Alhamdulillah
 
Eeeee ...... lai awak2 juo ko mah, salamaik bagabuang kambali sanak Sehan, tentunya membawa oleh2 bernuansa baru, maaf agak talaik manyadiokan kaluangan bungo sabagai sambutan salamaik datang 
 
wasalam
abpiliang
-----Original Message-----
From: S.Sehan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, September 29, 2003 8:08 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [RantauNet.Com] Jilbab itu Wajib,tak perlu penafsiran lagi.

Sdr arman yg budiman,
saya memang baru bergabung lagi disini setelah sekitar 4 tahunan absen. maklumlah. meniti hidup yg lebih baik membuat waktu hampir tak tersisa. alhamdulillah saat ini punya waktu lagi bercengkrama disini.
 
data2 saya udah diposting pada mail terdahulu.
 
asya memang ikut juga di minang net. saya juga memahami perbedaan medan kedua milis ini. dan saya juga berusaha semaksimal mungkin dari waktu ke waktu menyesuikan diri. semisal, istilah kambing congek aja tidak diterima di milis ini. ini adalah pengetahuan baru buat saya. sebagai manusia, ijinkan saya meinta sedikit waktu lagi utk lebih beradaptasi lagi di milis ini. sambil belajar budaya bahasa dan budaya logika di sini
 
wassalam,


Arman Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum ww
 
Siaaaa du S Sehan du? Lai ano sanak kamanakan kito juo duuu?
Sakali go baru ambo mandango namo no, Aaaa kecek no tadi du? kambiang congeeeeek?
 
Aa lo du arati no du tuan?
Lai caro awak disiko nan di kao gan no du?
 
Oooo .... iyooo mungkin sanak kito go pendatang baru bari milis subalah "proletar" nan hobi hariak ma-hariak bacaruik bungkang co ditangah balai
 
Tapi bia lah, sasuai juo jo sanak Marven, taratik mujilih ko kan iyo bakutiko, ado nan paralu ba-hunjamkan lutuik nan duo, ditakua-kan kapalo nan satu, diangkek tangan nan sapasang, disusun jari nan sapuluah, ditampatkan diateh kaniang, taratik mujilih kito namokan
 
Kok iyo kisanak S Sehan lah biaso di proletar, babeda sakaciak jo caro urang disiko, basuah banalah kaki dulu, duduak bana lah dilapau r/n go, kok alun mandi indak baa bagai doh asali indak ba-baun, kok dapek lakekan baju nan jinih, mo lah nak maota kito dilapau ko sambia manyantap katan jo goreang sarato ma-iruik kopi pikumbuah nan arum tu
 
Eh.... dima garan tingga sanak S Sehan, mungkin pulo sakampuang awak, kok ambo di Ampek Angkek
 
wasalam
malinbandaro
 
 -----Original Message-----
From: Marven [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, September 28, 2003 2:54 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [RantauNet.Com] Jilbab itu Wajib,tak perlu penafsiran lagi.

Mohon hindarilah penggunaan kata-kata "Islam kambing congek" apa maksudnya ini?. Hanya menimbulkan pertengkaran yang tidak bermanfaat. Handaklah menahan diri dalam berkata-kata, mohon maaf. Sanak Sehan, saat seseorang mengaku beragama Islam, hanya ketulusanlah seseorang dalam menjalankan perintah Tuhannya. Bukan berarti orang itu memakan bulat-bulat ayat-ayat tersebut. Ada ayat-ayat yang jelas maknanya dan ada yang tidak (Mutasyabihat). Yang tidak itulah yang butuh penafsiran. Dan yang tidak itu harus mengacu pada ayat yang jelas (Muhkamat)  Tapi kalau ayat yang jelas maknanya ditafsir aneh-aneh menurut kehendak hawa nafsu kita dan tidak sesuai dg tata Bahasa Arab, ya jadi rancu, dan pasti menimbukan pertentangan. Mak Lembang kama sajo yo? Indak tadanga suaronyo doh!
 
Lebih atau kurangnya mohon dimaafkan. 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of S.Sehan
Sent: 28 September 2003 0:05
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Jilbab itu Wajib,tak perlu penafsiran lagi.

Adakah sesuatu yg tak butuh interpretasi untuk meresponnya. dalam bentuk paling dangkal pun bahsa sebenarnya adalah sebuah media interpretasi thd makna. apa yg dimaksud tak perlu interpretasi daam pernyataan rahima di bawah ini. seluruh hal perlu diinterpretasikan. itulah gunanya ilmu. org berilmu inilah yg disebut ulama. danilmu itu bukan hanya menamatkan kitab2 atau menghapal al quran atau menghapal riwayat iar nabi. inila kelemahan "pendidikan agama". membuat mereka seperti pake kaca mata kuda. menganggap ilmu yg diamiliki adalah induk dari segala ilmu dan ilmu lain harus tunduk kepada pa2 yg mereka ketahui. inilah yg membuat islam jadi kambing congek selama ber abad2 dalam percaturan peradaban.
bagaimana mau memahami dan mengerti kalau tak punya rujukan berbagai ilmu. jadi "ulama2" seperti ini tak layak menggurui. tapi cocok menjadi kitab2  berjalan.
 
jangan pula saya dikira lupa bahwa dalam memahami gama ada bats2an dan ada rambu2nya. tapi bukankah hanya kebenaran sahajalah yg bersifat kekal dan tak berubah? dan jangan pula merasa bahwa hanya apa yg kita ketahui sajalah satu2nya jalan utk memahami dan menuju kebenaran itu. bahklan org yg  tahu lebih banyak pun tak merasa paling benar. tak ada satupun ulama yg sukses membina umatnya jika tak punya banyak pengetahuan lain dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. jadi soal pake jilbabpun tak hanya perkara hapalan sederet ayat2. masihbanyak kok para hli gama lain yg berpolemik ttg ini. bahkan sebagian dari mereka aalah org2 yg memang telah terbkti sedikti hebat.
 
 

 


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Shopping - with improved product search

Kirim email ke