Kini sdg intend diskusi parawisata Minang di biliak potensi Minang, kalau lai ado nan 
ka ikuik bisiakkan ka [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

----- Original Message ----- 
From: "Zubir Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
    Aaa,colah bakomentar,apo nan sarancaknyo jo Bu-
yuang lakukan,manutuik mato tapi hati bagudantang,ma
lapah jo incek mato tabudua menikmati "keindahan"
alam nan indak babaju tu,atau lari cigin maninggakan
tompaik duduak tu.Jo Buyuang tunggu responnyo.=====

Mamanda,

Karena saya selalu berusaha keras untuk melatih hati nurani agar selalu berbicara, 
dimata saya persoalan yang mamanda hadapi itu mudah saja, tanyakan kepada dia, apakah 
merasa nyaman dengan situasi yang sedang dihadapi? Kalau nyaman yah terus kan saja, 
sulit juga membayangkan salah satu bagian di tubuh Mamanda "bereaksi" dengan 
bergeletaknya ikan2 sardencis tsb disana-sini. Tapi kalau pun bereaksi, kontrol ada 
ditangan Mamanda, nenek moyang kita menyebutnya sebagai pengendalian diri. Mengapa 
pula Mamanda harus teriak-teriak minta dilindungi, agar para perempuan itu menutup 
auratnya, toh Mamanda bukan anak2 lagi. Tanggung jawab ada di tangan Mamanda.  Tapi 
bila nurani Mamanda mengatakan, jangan dosa melihat benda terlarang, pergi saja dari 
sana. Selama Mamanda tetap terbuka terhadap keindahan perempuan, ditempat lain Mamanda 
masih akan ketemu dengan banyak "keindahan2" lainnya. 

Meski saya perempuan saya juga suka melihat keindahan perempuan dari segala sudut lho 
Mamanda. Saya tidak akan pernah menyarankan agar perempuan muslim memakai gurka 
seperti yang dikenakan perempuan afganistan di masa taliban, tapi alhamdulillah, saya 
bisa menyaksikan keindahan mereka lewat persepsi saya sendiri. Seperti suatu kali 
lewat tayangan televisi, menyaksikan mereka berbaris menanti jatah air bersih, saya 
suka membayangkan apa ya yang terpikir dibenak mereka saat itu? Menurut versi taliban 
mereka adalah perempuan2 yang menjaga kesuciannya sesuai perintah Allah, tapi mengapa 
yang menikmati fasilitas rumah lebih baik, air bersih, makanan bergizi untuk anak2 
hanyalah para pemimpin taliban dan keluarganya saja?

Kalau saya jalan di mall terus bertemu dengan saudara-saudara saya yang menutup 
seluruh badannya (kecuali mata dan ujung jari) dengan kain hitam longgar berwarna 
hitam, saya suka memikirkan bagaimana mereka merefleksikan pendar2 cahaya, gemerlapnya 
warna-warna dan beraneka ragamnya model2 baju perempuan yang digantung terhadap diri 
mereka sendiri. Saya bersyukur jika mereka merasa lebih baik karena telah menjalankan 
perintah Tuhan. Tapi bila mereka merasa terpenjara, dipaksa lingkungan, menerima 
begitu saja karena masyarakat mereka mengharuskan demikian, diam-diam saya berdoa agar 
terjadi mukjizat agar perempuan itu menemukan keberanian untuk menemukan dirinya 
sendiri.   


Selain itu, saya termasuk perempuan yang suka menyaksikan lelaki ganteng macam Tom 
Cruise or Kevin Costner telanjang dada lho Mamanda. Penghayatan saya terhadap 
keindahan dada bidang mereka tergantung situasi. Bila kebetulan disekitar saya tidak 
ada orang atau berada dilingkaran teman2 dekat, tak nikmati saja sepenuh hati sambil 
dengan sedikit pipi hangat membayangkan gimana rasanya kalau kepala saya bersandar 
disana ya?  Bila bersama suami, naaa...ini yang paling seru karena saya punya 
kesempatan untuk membuat skor satu-satu, dia juga senang kok memandangi perempuan2 
cantik.Tapi selain suami, hehehehe....rasanya masih sukar membayangkan ada lelaki 
dewasa seperti bayi berdiri dihadapan saya. Tidak tahu lah kalau bertemu dengan 
situasi di tempat umum seperti pengalaman Mamanda, mungkin saja mata saya lebih lincah 
dari Mamanda...

Hormat selalu,

--Gm




    





~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===========================================

Kirim email ke