Server RantauNet berjalan atas sumbangan dan kerjasama dari para anggota, simpatisan 
dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Capt.
Baa indak diposting di balerong Rantaunet ???

~ab~
~~~~~


> issdumai wrote:
> 
> Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh
> Mari kita berkunjung sejenak ke Nagari Canduang (Koto Laweh),
> kelahiran penulis.
> 
> Kenagarian Canduang Koto Laweh, kecamatan Canduang, kabupaten Agam. Lk
> 11km ke Timur dari kota madya Bukittinggi.
> 
> Obyek Wisata : Wisata Alam, "Panorama Bukik Bulek" (15 km dari Kota
> Bukittinggi)& "Tropical Virgin Forest Tracking" dan Sawah bertingkat
> dimanamana
> Wisata Budaya : Muslim Community yang hidup dengan sistim matriarchat,
> Penghidupan pertanian dengan sawah pegunungan, Masjid Jami' Bingkudu
> terbuat dari kayu penuh ukiran dan lampu antik yang berumur lk 350
> tahun.
> 
> Bagaimana kesana:
> Dari Bukitinggi berjalan menuju ke arah timur (arah Payokumbuah,
> Pakanbaru). Setelah berjalan lk 5 km, atau tepatnya setelah melewati
> simpang Tanjuang Alam, dari kejauhan di sebelah Tenggara kelihatan
> antene Sumatra-Jawa Microwave dari Telkom.
> 
> Itulah tempat wisata Bukik Bulek nan mempunyai pemandangan alam
> spektakuler. Mempunyai udara bersih, pandangan lepas sampai ke jajaran
> bukit barisan yang berjejer berlapis indah. Pandangan lepas sekitar
> 270 derajat busur, sampai ke daerah Payokumbuah dan Batusangka,
> sekitar 90 derajat busur diselatannya berdiri kokoh Gunung Merapi
> dengan keterjalan tebing dan hutan tropis yang masih orisinal. Jelas
> kelihatan air terjun atau sarasah dari Merapi. Disebelah baratnya juga
> ada air terjun "Tabiang Jabua".
> 
> Setelah melewati 10 kilometer dari kota madya Bukittinggi, akan
> dijumpai Simpang Canduang, kekanan adalah jalan menuju Bukik Bulek.
> 
> Simpang Canduang adalah persimpangan yang terletak di 4 kenagarian dan
> dua kecamatan. Yaitu Kenagarian Panampuang, Koto Hilalang dan Canduang
> Koto Laweh di Kecamatan Canduang dan Kenagarian Baso dari kecamatan
> Baso.
> 
> Setelah berbelok kekanan di Simpang Canduang ini jalan mulai mendaki
> menuju Gunung Merapi, 150 meter ditemui simpang kekanan yang adalah
> jalan Kubu (perbatasan kecamatan Baso dan Canduang). Berjalan terus
> menuju Selatan, 75 meter, diseblah kanan, sebelum simpang ke Masjid
> Kayu Baganti, akan ditemui rumah Buya, Inyiak Canduang, Syech Sulaiman
> Arrasuli, ulama terkenal di seantero Sumatra bahkan Indonesia. Beliau
> adalah pendiri dan penumbuh kembangkan pesantren terkenal dari zaman
> doeloe "Tarbiyah Islamiyah". Setelah mendaki 100 meter lagi disbelah
> kanan berada pesantren Tarbiyah Islamiyah dan disebelah kiri jalan
> berada Masjidnya. Desa ini bernama Pakan Kamih.
> 
> Jalan terus mendaki sekitar 15 derajat, 150 meter keselatan ada
> simpang kekanan, menuju desa Minangkabau, bebrapa rumah yang terletak
> ditengah persawahan bertingkat. Sawah yang indah disaat padi menghijau
> ataupun menguning. Suatu suanan yang tak terlupakan karena penuh
> ketenangan dan indahnya karunia Allah swt.
> 
> Mendaki terus sekitar 200 meter ketemu Simpang empat, ke Timur/kiri
> menuju desa Melayu, ke barat desa Batu Balantai. Didesa Batu Balantai
> inilah asal para Hulubalang Canduang doeloenya. Dan ke Selatan adalah
> tujuan perjalanan ini. Sekitar 100 meternya ada simpang Anjuang,
> kekiri ke Masjid Raya Sabuah Balai didesa Lubuak Aua. Masjid milik
> sidang sabuah Balai, sidang yang paling luas di Canduang saat ini.
> 
> Sistim adat di Canduang adalah terdiri dari beberapa sidang, yang
> memiliki sebuah masjid, tempat kegiatan kagamaan jamaah masing-masing
> dan satuan kegiatan adat. Shalat Jumat biasanya diadakan di Masjid
> Sidang ini. Sidang yang lain yang ada saat ini adalah: Sidang
> Bingkudu, Labuang, Saratuih Janjang, Puti Ramuih, Duobaleh Kampuang,
> Panji dan Kayu Baganti.
> 
> Perjalanan Mendaki dari Batu Balantai dan Anjuang diteruskan ke
> Selatan, sekitar 100 meter ada simpang Gantiang. Kakanan ke desa
> Gantaing, ke kiri ke Lubuak Aua. Keselatan pendakian diteruskan, 250
> meter kemudian jalan mentok di Pakan Akad. Kekanan/Barat menuju balai
> kenagarian Canduang, Balai Sati. Jika terus bisa menuju Kenagarian
> Lasi, Bukik Batabuah, Kubang Putiah dan Padang Lua (jalan Bukittinggi
> - Padang).
> 
> Untuk Menuju sasaran Bukik Bulek, di Pakan Akad mengambil jalan yang
> kekiri/Timur, setelah jalan mendatar 200 meter kita telah berada di
> Simpang ampek Koto Tuo. Ke Timur ada "Surau Baru", "Surau umpuak"
> orang Koto tuo jika terus menuju timur maka akan ke Batu Taba dan Koto
> Tinggi kecamatan Baso.
> 
> Sidang, satuan keagamaan dan kerapatan adat di Canduang, terdiri dari
> beberapa "Umpuak" yang mana setiap umpuak mempunyai satu "surau"
> tempat shalat berjamaah 5 waktu sehari semalam, serta tempat mengaji
> agama Islam. Di Surau inilah dulu tempat penggemblengan generasi muda
> Minang. Disini disamping pengajaran agama Islam juga diajarkan cara
> hidup yang lainnya, termasuk untuk survive disegala tantangan. Oleh
> sebab itu di "surau" juga diajarkan bermain silat. Untuk lebih
> lengkapnya pengetahuan mengenai surau dapat dibaca buku " Bergelut di
> Surau, karangan Prof. HAMKA.
> 
> Di Simpang Koto Tuo, jalan menuju Bukik Bulek adalah berbelok kekanan
> atau menuju arah Selatan. Pendakian dimulai lagi kini, 350 meter dari
> koto tuo setelah melewati Parak Kalam, anda memasuki sidang Bingkudu.
> Diperbatasan dua sidang ini, terhampar sawah indah bertingkat
> dikiri-kanan jalan. Disinilah berlokasi rumah penulis, dedesa Labuhan
> Pantai, detempat jalan menanjak tertajam, sekitar 20 s/d 25 derajat.
> 
> 200 meter dari Labuhan Pantai, terletak Batu Tagak, desa terpadat di
> nagari Canduang. Di Batu Tagak ini berdiri sejak sekitar 100 tahun
> lalu pesantren Miftahul 'Ulumi Syariah (MUS), yang didirikan oleh
> Syech Ahmad Thaher. Pesantren yang kreatif untuk menggali sumber dana
> untuk pembiayaan kegaiatan belajar mengajarnya. Diantara kreativitas
> MUS yang telah maruah kini adalah berkebun markisah, yang telah banyak
> diikuti oleh anak nagari.
> 
> Simpang Empat Batu tagak, ke kanan/Barat menuju Sidang Duobaleh
> Kampuang, ke Selatan, mendaki menuju sidang Labuang, ke Timur mendatar
> menuju ke sidang Saratuih Janjang dan Masjid Raya Bingkudu. Perjalan
> beringsut ke Timur kini, dimana 200 meter akan ditemui simpang tiga
> "Surau Baru", salah satu surau umpuak di dalam sidang Bingkudu.
> 
> Kini mampir sebentar di Masjid Raya Bingkudu, disimpang Surau Baru
> berbelok kekiri/Selatan, dimana sekitar 300 meter berlokasi masjid
> Bingkudu yang berumur sekitar 350 tahun. Masjid ini terbuat dari bahan
> kayu, Atap ijuk yang ada pengarup stupa Hindu, bertingkat tiga
> menjulang kelangit yang mempunyai tinggi sekitar 50 meter. Ditopang 17
> tiang utama yang terdiri dari kayu bulat. Ditengag, tiang yang
> pamjangnya lk 40 meter disebut "Tunggak Macu", yang berdiameter lk 3
> meter. Tapi karena telah dimakan usia, bagian bawah tunggak macu
> tersebut telah diganti dengan beton semen. Didalam Masjid penuh dengan
> ukiran kayu dan lampu antik (sebagian lampu antik ini hilang dicuri si
> haram jadah). Di komplek masjid ini terdapat 3 bangunan utama, yaitu
> Masjid itu sendiri, Surau Bulek dan surau Bandaro. Surau bulek adalah
> temmmpat berdiskusi dan tempat mengaji reguler. Surau Bandaro adalah
> tempat petemuan penting yang terdiri dari sekitar 10 s/d 25 orang
> khusus. Penulis di Nikahkan di Surau Bandaro ini. Dihalaman Masjid ini
> juga terdapat makam Syech Ahmad Thaher, tokoh agama Sidang Bingkudu
> tempo doeloe.
> 
> Perjalan ke Bukik Bulek yang kira-kira masih 2 kilo meter dari Simpang
> Surau Baru sebaiknya dilanjutkan di session 2 dari perjalanan wisata
> di Canduang ini. Sampai jumpa di tulisan kedua.
> 
> Wassalamualaikum Ww
> Darul M. St. Parapatiah
> Dumai 4 Oktober 2003
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
============================================

Kirim email ke