasport tidak menggunakan uniform sebagimana di Indonesia , sewaktu saya menyerahkan pasport malah ditanyakan visa , dan saya jawab bahwa visa ada didalam pasport , dia tak mau tahu , rupanya pasport harus diberikan dan diperlihatkan dalam keadaan terbuka oleh masing masing penumpang , suatu pelayanan yang kurang ramah , mana lagi saat itu terminal kedatangan sedang dalam suasana renovasi jadi kelihatannya semberawut . Di Bandara saya di jemput Mr Lies dari perusahaan Frequenties , dan langsung menuju Kaiser Park Hotel di Grundberg Strasse untuk istirahat , dan malam malam diundang makan Malam di Hok Restaurant Stephen Platz oleh Dr Kirchner dan Mr Lies .
Mengikuti City tour di Vienna ( 2 )
Pada hari kedua di Wiena saya belum ada kegiatan , karena kebetulan hari minggu , oleh pihak Frequenties saya ditawari untuk mengikuti city tour keliling kota Wiena dan akan diambil dari hotel pagi harinya . Jam08.00 mobil minibus travel mengambil kami berdua dan dibawa ke daerah Opera House untuk bergabung dengan peserta tour lainnya dari berbagai negara . Untuk city tour ini disediakan guide bermacam macam bahasa : seperti Inggeris , Jerman , Belanda , Perancis , maupun Jepang . dan saya memilih bus dengan guide berbahasa Inggeris . Masing masing orang membayar biaya tour 32 Euro dengan durasi 3.5 jam keliling kota Wiena . Tepat Jam 10.30 para penumpang lebih kurang 30 orang naik bus besar dan lux . Guide cewek yang ramah terlebih dahulu menyapa setiap pengikut tour dengan menanyakan asal dan kebangsaannya , ada yang dari Inggeris , Amerika , Iran , India Korea , Malaysia dan kami berdua dari Indonesia . Pas menyapa saya , maka saya pikir kalau saya bilang dari Indonesia belum tentu dianya tahu dan ngerti , saya bilang saja � I am from Bali , eh dianya langsung nyambung , oh yes , I have been gone there before , thank s , ucapnya . Bus mulai berjalan pelan melewati Ringstrasse dimana terdapat gedung gedung peninggalan tua seperti State Opera House , Museum of fine Art , Natural History Museum , dan guide tak henti hentinya menjelaskan setiap gedung yang dilewati
Bus terus merambat melewati Hafburg , gedung parlemen dan City hall dan menyusuri sungai Danube dimana terdapat Uno city yaitu kantor kantor perwakilan PBB termasuk kantor Opec berada disini . Puncak dari city tour ini adalah mengunjungi Schonbrunn Palace yakni bekas istana musim raja raja Hafsburg seperti Maria Theresia dll.
Sesampainya di komplek istana schonbrunn semua peserta tour di briefing dulu sama guide , mengenai apa yang harus dilakukan dan memberitahukan meeting point yakni tempat bertemu kembali setelah keliling melihat bekas istana tersebut . saking banyaknya peserta tour , maka rombongan kami mengikuti guide yang membawa bendera paling depan , sedangkan bis yang membawa kami pergi kesuatu tempat untuk parkir . Saya perhatikan kok seperti bebek berjalan kita digiring oleh guide tersebut , dan akhirnya timbul niat saya berdua dari Indonesia untuk memisahkan diri dan keluar dari rombongan . Rupanya rombongan tersebut masuk kedalam lingkungan istana dan bayar lagi masing masing 9 Euro , dan saya berdua berjalan kearah perbukitan untuk melihat kota wiena dari ketinggian . Setelah puas berjalan saya kembali ke meeting point , dan saya tidak menemukan rombangan kami , seharusnya sudah kumpul kembali . Hampir saja saya mencari taxi untuk kembali saja ke Hotel , untung tak lama kemudian rombongan tour kami datang , dan dapat saya tandai dengan peserta dari India yang berkulit hitam , dan lebih untung lagi saya tidak jadi naik taxi , karena ternyata Hotel Kaiser Park hanya 300 meter saja dari istana Schonbrunn , kalau ya betapa malunya saya ��
Wassalam zul amry di kuta bali.
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

