Anda punya ruangan dan mau buka Goro Mart hbg [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2003091902241541

Sumbar Terancam Kehilangan SDM

ARUS warga Minang yang merantau dari tahun ke tahun tak terbendung lagi. Diperkirakan jumlah perantau Minang sebanyak 5,7 juta jiwa. Sumatra Barat (Sumbar) terancam kehilangan sumber daya manusia (SDM).

Penduduk Sumbar yang masuk kategori pemuda (usia 15-35 tahun), berdasarkan data statistik pemuda Indonesia 2002, diperkirakan mencapai 1,5 juta (1.501.472 orang) dari 4,48 juta (4.488.000 orang) total penduduk.

Dari 1,5 juta pemuda itu, lebih 60% di antaranya adalah perempuan. Sekitar satu juta orang berada di pedesaan yang tersebar pada 15 kabupaten/kota di seluruh Sumbar.

Dari dialog masalah kepemudaan, Selasa (16/9), di Gedung Bappeda Sumbar yang digelar oleh Bagian Kepemudaan Dinas Pendidikan Sumbar dengan melibatkan organisasi kepemudaan (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMTA, berhasil disimpulkan tiga masalah utama yang dihadapi para pemuda Sumbar dewasa ini, di antaranya tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda.

Menurut Dinas Tenaga Kerja (Diknaker) Sumbar, jumlah angka pemuda usia (15-35 tahun) pengangguran di Sumbar saat ini yang tercatat sekitar 105.521 orang. Sebagian besar berada di ibu kota provinsi (Kota Padang) yakni 27.212 orang, disusul Kabupaten Pasaman 12.752 orang, dan Kabupaten Pesisir Selatan 11.710 orang. Karena rasio antara pencari kerja dan lapangan kerja tak sebanding, banyak di antara mereka memilih kerja di perantauan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar Arwan Kasri mengatakan jumlah perantau Minang sebanyak 5,7 juta di dalam dan luar negeri, sedangkan warga Minang di Sumbar 4,3 juta jiwa. Menurut tokoh Minang Emil Salim pada upacara pengangkatan Gubernur DKI sebagai Mamak Urang Minang di Jakarta pada 2001, disebutkan di Ibu Kota negara terdapat 2,5 juta perantau Minang, atau hampir 25% dari penduduk Jakarta.

Kondisi pendidikan pemuda pengangguran pada perkotaan dan pedesaan di Sumbar cukup bervariasi. Tetapi, dari data yang ada pada Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemprov Sumbar diketahui daerah yang memiliki sekitar 95 perguruan tinggi (PTN/PTS) itu tiap tahun menghasilkan hampir 20.000 orang tenaga kerja terdidik dengan kualifikasi sarjana (S-1) dan sarjana muda (D-3).

Kepala BPM Sumbar Daniwar Jalil kepada Media, kemarin, menjelaskan dari sekitar 20.000 tenaga terdidik tersebut yang bisa diserap lapangan pekerjaan yang tersedia sangat kecil, jumlahnya tidak sampai 10%. Sisanya diusahakan pemerintah provinsi (pemprov) memberdayakan mereka melalui program Sarjana Pelopor Pembangunan Nagari (SPPN). Jumlah yang bisa diserap setiap tahun hanya 30 orang untuk disebarkan ke 15 kabupaten.

Melalui dana APBD Sumbar, mereka dibantu biaya hidup per bulan Rp350.000 untuk jangka waktu satu tahun.

Kepala Bappeda Sumbar Muchlis Muchtar menjelaskan dengan dukungan dana hanya Rp400 juta per tahun, mustahil pemprov bisa memberdayakan para lulusan perguruan tinggi dalam jumlah lebih besar. Koordinator Kopertis Wilayah X, Yunazar Manjang menjelaskan dari 82 perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Sumbar, setiap tahun dihasilkan sekitar 10.000 orang sarjana dari berbagai disiplin ilmu.

"Yang bisa terserap lapangan kerja tidak sampai 40%," katanya.

Muchlis Muchtar mengatakan, di era otonomi daerah sekarang ini sudah waktunya masyarakat Minang mereposisi kembali budaya merantau. "Perlu dievaluasi lagi budaya merantau itu. Kalau dulu mungkin relevan merantau, karena kondisinya serbaterbatas, tetapi sekarang perkembangan daerah ini sudah lain," katanya, seraya mengatakan generasi muda yang terdidik harus dimotivasi untuk mau membangun nagari dan desanya.

Hal serupa juga disampaikan Yunar Manjang. Jika generasi muda terus didorong merantau, Sumbar akan terus-menerus kehilangan tenaga SDM produktif yang semestinya bisa berperan aktif membangun desa dan nagari mereka, yang kini hanya dihuni oleh orang-orang tua.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumbar, Muslim mengatakan sedikitnya lapangan pekerjaan di Sumbar mengakibatkan pemuda dan pemudi Minang banyak merantau ke luar daerah.

"Kemampuan pemerintah sangat terbatas untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Bagitu juga pihak swasta (pengusaha)," katanya. Menurut dia, tempat yang paling banyak perantau Minang adalah Pulau Jawa, Sumatra, dan Malaysia.





Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/

======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================

_________________________________________________________________
Send and receive larger attachments with Hotmail Extra Storage. http://join.msn.com/?PAGE=features/es


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
============================================

Kirim email ke