Anda punya ruangan dan mau buka Goro Mart hbg [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dari Republika OnLine hari ini,
Nasib guru bantu/honorer di kampuang awak!!!!!!!
Memprihatinkan sekali.
-----------------------

Jumat, 19 September 2003
Sebanyak 9.700 Guru Bantu Belum Terima Gaji

PADANG -- Para guru diminta bersabar. Sampai kapan? Meski sudah tiga bulan
mengajar, namun sebanyak 9.700 guru bantu di Sumatera Barat (Sumbar) sampai
kemarin masih belum menerima gaji. Para guru tidak tahu harus mengadu
kemana.

Sementara pemerintah berjanji honor mereka bisa dibayarkan bulan depan.
Menurut pemerintah, guru bantu ini digaji sekitar Rp 400 ribu/bulan.
"Kita sedang mengurusnya ke Jakarta, mudah-mudahan bulan depan bisa
dibayarkan," kata Kadin Pendidikan Nasional Sumbar Prof Satni Eka Putra
menjawab Republika, kemarin.

Saat ini di Sumbar tercatat 9.700 orang guru bantu yang tersebar di 14
kabupaten. Mereka diterima melalui tes pengangkatan guru bantu yang
dilaksanakan di masing-masing daerah tingkat II pada Maret lalu. Sedangkan
sumber dana untuk pembayaran honor tersebut dianggarkan dari dana APBN.

Namun untuk kelengkapan administrasi para guru bantu diserahkan pada Balai
Pendidikan Guru (BPG), yang sudah ditetapkan sebagai pengelola penggajian
guru bantu tersebut. "Kita memang terhambat masalah administrasi karena
banyak daerah yang belum melengkapi data-data para guru tersebut, sehingga
harus secara berulang-ulang melakukan pendataan," kata Satni

Ia meminta guru bantu bisa bersabar, karena keterlambatan pembayaran honor
itu, bukan hanya di Sumbar, tapi di seluruh Indonesia. Permintaan bersabar
itu juga sudah disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Padang
Azwar Siri kepada guru bantu di Padang.

Laporan yang didapat Republika menyebutkan, banyak guru bantu yang mengeluh
karena mereka memang benar-benar mengharapkan gaji dari pemerintah. "Kami
mau jadi guru bantu karena jalan sudah buntu, tidak ada pekerjaan sementara
awak sarjana," kata salah seorang dari mereka yang mengajar di salah satu
SLTP di Kuranji, Padang.

Kondisi lebih memprihatinkan lagi, ditemukan di beberapa daerah terpencil.
Sudahlah mereka mengajar di tempat yang jauh, mereka juga menemukan
kesulitan serius dalam mendapatkan biaya hidup. Seorang guru bantu di
Kabupaten Agam, Susi, mengaku jangankan gaji, surat kontrak saja belum
diterima, padahal ia sudah mengajar sejak Juli lalu.

"Pemerintah ternyata tidak siap," katanya.
Sekarang menurutnya untuk menutupi biaya hidup dua orang anaknya, Susi
terpaksa harus menyambi pekerjaan lain dengan cara berkebun di ladang. "Saya
tidak tahu kapan honor tersebut bisa saya terima," tuturnya.

Padahal menurut Susi, yang sebelumnya juga sudah honor di sekolah
bersangkutan, adanya pengangkatan guru bantu yang sifatnya kontrak itu
membawa angin segar bagi kehidupannya. Itulah sebabnya ketika ada pengumuman
dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Nasib serupa tidak saja dialami sebanyak 697 guru bantu lainnya di kabupaten
tersebut. Keluhan yang sama juga datang dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung.
Bahkan sebanyak 400 lebih guru bantu di kabupaten ini mengancam akan mogok
mengajar jika mereka tidak juga terima honor.

Keresahan juga mencuat dari Pasaman. Sebanyak 923 orang guru bantu di sana
mengeluhkan kenapa gaji mereka belum dibayar juga. "Waktu pertama kali
menyuruh kami ke sekolah dulu, seperti dikejar setan harus hari ini juga,
giliran membayar gaji, sudah tiga bulan belum juga jelas ujung pangkalnya,"
kata salah seorang dari mereka.

Masih dari Pasaman, diperoleh kepastian bahwa gaji mereka akan dibayar
Oktober ini. "Oktober dibayar," kata Bupati Pasaman, Baharuddin. rul

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
============================================

Kirim email ke