Anda punya ruangan dan mau buka Goro Mart hbg [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2003091902241544


Dari Gerakan Seribu Minang ke Bank Perkreditan Rakyat

KEBERADAAN Gerakan Seribu Rupiah yang dilancarkan Lembaga Gebu Minang (LGM) dipertanyakan. Pasalnya, Gerakan Seribu Rupiah yang bertujuan membangun lima ratus lebih nagari (desa) di Sumbar, saat ini tidak berjalan lagi. Tetapi, gerakan tersebut menghasilkan 43 bank perkreditan rakyat (BPR) di Sumbar.

Semula, gerakan ini diperkirakan bisa mengumpulkan dana lebih Rp100 juta per bulan. Jumlah ini hasil sumbangan 25% dari 4,3 juta penduduk Sumatra Barat (Sumbar), masing-masingnya Rp1.000. Ini, ditambah dana yang disedot dari perantau Minang di luar Sumbar. Sayang, sejak 1992 Gerakan Seribu Rupiah tak terdengar lagi. Dana yang terkumpul pun sampai saat ini belum pernah dirasakan oleh masyarakat di nagari.

Sekretaris Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Muhammad Sayuti Datuk Rajo Penghulu Basa, mempertanyakan dana yang disumbangkan oleh orang Minang selama ini. "Sejak 1992 Gerakan Seribu Rupiah tidak berjalan lagi. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Saya juga tidak tahu ke mana larinya dana dari masyarakat itu," ujarnya kepada Media, kemarin.

Penggalangan dana Rp1.000 dari masyarakat, bagi yang bekerja di instansi pemerintah, langsung dipotong oleh bendaharawan, selanjutnya dikirimkan ke rekening LGM.

Sementara bagi orang Minang yang di rantau, pemungutan dana dilakukan oleh lembaga, atau perkumpulan warga Minang.

LGM berdiri pada 1982 dicetuskan oleh Presiden Soeharto ketika itu, di sebuah desa di Singkarak, Kabupaten Solok.

Sayuti mengatakan LKAAM yang telah mempunyai jaringan sampai ke nagari, tidak pernah diajak bekerja sama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sumbar.

"Jika mereka peduli dengan nagari, ajaklah LKAAM dan YGM jangan hanya sebatas perkumpulan orang rantau," katanya.

Dana yang diperoleh dari masyarakat tak jelas rimbanya. Pengurus yang dihubungi Media pun memberikan informasi yang berbeda. Menurut Sekretaris Yayasan Gebu Minang (YGM), Maifil Eka Putra, pada 1992 pihaknya mendirikan 43 BPR di Ranah Minang dengan total aset Rp60 miliar. "Dana ini disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman," katanya.

Sedangkan Ketua YGM Cabang Padang Syahrial Syarif mengatakan dana yang diambil dari masyarakat itu masih tersimpan di YGM Pusat di Jakarta. "Dana masyarakat masih tersimpan di Jakarta," katanya. Dia mengakui Gerakan Seribu Rupiah sekarang ini terhenti. "Karena lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan," tandasnya.

Dikatakan, dana sebanyak Rp60 miliar, mayoritas diperoleh dari kalangan perantau. "Mereka peduli dengan kampung halaman, maka memberikan modal ke BPR dengan jumlah yang tidak ditentukan," ungkapnya.

Walau tak jelas, YGM terus menambah jumlah BPR. Tahun ini mereka menargetkan pendirian 100 BPR yang berdomisili di nagari-nagari. Hal ini bertujuan, untuk mempermudah masyarakat di nagari mendapatkan pinjaman. Dana pinjaman ini, diberikan bunga serendah-rendahnya kepada pengusaha kecil di nagari.


==============


ternyata Maifil sekarang jadi Sekretaris YGM....., .....SOL


Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/


======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================

_________________________________________________________________
Try MSN Messenger 6.0 with integrated webcam functionality! http://www.msnmessenger-download.com/tracking/reach_webcam


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
============================================

Kirim email ke