Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> > > PENJEMPUTAN > > > > Pernahkah Anda melihat seseorang menjelang sakratul maut? Berapakali Anda > > melihat mereka yang terbelalak ketakutan, yang kesakitan > > atau yang hanya seperti hendak tidur? > > > > Aku punya seorang teman dekat di SMU I Binjai bernama Wati. Ia dara > > berjilbab yang sangat cantik, supel, berbudi, senang menolong > > orang lain dan selalu menjadi juara kelas. Maka seperti mendengat petir di > > siang hari, saat kudengar ia yang sudah sekian lama tak > > masuk sekolah ternyata mengidap kanker rahim. Bahkan sudah menyebar hingga > > stadium empat!! > > > > Sekolah kami berduka. Para aktivis rohis amat sedih. Wati adalah motor > > segala kegiatan dakwah. Ide-idenya segar. Ia selalu punya > > terobosan baru. Ia bisa mendekati dan disukai siapapun. Sungguh, kami tak > > memiliki Wati yang lain. > > > > Maka betapa pedih menatapnya hari itu. Ia tergolek lemah di ranjang. > > Badannya menjadi amat kurus. Wajahnya pasi. Setelah sakit > > berbulan-bulan, hari ini ia tak mampu lagi mengenali kami! > > > > "Wati sudah sebulan ini tak bisa bangun-," kata ibunya sambil mengusap > > airmatanya. > > > > Namun kami berbelalak, saat baru saja ibunya selesai bicara, perlahan Wati > > berusaha untuk bangun. Kami semua tercengang saat ia > > berdiri dan berjalan melintasi kami seraya berkata dengan suara nyaris tak > > terdengar, "Aku mau berwudhu dan shalat Dhuha." > > > > Serentak kami semua berebutan membimbingnya ke kamar mandi. Setelah itu > > ibunya memakaikannya mukena dan sarung. Sementara ayahnya > > kembali membaringkannya di tempat tidur karena ia terlalu lemah untuk > shalat > > sambil berdiri. > > > > Hening. Tak seorang pun yang bersuara saat ia melakukan sholat Dhuha. > > Selesai sholat, saat ibunya akan membukakan mukena, ia > > melarang dengan halus. Lalu lama sekali dipandanginya wajah ibu, ayah dan > > adik-adiknya satu persatu bergantian. Dari mulutnya terus > > menerus terdengar asma Allah. kami yang menyaksikan tak kuat lagi menahan > > tangis. > > > > Tiba-tiba Wati tersenyum. Ia memandang kami, teman-temannya, dengan penuh > > sayang. Lalu kembali memandang wajah ayah, ibu dan > > adik-adiknya bergantian. Kini kulihat butiran bening menetes dari sudut > > matanya. Lalu susah payah ia mengangkat kedua tangannya dan > > mendekapkannya di dada. Dengan tersenyum ia menutup kedua matanya sambil > > mengucapkan dua kalimat syahadat dengan sangat lancar. > > > > Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun. Ia telah pergi untuk selamanya. > Bagai > > melayang aku menyaksikan semua. Dadaku berdebar, > > lututku gemetar. Subhanallah, ia telah kembali dengan sangat sempurna > dalam > > usia yang baru 18 tahun. > > > > Tiba-tiba, antara ilusi dan kenyataan, aku mencium wewangian. Tubuhku > > bergidik. Aku menangis terisak-isak. > > > > Allah, siapkah aku bila Engkau ingin bertemu?? > > > > (Seperti dituturkan sahabat Wati kepada Elvy Tiana Rosa-disadur dari buku > > Lentera Kehidupuan:Cerita Luar Biasa dari Orang-orang > > Biasa) > > > > > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

